Kumparan Logo

PHRI Sebut 560 Hotel di Jawa Barat Tutup Akibat Pandemi COVID-19

kumparanTRAVELverified-green

ยทwaktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ilustrasi room atendant saat membersihkan kamar hotel Foto: Dok. Kemenparekraf
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi room atendant saat membersihkan kamar hotel Foto: Dok. Kemenparekraf

Badan Pimpinan Daerah (BPD) Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Jawa Barat mengungkapkan bahwa pelaku pariwisata di wilayah tersebut babak belur dihantam pandemi COVID-19.

Berdasarkan data, 560 hotel dan 280 restoran di wilayah Jawa Barat tutup lantaran bisnisnya tertekan sejak 2020 lalu. Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Jawa Barat Herman Muchtar mengatakan kondisi ini akibat dari pembatasan sosial yang mengakibatkan turunnya kunjungan dan okupansi.

"Pada Juni 2020, ada 560 hotel yang tutup 280 restoran yang tutup. Kemungkinan keadaannya yang tutup saat ini (Juni 2021) lebih besar," ujarnya dalam keterangan secara virtual," Rabu (5/8) sebagaimana dikutip Antara.

Ilustrasi room atendant saat membersihkan kamar hotel Foto: Dok. Kemenparekraf

Tingkat Okupansi di Bawah 5 Persen

Ambil contoh di Kawasan Cihampelas, Kota Bandung, saat ini ada enam hotel lagi yang terpaksa harus tutup karena terdampak pandemi COVID-19. Hotel di wilayah ini harus tutup lantaran okupansi yang diperoleh di bawah 5 persen.

"Itu di Cihampelas tutup karena okupansinya di bawah 5 persen. Bahkan, cuma 1 persen. Ini menyedihkan sekali. Hotel bintang 3 dan 4 pun ada yang tutup," tutur Herman.

Ia melanjutkan jumlah hotel dan restoran yang tutup akibat pandemi COVID-19 saat ini bisa lebih besar karena data yang dipaparkannya merupakan data tahun lalu.

Ilustrasi Staf Hotel Memberskan Tempat Tidur Foto: Shutter Stock

Ia menyebut masih banyak hotel dan restoran yang terpaksa tutup namun belum terdata oleh PHRI.

"Kami yakin data sekarang ini belum lengkap dan kemungkinan lebih besar dibandingkan dari Juni tahun lalu," ucapnya.

Terdampaknya hotel dan restoran, sambung Herman, mempengaruhi kondisi para pekerja. Sebagian ada yang dirumahkan dan terkena pemutusan hubungan kerja (PHK).

"Tamu hotel pun paling banyak isinya tiga. Menutupi keadaan minus 6 bulan masih mending, kalau sekarang kan pandemi sudah 1,5 tahun," tandasnya.

embed from external kumparan

(Simak panduan lengkap corona di Pusat Informasi Corona).