kumparan
1 Agustus 2019 17:37

Presiden Ingin Danau Toba Dipromosikan Secara Masif Mulai 2020

Presiden Jokowi Kunjungi Kampung Ulos, Selasa (30/7)
Presiden Jokowi Kunjungi Kampung Ulos, Selasa (30/7) Foto: BPMI Setpres
Saat kunjungan kerja selama tiga hari di Kawasan Danau Toba, Presiden Joko Widodo mengungkapkan keinginannya agar Danau Toba di Sumatera Utara (Sumut) sebagai destinasi prioritas dapat dipromosikan secara masih mulai 2020.
ADVERTISEMENT
Presiden memastikan persiapan infrastruktur dan produk-produk unggulan sektor pariwisata di Danau Toba, Sumatera Utara, dikembangkan sebagai faktor pendukung promosi tersebut.
Presiden Joko Widodo, Jokowi, Ibu Negara Iriana Joko Widodo, kawasan kerajinan tenun ulos di Samosir, Sumut
Presiden Joko Widodo (tengah) bersama Ibu Negara Iriana Joko Widodo (kelima kiri) mengunjungi kawasan kerajinan tenun ulos di Samosir, Sumut, Selasa (30/7). Foto: ANTARA FOTO/Akbar Nugroho Gumay
Seperti yang dilansir dari rilis resmi Kemenpar, Kepala Negara usai meninjau infrastruktur jembatan di Tano Ponggol, Kabupaten Samosir, Rabu (31/7/2019), mengatakan komitmen pemerintah untuk membenahi dan menata lokasi wisata serta pembangunan infrastruktur pendukungnya akan berjalan secara paralel atau bersamaan.
“Setelah selesai, Insya Allah tahun depan kita promosikan, meskipun saat ini sudah kita promosikan. Namun tahun depan kita lakukan marketing secara besar-besaran,” kata Presiden Joko Widodo.
Kepala Negara beserta Ibu Negara Iriana Joko Widodo yang sudah tiga hari melakukan kunjungan kerja di Kawasan Danau Toba, meninjau sejumlah titik yang menjadi daya tarik di sektor pariwisata mulai dari Kabupaten Tapanuli Utara, Samosir, Toba Samosir (Tobasa), hingga Humbang Hasundutan. Presiden pun berkomitmen untuk membenahi kawasan Danau Toba agar menjadi destinasi wisata yang terintegrasi dan menarik.
Presiden Joko Widodo dan Ibu Negara Iriana, Kampung Huta Siallagan, di Desa Ambarita, Kecamatan Simanindo, Kabupaten Samosir, Provinsi Sumatera Utara
Presiden Joko Widodo dan Ibu Negara Iriana saat mengunjungi Kampung Huta Siallagan, di Desa Ambarita, Kecamatan Simanindo, Kabupaten Samosir, Provinsi Sumatera Utara, pada Rabu pagi, 31 Juli 2019. Foto: BPMI Setpres/Kris
Presiden mengakui banyak produk atau potensi pariwisata yang bisa menarik wisatawan ke wilayah itu. Untuk itu peran pemerintah pusat, provinsi, hingga daerah sangat diperlukan secara sinergi.
ADVERTISEMENT
“Tadi pagi juga saya melihat desa adat (Huta Siallagan), desa ulos, semuanya juga akan direhab total. Pasarnya juga, mulai pasar suvenir (Pasar Onan Baru) kemudian pasar yang di sini juga akan dikerjakan tahun ini dan tahun depan,” kata Presiden.
Termasuk pengembangan infrastruktur pariwisata seperti Jetty, Dermaga, pelabuhan, hingga jembatan.
“Dua dermaga pelabuhan akan diselesaikan semua. Kapalnya juga akan dibelikan lagi, ditambah. Dermaganya juga akan diselesaikan semua, setelah itu kita akan promosikan, akan marketing secara besar-besaran Danau Toba,” ujar Joko Widodo.
Presiden Joko Widodo, Jokowi, Ibu Negara Iriana Joko Widodo, kawasan kerajinan tenun ulos di Samosir, Sumut
Presiden Joko Widodo (kiri) bersama Ibu Negara Iriana Joko Widodo (kanan) berkelilng masuk ke rumah warga di kawasan kerajinan tenun ulos di Samosir, Sumut. Foto: ANTARA FOTO/Akbar Nugroho Gumay
Dalam pengembangan kawasan Danau Toba ini, pembangunan dan penataan lokasi wisata serta pembangunan infrastruktur pendukungnya akan berjalan secara paralel atau bersamaan. Tak hanya itu, pengembangan sumber daya manusia (SDM) juga akan menjadi prioritas dalam mendukung pengembangan kawasan wisata Danau Toba.
ADVERTISEMENT
“Memang produknya sekali lagi belum dikemas, belum diberi story, mestinya ada cerita. Kemudian juga termasuk SDM-nya, SMK-SMK di sini beberapa nanti akan kita switch, kita ubah ke SMK pariwisata. Ini paralel semuanya. Enggak bisa hanya produknya, SDM-nya enggak. Atau hanya SDM dan produknya tapi lingkungannya, hutannya enggak dikembalikan lagi. Enggak bisa,” katanya.
com-Presiden Jokowi saat berada di The Kaldera Nomadic Escape bersama Kementerian Pariwisata.
com-Presiden Jokowi saat berada di The Kaldera Nomadic Escape bersama Kementerian Pariwisata. Foto: Dok. Kemenpar
Menteri Pariwisata Arief Yahya juga menjelaskan program prioritas dalam pengembangan atraksi, akses dan amenitas (3A) di salah satu Danau vulkanik terbesar itu terus diperhatikan agar semakin mempermudah wisatawan mancanegara berkunjung.
“Dalam framework pengembangan destinasi itu kita selalu menggunakan konsep 3A, Atraksi, Akses dan Amenitas. Dan jika ingin menjadi global player, harus menggunakan global standart,” kata Menpar Arief Yahya.
ADVERTISEMENT
Keramba Jaring Apung
Terkait isu lingkungan di Danau Toba, Presiden menegaskan akan menyelesaikan persoalan-persoalan yang ada. Salah satu persoalan yang ada di Danau Toba adalah pencemaran air dari pakan ikan akibat maraknya Keramba Jaring Apung (KJA).
“Termasuk itu akan kita selesaikan. Sudah ada expert-nya, khusus untuk urusan air yang gatal. Sudah ada. Kemudian yang kedua, masalah hutan akan kita ambil kemudian kita tanami lagi,” ujarnya.
Para ahli tersebut, lanjut Kepala Negara, nantinya akan melakukan kajian menyeluruh untuk mencari solusi atas persoalan lingkungan yang ada di kawasan Danau Toba.
“Nanti dilihat. Ini expert-nya kalau sudah kajiannya komplet, tapi yang jelas itu akan dicarikan solusi. Syukur enggak ditutup. Kalau ditutup ya itu memang kalau enggak ada solusi. Dilihat perubahannya akhir tahun depan,” kata Presiden Joko Widodo.
ADVERTISEMENT
Lebih lanjut, pada kesempatan itu Presiden didampingi sejumlah pejabat daerah dan Menteri Kabinet Kerja di antaranya Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan, Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimoeljono, Menteri Pariwisata Arief Yahya, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, dan Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko, Gubernur Sumatera Utara Edy Rahmayadi, dan Dirut Badan Otorita Pariwisata Danau Toba (BOPDT) Arie Prasetyo.
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan