Kumparan Logo

Sandiaga Dorong Destinasi Wisata Jadi Sentra Vaksinasi: Ide Cantik dan Cerdas

kumparanTRAVELverified-green

·waktu baca 2 menit

clock
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ilustrasi wisatawan berlibur di Indonesia. Foto: Kemenparekraf
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi wisatawan berlibur di Indonesia. Foto: Kemenparekraf

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Uno, mendorong percepatan proses vaksinasi di masa PPKM Darurat. Sandiaga menyebut ide vaksinasi di destinasi wisata itu sebagai sesuatu yang "cantik dan cerdas".

Ia juga mendorong destinasi-destinasi lainnya seperti lima lokasi wisata super prioritas, yaitu Labuan Bajo, Mandalika, Borobudur, Danau Toba, dan Likupang, agar melakukan hal yang serupa.

kumparan post embed
Menparekraf Sandiaga Uno memberikan keterangan resmi saat Weekly Press Briefing, di Gedung Sapta Pesona, Jakarta, Selasa (27/4). Foto: Dok. Kemenparekraf

“Itu sangat cerdas dan cantik karena bisa menggunakan destinasi wisata sebagai sentra vaksinasi. Jadi selain menghibur peserta yang menerima vaksinasi dengan pemandangannya yang indah, tapi juga tenaga kesehatannya bisa beristirahat dengan fasilitas wisata itu,” kata Sandiaga, seperti dikutip dari Antara.

Contohnya vaksinasi yang digelar di Kabupaten Gunung Kidul, yang dekat dengan pantai dan juga sentra vaksinasi di STP (Sekolah Tinggi Pariwisata) Bandung.

Pantai Timang di Gunungkidul. Foto: Gitario Vista Inasis/kumparan

“Saya mendorong agar destinasi wisata dan sentra ekonomi kreatif juga mengambil inspirasi dari STP Bandung untuk mengajukan lokasinya sebagi sentra vaksinasi membantu untuk percepatan pemberian vaksin bagi masyarakat,” kata Sandiaga.

Untuk di kawasan wisata seperti di Gunung Kidul, vaksinasi dinilai tidak hanya menguntungkan masyarakat, tapi juga para tenaga kesehatan untuk mendapatkan penyegaran diri.

kumparan post embed
Foto udara Pantai Pink, Nusa Tenggara Timur. Foto: Rivan Awal Lingga/ANTARA FOTO

Dengan mendorong vaksinasi di tengah PPKM darurat, Sandiaga berharap sektor pariwisata dan ekonomi kreatif dapat berkontribusi dalam penanganan pandemi COVID-19. Terutama untuk menurunkan angka penularan virus SARS-CoV-2 yang kini memiliki mutasi varian Delta.

Untuk itu, ia mengimbau kepada para pelaku pariwisata dan ekonomi kreatif (parekraf) agar bisa dapat tetap patuh terhadap 5M, termasuk di dalamnya menghindari kerumunan dan mengurangi mobilitas sehingga PPKM darurat bisa selesai dengan cepat.

kumparan post embed

***

embed from external kumparan

(Simak panduan lengkap corona di Pusat Informasi Corona)