Sejarah Stasiun Bekasi Timur, Jawaban atas Padatnya Stasiun Bekasi
ยทwaktu baca 2 menit

Stasiun Bekasi Timur kembali menjadi sorotan publik setelah kawasan ini baru-baru ini menjadi lokasi insiden tabrakan antara Kereta Api Argo Bromo Anggrek dan Kereta Commuter Line.
Sebanyak 15 orang meninggal dan puluhan lainnya luka-luka dalam insiden kecelakaan yang terjadi pada Senin (27/4). Stasiun Bekasi Timur tergolong sebagai stasiun baru di lintasan Jakarta-Cikarang. Berbeda dengan Stasiun Bekasi yang sudah beroperasi sejak era kolonial, Stasiun Bekasi Timur terbilang baru karena stasiun ini baru diresmikan dan dibuka pada 7 Oktober 2017.
Diresmikan oleh Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi . peresmian stasiun dilakukan bersamaan dengan pengoperasian penuh lintas KRL hingga Stasiun Cikarang.
Latar belakang utama pembangunan stasiun ini adalah ledakan penumpang di Stasiun Bekasi. Saat itu, Bekasi menjadi salah satu simpul tersibuk Commuter Line Jabodetabek.
Banyak warga dari Tambun, Cibitung, hingga Cikarang turun atau transit di Bekasi karena KRL belum optimal menjangkau timur Bekasi.
Jawaban Kepadatan Stasiun Bekasi
Akibatnya, kapasitas Stasiun Bekasi disebut sudah melebihi daya tampung, bahkan mendekati 190% pada jam sibuk pagi dan sore. Karena itu, dibangun lah Stasiun Bekasi Timur sebagai stasiun pemecah beban penumpang.
Stasiun ini berada di kawasan Duren Jaya, Bekasi Timur, di Jalan Ir. H. Juanda, dekat kawasan Bulak Kapal dan pusat permukiman padat. Karena itu, warga sekitar tak perlu lagi selalu menuju Stasiun Bekasi yang lebih padat.
Ketika pertama kali beroperasi, Stasiun Bekasi Timur dikenal sebagai salah satu stasiun modern baru di koridor timur Jabodetabek.
Fasilitasnya lebih rapi, akses penumpang lebih nyaman, dan dirancang khusus untuk layanan KRL Commuter Line, bukan kereta jarak jauh.
Kini Stasiun Bekasi Timur menjadi alternatif utama bagi komuter Bekasi Timur, Rawalumbu, Bulak Kapal, hingga Mustikajaya bagian barat. Kehadirannya membantu membagi arus penumpang yang dulu menumpuk di Stasiun Bekasi.
Meski usianya belum genap satu dekade, Stasiun Bekasi Timur punya peran penting dalam sejarah transportasi Bekasi modern: menjadi jawaban atas padatnya mobilitas warga penyangga Jakarta.
