Selama Pandemi, 15 Ribu Warga Korea Selatan Lakukan Penerbangan Tanpa Tujuan
·waktu baca 3 menit

Pandemi COVID-19 memaksa industri penerbangan beradaptasi guna meningkatkan minat perjalanan udara. Hal ini membuat banyak maskapai penerbangan meluncurkan beragam inovasi, salah satunya Flights to nowhere alias terbang ke mana saja.
Korea Selatan menjadi negara yang memiliki minat tinggi terkait layanan penerbangan antah berantah. Dilansir Simple Flying, sejak adanya pembatasan perjalanan dan penutupan perbatasan negara, sebanyak 15.983 penumpang menaiki penerbangan tersebut.
Berdasarkan data yang dirilis Layanan Bea Cukai Korea Selatan, ada 152 penerbangan ke 'antah berantah' telah terbang di Negeri Gingseng tersebut. Terdapat tujuh maskapai penerbangan Nasional Korea Selatan telah menawarkan paket perjalanan unik tersebut sepanjang pandemi.
Dari tujuh maskapai penerbangan yang menawarkan penerbangan misterius, maskapai penerbangan tarif rendah Air Busan mengoperasikan penerbangan paling banyak dengan 35 penerbangan.
Sementara itu, Jeju Air mengoperasikan 34 penerbangan misterius, dan Jin Air melakukan 33 penerbangan. Maskapai lain yang jumlah penerbangannya tidak jauh berbeda dari Air Busan, Jeju Air, dan Jin Air adalah T’way Air, Air Seoul, Asiana, dan Korean Air.
Meski tidak diketahui apakah para penumpang menaikinya hanya untuk jalan-jalan atau menghabiskan uang, namun para penumpang rata-rata telah menghabiskan 20 juta dolar Amerika Serikat (AS) untuk belanja bebas bea.
Sementara itu, hampir setengahnya atau 7.266 penumpang menghabiskan lebih dari 600 dolar AS untuk membeli minuman bebas bea. Hal inilah yang membuat pemerintah akhirnya memanfaatkan gaya hidup 'foya-foya' warga Korea Selatan untuk membangkitkan industri penerbangan.
Populer karena Terapi Belanja
Penerbangan ke antah berantah di Korea Selatan tengah naik daun, karena fokus mereka terhadap belanja bebas bea. Sebab, pemerintah Korea Selatan mengizinkan mengoperasikan penerbangan untuk membantu menopang maskapai penerbangan lokal dan industri bebas bea lokal.
Meski begitu, apa yang tadinya merupakan bisnis sampingan yang dikontrol ketat, ternyata mengalami ledakan di Negeri Ginseng. Pemerintah Korea Selatan telah mengizinkan lebih banyak maskapai dan bandara untuk mengoperasikan layanan serupa selama setahun terakhir.
Seiring berjalannya waktu, alasan untuk penerbangan juga telah bergeser. Layanan penerbangan antah berantah awalnya memiliki tujuan untuk membayar rasa rindu traveling ke luar negeri yang terpaksa dikubur akibat pandemi COVID-19.
Namun, hal tersebut justru berbanding terbalik di Korea Selatan. Berdasarkan laporan Bloomberg, retailer bebas bea global Lotte mengadakan layanan penerbangan antah berantah untuk 130 pelanggan terbaiknya.
Mereka tak perlu mengeluarkan biaya sepersen pun untuk melakukan penerbangan tersebut. Namun, setiap penumpang diminta menghabiskan uang yang banyak untuk Lotte. Penerbangan tersebut merupakan salah satu dari enam penerbangan misterius yang diselenggarakan oleh mereka pada Mei lalu.
Operator bebas bea terbesar kedua di Korea Selatan, Hotel Shilla, juga menawarkan dua penerbangan serupa pada Mei kepada pelanggannya. Masing-masing penerbangan antah berantah yang disajikan mampu menampung 114 penumpang.
Habiskan Uang untuk Bebas Bea
Korean Customs Service mengatakan, selain alkohol, para penumpang juga menghabiskan uang yang banyak untuk kosmetik, parfum, dan tas mahal.
“Saya melihat banyak orang dengan tas penuh barang bebas bea,” kata seorang pembeli bebas bea Air Busan kepada Bloomberg.
Penerbangan ini tidak menanggung kerugian yang ditimbulkan oleh operator bebas bea sejak penurunan perjalanan dimulai, namun mereka membantu.
“Kontribusi dari penerbangan ke antah berantah kecil, namun lebih baik dari pada tidak memiliki apapun,” kata seorang analis kepada Bloomberg.
Maskapai penerbangan layanan lengkap seperti Korean Air juga termasuk dalam tujuh maskapai yang menawarkan penerbangan tersebut. Namun, berbeda dengan maskapai tarif rendah, mereka menyediakan penerbangan bebas bea yang lebih mumpuni.
Para penumpang membayar biaya mulai dari 142-490 dolar AS atau setara dengan Rp 2 juta tergantung di mana mereka ingin duduk, dan mengambil barang bebas bea yang dipesan sebelumnya dalam perjalanan melalui bandara, sebelum menaiki salah satu penerbangan singkat dari Incheon International Airport.
(Simak panduan lengkap corona di Pusat Informasi Corona).
