Kumparan Logo

Tak Cuma Tulip, Jepang Juga Gunting Ribuan Mawar untuk Cegah Kerumunan di Taman

kumparanTRAVELverified-green

comment
2
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ilustrasi memotong bunga mawar. Foto: Getty Images/iStockphoto/OlgaPonomarenko
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi memotong bunga mawar. Foto: Getty Images/iStockphoto/OlgaPonomarenko

Jepang nampaknya makin serius menghadapi pandemi virus corona di negaranya. Setelah memotong seluruh bunga tulip di taman bunga yang berlokasi di Prefektur Chiba, kini pejabat setempat menggunting bunga mawar di Saitama.

Dilansir Guardian, Pejabat berwenang di Jepang tengah berusaha menghilangkan daya tarik utama Tokyo, terutama di taman-taman bunga yang berlokasi di Saitama. Hal ini dilakukan agar warga setempat tidak mendatangi kawasan taman dan berkerumun.

Otoritas lokal kabarnya mengorbankan puluhan ribu bunga mawar yang ada di taman untuk mencegah kerumunan dan menerapkan physical distancing. Sebab menghirup aroma mawar, sakura, dan menyisiri taman bunga tulip seakan sudah jadi tradisi musim semi yang populer di Jepang.

Seorang penjual tengah merapikan buket bunganya di Saitama, Jepang Foto: Shutterstock

Sayangnya, kebiasaan dan kehadiran festival bunga yang biasa dihadirkan ketika musim semi berpotensi menjadi sarana penularan COVID-19. Dikabarkan mulai minggu ini, para pekerja mulai memotong sekitar 3 ribu tunas mawar di Taman Yono, Saitama.

Pemerintah setempat juga telah membatalkan festival mawar tahunan. Hanya saja memang taman tersebut masih terbuka untuk umum. Pengguntingan akan dilakukan terus menerus, terutama pada pertengahan Mei ketika 180 varietas mawar mencapai puncak mekarnya.

"Ini sangat menyedihkan, tapi kami memutuskan untuk mengambil tindakan setelah melihat situasi di kota-kota lain," kata seorang pejabat lokal yang tak disebutkan namanya pada surat kabar Mainichi.

Dalam keterangannya, ia menyebutkan bahwa pengguntingan bunga mawar akan berlangsung sekitar satu minggu. Sehingga seluruh kuncup dapat habis terpotong.

Ilustrasi memotong bunga mawar. Foto: Getty Images/iStockphoto/OlgaPonomarenko

Per Kamis (23/4), Jepang melaporkan lebih dari 430 kasus COVID-19 terbaru. Data ini menjadikan negara tersebut memiliki lebih dari 12 ribu pasien terjangkit virus corona.

Virus corona telah membunuh lebih dari 300 orang di Jepang. Angka itu belum termasuk 13 kematian yang terkait kapal pesiar Diamond Princess yang dikarantina di Yokohama pada Februari lalu.

Serta belum termasuk pula angka korban terinfeksi yang mencapai 712 pasien. perdana menteri Jepang, Shinzo Abe bahkan telah menyatakan keadaan darurat pada 7 April lalu.

Ia menyarankan agar warga Jepang mulai menerapkan physical distancing dan menghindari acara yang tak terlalu penting. Langkah menggunting seluruh bunga mawar di Saitama memang memiliki tujuan yang baik, namun niatan itu belum tentu sejalan dengan keinginan warga.

Ilustrasi memotong bunga mawar. Foto: Getty Images/iStockphoto/OlgaPonomarenko

"Mawar terbaik yang bisa dilihat setiap tahun. Saya pikir hal ini sia-sia, tapi kami tak punya pilihan," kata seorang laki-laki berusia 76 tahun yang tidak disebutkan namanya.

Langkah ini bukanlah yang pertama kalinya. Di Prefektur Chiba, pejabat setempat telah menggunting habis bunga tulip di taman-taman mereka serta membatalkan festival bunga yang biasanya menarik niat banyak wisatawan.

"Banyak pengunjung yang datang ketika bunga mekar penuh. Itu jadi tempat pertemuan massal, kami jadi tak punya pilihan lain selain memotong seluruh bunga," kata Sakiho Kusano, pejabat pariwisata setempat pada Reuters.

Alhasil, pencinta bunga mesti menunggu kembali hingga tahun depan untuk bisa melihat bunga tulip merah muda yang menghiasi Taman Sakura Furusato Hiroba. Untungnya, bunga yang dipotong tak terbuang sia-sia, sebab bunga-bunga tersebut akhirnya disumbangkan ke taman kanak-kanak setempat.

embed from external kumparan

(Simak panduan lengkap corona di Pusat Informasi Corona)

***

Yuk! bantu donasi atasi dampak corona.