Kumparan Logo

UNESCO Tambah 34 Situs Warisan Dunia Baru, Indonesia Termasuk?

kumparanTRAVELverified-green

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Suasana kawasan di Spanyol yang masuk daftar UNESCO. Foto: REUTERS/Juan Medina
zoom-in-whitePerbesar
Suasana kawasan di Spanyol yang masuk daftar UNESCO. Foto: REUTERS/Juan Medina

UNESCO mengumumkan daftar baru yang termasuk ke dalam Situs Warisan Dunia yang diusulkan sejak tahun 2020 hingga 2021. Dalam sidang virtual yang dilakukan di Fuzhou, China beberapa waktu lalu, UNESCO menambahkan deretan destinasi baru ke dalam jajaran Situs Warisan Dunia.

Dilansir CNN Travel, UNESCO telah memutuskan untuk menambahkan 34 tempat baru ke dalam daftar Situs Warisan Dunia dalam sidang yang dihadiri oleh perwakilan dari seluruh dunia tersebut. Daftar tersebut dipilih setelah meninjau nominasi yang masuk sejak tahun 2020 hingga 2021.

kumparan post embed
Writing-on-Stone, Kanada. Foto: Flickr.com/Inca2046

Dari daftar tersebut, Thailand menjadi satu-satunya perwakilan dari ASEAN yang berhasil masuk ke dalam daftar melalui situs barunya yakni Kaeng Krachan Forest Complex. Destinasi ini merupakan sebuah hutan yang menjadi habitat bagi sejumlah tanaman dan burung yang terancam punah.

Sementara itu dari regional Asia, UNESCO memilih kota kapur bersejarah As-Salt di Yordania untuk masuk dalam daftar Situs Warisan Budaya yang baru.

UNESCO juga memasukkan kompleks Arkeoastronomi Chankillo di Peru dalam daftar tersebut. Lokasi tersebut merupakan sebuah situs prasejarah yang pernah digunakan untuk melacak matahari sebagai penanggalan selama rentang satu tahun.

Jalur kereta api Trans-Iranian, Iran Foto: Wikimedia Commons

Selanjutnya situs Trans-Iranian Railway, yakni jalur kereta api sepanjang 1.394 kilometer yang membentang di dua pegunungan, juga masuk dalam daftar Situs Warisan Dunia UNESCO.

Jalur kereta api yang dibangun sekitar tahun 1920-1930'an ini terdiri dari beberapa rute kereta api unik dan curam yang melewati 174 jembatan besar, 186 jembatan kecil, 224 terowongan, dan 11 terowongan spiral.

Kemudian, seni bebatuan cadas Himā Cultural Area di Arab Saudi juga masuk dalam daftar Situs Warisan Dunia yang baru.

kumparan post embed
Djerdap UNESCO Global Geopark, Serbia Foto: UNESCO

Gelar yang sama juga disandang oleh Cordouan Lighthouse di Prancis, Sítio Roberto Burle Marx di Brazil, sekelompok kota spa di Eropa sebagai kelompok kolektif.

Sementara itu, dua situs di India juga masuk dalam daftar tersebut antara lain Kuil Ramappa atau yang juga dikenal sebagai Kakatiya Rudreshwara sebagai Situs Warisan Dunia UNESCO 2020 dan kota kuno Dholavira: a Harappan City menjadi situs warisan UNESCO 2021.

Kota Liverpool. Foto: Paul Ellis/AFP
kumparan post embed

UNESCO Hapus Kota Liverpool dari Situs Warisan Dunia

Selain memasukkan nama-nama baru ke dalam daftar Situs Warisan Dunia terbarunya, UNESCO juga menghapus kota Liverpool dari daftar situs warisan dunia.

Liverpool memegang status warisan dunia UNESCO sejak 2004. Saat itu UNESCO menganggap Liverpool sebagai kota perdagangan maritim utama dunia di masa lampau. Keberadaan pelabuhan di Liverpool dianggap pula sebagai faktor besarnya pengaruh Inggris di dunia.

Meski demikian, sejak 2012 status bergengsi kota Liverpool mulai terancam. Pembangunan di wilayah utara pelabuhan kota Liverpool jadi penyebab kenapa UNESCO mempertimbangkan pencabutan gelar bergengsi tersebut.

Selain itu, komite Situs Warisan Dunia UNESCO juga mengusulkan Lanskap Pertambangan Roșia Montan di Rumania masuk dalam Daftar Warisan Dunia dalam Bahaya.

Berikut Daftar Situs Warisan Dunia Terbaru UNESCO:

2020

Turki: Arslantepe Mound

Peru: Chankillo Archaeoastronomical Complex

Belgia/Belanda: Colonies of Benevolence

Prancis: Cordouan Lighthouse

India: Kuil Kakatiya Rudreshwara (Ramappa), Telangana

Jerman: Mathildenhöhe Darmstadt

Italia: Padua's fourteenth-century fresco cycles

Spanyol: Paseo del Prado and Buen Retiro, a landscape of Arts and Sciences

China: Quanzhou: Emporium of the World in Song-Yuan China

Romania: Roșia Montană Mining Landscape

Brasil: Sítio Roberto Burle Marx

Austria, Belgia, Ceko, Prancis, Jerman, Italia, Inggris Raya dan Irlandia: The Great Spa Towns of Europe

Uruguay: Gereja Atlántida

Iran: Trans-Iranian Railway

Saudi Arabia: Ḥimā Cultural Area

Jepang: Pulau Amami-Oshima, Pulau Tokunoshima, bagian utara Pulau Okinawa , dan pulau Iriomote

Georgia: Colchic Rainforests and Wetlands

Korea Selatan: Getbol, Korean Tidal Flats

Thailand: Kaeng Krachan Forest Complex

Austria/Jerman/Slovakia: Frontiers of the Roman Empire

2021

Yordania: As-Salt

Iran: Cultural Landscape of Hawraman/Uramanat

India: Dholavira

Jerman/Belanda: Frontiers of the Roman Empire

Jepang: Jomon Prehistoric Sites

Prancis: Nice

Chile: Settlement and Artificial Mummification of the Chinchorro Culture

Jerman: ShUM Sites

Côte d'Ivoire: Masjid Sudanese style

Italia: The Porticoes of Bologna

Slovenia: The works of Jože Plečnik in Ljubljana --

Inggris: The Slate Landscape

Rusia: Petroglyphs of Lake Onega dan White Sea

Gabon: Taman Nasional Ivindo

kumparan post embed

***

embed from external kumparan

(Simak panduan lengkap corona di Pusat Informasi Corona)