Viral! Influencer Ini Abadikan Momen Kerumunan Turis Tak Bermasker di Santorini

Kejadian puluhan turis yang tak mengenakan masker di Santorini, Yunani baru-baru ini menghebohkan media sosial. Turis-turis tersebut tampak tidak mengenakan masker saat liburan di tengah pandemi.
Dilansir Insider, seorang influencer bernama Katie Giorgadze mengabadikan momen-momen tersebut saat sedang berkunjung ke Desa Oia, Yunani. Tampak kerumunan turis yang tak mengenakan masker dan tidak menerapkan social distancing.
"Kami ingin menyaksikan matahari terbenam yang terkenal di Santorini. Ini adalah pemandangan di balik layar yang sebagian besar influencer tidak tunjukkan padamu," tulisnya.
Giorgadze pun mengungkapkan bahwa Kastil Oia merupakan salah satu tempat paling populer untuk berburu matahari terbenam di Santorini. Namun, betapa kagetnya ketika ia menjumpai puluhan turis yang tak mengenakan masker di sana.
"Aku tahu bahwa kerumunan ini sangat gila dan saya tidak ingin bertambah gila. Untuk itu kami memutuskan untuk tetap tinggal di hotel untuk menikmati pemandangan tersebut dari hotel," katanya.
Namun Giorgadze, yang tinggal di Paris, mengatakan banyak penduduk setempat memberi tahu dia dan suaminya bahwa pulau itu jauh lebih kosong dari biasanya karena pandemi.
"Mereka memberi tahu kami bahwa tingkat hunian rata-rata di pulau itu saat ini sekitar 50 persen, mengingat akhir Juli biasanya merupakan satu waktu tersibuk dalam setahun," katanya.
Selain itu, jumlah wisatawan jauh lebih sedikit, ditambah tidak ada kapal pesiar yang berlabuh pada saat ini. Penduduk setempat juga mengatakan bahwa musim panas ini sebenarnya adalah kesempatan terbaik untuk menikmati Oia tanpa keramaian.
"Namun, saya sangat terkejut dengan jumlah orang di lokasi. Jika pemandangan ini tidak dianggap ramai oleh penduduk setempat, saya tidak dapat membayangkan betapa ramainya di tahun-tahun sebelumnya," kata Giorgadze.
Jadi, pada malam terakhir mereka di Santorini, Giorgadze dan suaminya memutuskan mengunjungi tempat tersebut untuk berburu sunset. Mereka pun datang lebih awal, namun ia sudah melihat kerumunan turis mencoba mengamankan tempat dan mengantre untuk berfoto.
"Banyak mereka yang tidak mengenakan masker, hal inilah yang membuat kita untuk pindah ke tempat yang terpisah dari kerumunan untuk menunggu matahari terbenam," lanjutnya.
Meskipun Giorgadze sangat kaget dengan kerumunan di Kastil Oia, ia mengatakan dirinya merasa aman selama perjalanannya di Yunani.
"Staf di mana-mana selalu memakai masker dan melakukan semua tindakan pencegahan yang diperlukan setiap saat," tambahnya.
Namun, Giorgadze menemukan bahwa tindakan pencegahan keamanan di Yunani jauh lebih longgar dibandingkan dengan Italia, negara yang dikunjunginya beberapa minggu sebelumnya.
"Tidak seperti Italia, penggunaan masker tidak diharuskan bagi para turis, kecuali di dalam bangunan atau di jalan-jalan, tetapi selama mereka menjaga jarak saya rasa cukup, kecuali apa yang terjadi Santorini," kata Giorgadze.
Meski demikian, postingannya tersebut menuai beragam komentar dari netizen di media sosial. Banyak yang menyayangkan puluhan turis tersebut yang seakan abai terhadap protokol pencegahan COVID-19.
"Dan tidak ada dari mereka yang mengenakan masker," tulis pemilik akun @shahzadimicha.
"Hal ini membuat saya sangat cemas dengan virus ini yang mungkin menyebar di sekitar mereka," tulis netizen lainnya.
Yunani Pertimbangkan Lockdown Kedua
Yunani secara resmi membuka kembali perbatasannya untuk turis Eropa pada 1 Juli, tetapi baru-baru ini negara tersebut mulai mengumumkan pembatasan perjalanan baru ketika kasus virus COVID-19 mulai meningkat.
Yunani mencatat ada 203 kasus pada 9 Agustus, jumlah tertinggi kasus COVID-19 harian baru sejak pandemi pertama kali dimulai.
Berdasarkan data Johhn Hopkins University, Yunani mencatat 8.819 kasus infeksi virus corona dengan total kematian mencapai 242 orang.
Yunani pun telah memberlakukan sejumlah pembatasan di lebih dari selusin wilayah dan kota, termasuk Santorini sejak Senin (24/8). Yunani mengeluarkan aturan pembatasan operasional restoran dan klub malam dari tengah malam hingga jam 07.00 waktu setempat, serta pembatasan 50 orang di semua acara dan pertemuan publik.
(Simak panduan lengkap corona di Pusat Informasi Corona)
