Kumparan Logo

6 Fakta Menarik di Balik Kostum Serial Netflix Bridgerton

kumparanWOMANverified-green

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Serial Netflix Bridgerton. dok. Netflix
zoom-in-whitePerbesar
Serial Netflix Bridgerton. dok. Netflix

Telah dirilis sejak 25 Desember 2020 lalu, serial Netflix 'Bridgerton' masih menjadi perbincangan hangat. Serial yang diadaptasi dari novel karya Julia Quinn ini mengisahkan kehidupan dan romansa para keluarga bangsawan Inggris di abad ke-18, terutama keluarga Bridgerton yang tengah sibuk mencarikan jodoh untuk anak perempuan mereka, Daphne Bridgerton (diperankan oleh Phoebe Dynevor), yang akhirnya jatuh cinta dan menikah dengan Duke of Hasting bernama Simon Basset yang diperankan oleh Rege-Jean Page.

Selain intrik dan masalah keluarga, para penonton pun terpukau dengan busana-busana yang dikenakan dalam serial yang tayang sebanyak delapan episode ini. Berbagai gaun mewah ala bangsawan Inggris abad ke-18 divisualisasikan sempurna dalam Bridgerton. Mulai dari gaun panjang dengan aksen manik-manik, bunga, renda, bahan sutra, hingga draperi diperlihatkan dengan apik dalam serial ini.

Daphne Bridgerton dan Duke of Hastings di Serial Netflix Bridgerton. dok. Netflix

Rupanya, orang yang bertanggung jawab dalam membuat semua kostum ini adalah desainer kostum berbasis di New York, Ellen Mirojnick. Desainer 71 tahun ini adalah orang yang mendesain sejumlah kostum dalam film ternama. Sebut saja Basic Instinct, Wall Street, hingga Maleficent: Mistress of Evil. Pada 2013 lalu, Ellen menyabet piala grammy untuk hasil karyanya Behind the Candelabra dan kembali memenangkan penghargaan pada 2017 untuk kostum terbaik dalam film The Greatest Showman.

Dalam wawancaranya pada Vogue, Ellen pun bercerita bagaimana ia memulai perjalanan mendesain kostum untuk seluruh pemain Bridgerton hingga menciptakan busana mewah nan elegan yang sesuai dengan karakter masing-masing pemain. Penasaran seperti apa? Simak ulasannya berikut ini.

1. Membuat 7.500 baju yang dikerjakan oleh 238 orang

Serial Netflix Bridgerton. dok. Netflix

Demi menciptakan kesan nyata abad ke-18 dalam serial ini, Ellen menghabiskan waktu selama lima bulan untuk mempersiapkan busana-busananya sebelum memulai syuting. Ia dibantu oleh 238 orang yang masing-masing mengerjakan berbagai hal, mulai dari memotong pola baju, membuat korset, menjahit, membordir hingga memastikan semua busana terlihat sempurna.

"Pada akhirnya ada sekitar 7.500 busana dan aksesori, mulai dari baju, topi, selendang hingga overcoat. Dari angka itu, ada sekitar 5.000 kostum yang dipakai untuk syuting. Untuk Phoebe Dynevor sendiri, ada 104 kostum. Jumlah ini sangat besar," cerita Ellen.

2. Terinspirasi dari karya Christian Dior

Serial Netflix Bridgerton. dok. Netflix

Sebelum mendesain busana-busana tersebut, Ellen telah mendapatkan moodboard busana dari sang penulis serial, Julia Quinn. Ia pun sempat mencari inspirasi melalui lukisan dan gambar di abad ke-18 dan 19.

"Agar busananya terlihat akurat sesuai sejarah, saya harus mencari sesuatu yang baru baik dari segi bahan dan palet warna yang mirip dengan abad ke-18 dan 19. Saya langsung teringat pameran The Christian Dior: Designer of Dreams yang digelar di Victoria & Albert Museum London. Dari itu ada banyak sekali inspirasi yang bisa saya dapatkan. Salah satunya dari dress Dior pada tahun 40-an," lanjut Ellen lagi.

3. Banyak menggunakan teknik layering

Serial Netflix Bridgerton. dok. Netflix

Memiliki siluet busana klasik khas bangsawan Inggris abad ke-18, Ellen rupanya banyak menggunakan teknik layering dalam mendesain busananya. Ia sering bereksperimen dengan beberapa bahan seperti organza, organdi, hingga tulle agar bisa menciptakan kesan bertumpuk pada dress namun tidak terlihat kaku dan tetap nyaman dikenakan. Beberapa busana yang dikenakan oleh Ratu Charlotte (diperankan oleh Golda Rosheuvel) juga menggunakan teknik layering agar terlihat mewah dan elegan.

4. Membuat busana klasik dengan desain lebih modern

Ratu Charlotte di Serial Netflix Bridgerton. dok. Netflix

Meski busana yang ditampilkan dalam Bridgerton terlihat klasik, tetapi Ellen sangat memperhatikan detail busana agar terkesan lebih modern. Ia memperhatikan tiap detailnya, mulai dari kerah baju, lingkar dada hingga potongan baju yang membuat lekukan tubuh.

"Baju dengan potongan lurus tidak akan membuat siluet busana khas abad ke-18. Mengingat serial ini sangat menarik dan menyenangkan, penting untuk memperhatikan detail baju dengan seksama," katanya lagi.

5. Mendesain busana setiap karakter dengan estetik

Keluarga Bridgerton di Serial Netflix Bridgerton. dok. Netflix

Setiap karakter keluarga dalam Bridgerton memiliki ciri khasnya tersendiri. Untuk keluarga Bridgerton misalnya, mereka sering kali terlihat mengenakan busana warna biru pastel, silver dan hijau pastel yang terkesan lembut dan hangat. Sedangkan untuk keluarga Featherington yang merupakan orang kaya baru, pilihan warna-warna bold seperti kuning citrus hingga ungu tua sering kali ditampilkan dalam tiap adegannya.

Keluarga Featherington di Serial Netflix Bridgerton. dok. Netflix

"Nantinya, semakin Daphne dewasa, pemilihan warna bajunya semakin gelap namun tetap netral. Tetap ada perpaduan warna pink dan biru pastel, namun lebih dominan warna silver untuk menandakan bahwa ia tumbuh menjadi seorang perempuan dewasa. Sedangkan untuk Lady Featherington (diperankan oleh Polly Walker) ia menggunakan warna-warna terang karena ingin anak-anaknya 'dilihat' oleh para pria," jelasnya.

6. Kostum favorit Ellen Mirojnick adalah gaun Ratu Charlotte

Kostum Ratu Charlotte di Serial Netflix Bridgerton. dok. Netflix

Dari 7.500 kostum yang didesain dan dibuatnya, Ellen Mirojnick menyebutkan busana favoritnya. Yakni, dress milik Ratu Charlotte.

"Saya suka Ratu Charlotte yang dikenal memiliki bentuk badan yang tidak berubah sejak abad ke-18. Jadi saya mengeksplor gaun yang akan dikenakannya, potongan gaunnya, hingga menyamakan dengan gaya rambutnya yang sering gonta-ganti. Bagi saya, Ratu Charlotte terlihat seperti permen kapas berbagai rasa karena sangat cocok mengenakan busana seperti ini," demikian tutup Ellen.

Ladies, adakah kostum dalam serial Netflix Bridgerton yang menjadi favorit kamu?