Kumparan Logo

Kontroversi Tim Bola Tangan Perempuan Norwegia, Tolak Pakai Bikini saat Tanding

kumparanWOMANverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
2
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Kontroversi Tim Bola Tangan Perempuan Norwegia, Menolak Pakai Bikini saat Tanding. Foto: dok. Instagram
zoom-in-whitePerbesar
Kontroversi Tim Bola Tangan Perempuan Norwegia, Menolak Pakai Bikini saat Tanding. Foto: dok. Instagram

Diskriminasi terhadap perempuan tampaknya masih terjadi di ranah olahraga. Baru-baru ini, tim bola tangan perempuan dari Norwegia didenda karena menolak memakai bikini dalam turnamen olahraga Euro 2021 di Bulgaria, pada minggu lalu.

Dalam pertandingan medali perunggu melawan Spanyol, mereka memilih mengenakan celana ketat sepaha. Hal ini memang sengaja mereka lakukan untuk memprotes peraturan berbikini yang dianggap memalukan. Pilihan bawahan yang mereka kenakan ini dinilai tidak pantas sehingga tim bola tangan perempuan asal Norwegia didenda 1.500 euro atau 1.768 dolar AS atau sekitar Rp 25 jutaan oleh Komisi Disiplin Asosiasi Bola Tangan Eropa.

embed from external kumparan

"Ini sudah 2021, seharusnya hal ini tidak menjadi isu," ungkap Presiden Federasi Bola Voli Norwegia, Eirik Sordahl seperti dikutip dari CBS News.

Tim bola tangan Norwegia menganggap hal ini merupakan tindak diskriminasi sebab pemain laki-laki diperbolehkan memakai tank top dan celana pendek sepaha. Sejak lama, urusan busana ini sudah menjadi isu dalam sektor olahraga pantai. Banyak perempuan menganggap bahwa bikini merendahkan martabat mereka dan dirasa kurang tepat. Seperti yang sudah banyak diketahui, penggunaan bikini saat olahraga bisa membuat perempuan riskan dijadikan sebagai objek.

Kondisi ini tampaknya masih terjadi di sektor olahraga bola tangan. Federasi Bola Tangan Internasional (IHF) menyatakan bahwa atlet perempuan harus mengenakan bawahan bikini. Bahkan mereka juga mengatur dengan detail mengenai potongan bikini yang harus dipakai. Sedangkan di sektor bola voli pantai, sejak 2012 federasinya sudah tidak lagi mewajibkan atlet perempuan mengenakan bikini.

embed from external kumparan

Menurut Presiden Federasi Bola Tangan Norwegia Kåre Geir Lio, tim perempuan Norwegia sudah mengajukan petisi untuk mengenakan celana pendek sejak awal turnamen. Namun pihak turnamen mengancam dengan denda atau diskualifikasi. Jadi para atlet perempuan memutuskan untuk membuat pernyataan dengan mengenakan celana pendek, bukan bikini.

embed from external kumparan

"Ini sangat spontan. Menurut kami, mari kita lakukan sekarang dan lihat apa yang terjadi," tutur Katinka Haltvik, salah satu pemain bola tangan perempuan dari Norwegia.

embed from external kumparan

Federasi olahraga bola tangan Norwegia benar-benar mendukung keputusan para atletnya. "Saya mendapat pesan 10 menit sebelum pertandingan mulai, mereka bilang kalau akan mengenakan busana yang mereka anggap nyaman dan puas. Dan mereka mendapatkan dukungan sepenuhnya dari kami," pungkas Kåre Geir Lio.

embed from external kumparan

Pihak Menteri Kebudayaan Norwegia juga turut mengkritik keputusan Komisi Disiplin Asosiasi Bola Tangan Eropa. Lewat cuitan di Twitter, mereka mengatakan tindakan tersebut sangat konyol. "Ini sangat konyol! Berapa banyak perubahan sikap yang diperlukan untuk memerangi patriarki di sistem olahraga internasional yang kuno ini," tulis Menteri Kebudayaan Norwegia, Abid Raja.