Mengenal Berbagai Jenis Bekas Jerawat dan Cara Menyembuhkannya

Jerawat masih menjadi salah satu masalah kulit yang paling mengganggu banyak orang. Apalagi, bila muncul bekas jerawat yang sulit dihilangkan dan membuat wajah tidak mulus.
Untuk menghilangkan bekas jerawat yang mengganggu, ada berbagai hal yang bisa kita lakukan. Menurut dr. Shinta Damayanti, SpKK, dermatolog yang membuka praktik di klinik ERHA, ada berbagai cara untuk mengobati bekas jerawat, tergantung jenisnya.
"Jadi, bekas jerawat itu ada beberapa macam. Ada yang kehitaman atau hiperpigmentasi, yang kemerahan atau Eritema Pasca Acne, dan ada pula acne scar," ujar dr. Shinta dalam acara media gathering di ERHA Derma Center Pondok Indah, Jakarta, baru-baru ini.
Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa bekas jerawat dapat terbagi menjadi beberapa golongan. Pertama, golongan parut atrofi yang berbentuk ice pick scar (segitiga), rolling scar (lengkungan), dan boxcar (kotak). Kedua, golongan hipertrofik dan keloid yang berbentuk penebalan kulit pada wajah.
Menurut Healthline, bekas luka atrofi terbentuk di bawah kulit, karena kulit tidak bisa melakukan regenerasi dengan baik. Akibatnya, muncul bekas luka yang tak seimbang pada wajah. Sementara, menurut situs Acne Support, jenis bekas jerawat hipertrofik dan keloid muncul karena pertumbuhan jaringan fibrosa yang berlebih, sebagai efek penyembuhan dari jerawat. Umumnya, keloid atau parut hipertrofik akan terjadi pada bagian kulit yang tebal, seperti punggung, dada, dan bahu.
Cara menyembuhkan bekas jerawat
Selanjutnya, dr. Shinta mengatakan bahwa ada berbagai cara untuk menghilangkan bekas jerawat, tergantung dari jenisnya. Menurutnya, bekas berbentuk hiperpigmentasi masih dapat dihilangkan dengan krim. Namun, untuk jerawat dengan bentung cekung (masuk dalam golongan atrofi), harus dilakukan tindakan tambahan.
"Itu harus dibantu dengan tindakan, karena kita harus merangsang kolagen dan elastin, supaya dia menjadi lebih landai. Bagaimana caranya? Mau tidak mau dibuat perlukaan (permukaan wajah)," ungkap dr. Shinta.
Akan tetapi, pada dasarnya, bekas jerawat lebih sulit ditangani daripada jerawat itu sendiri. Sehingga, kita disarankan tidak melakukan manipulasi pada wajah saat sedang berjerawat, termasuk dengan tidak memencet jerawat maupun melakukan facial saat wajah masih dipenuhi jerawat.
“Saya minta kepada para pasien untuk tidak memencet wajah saat berjerawat. Ini akan menimbulkan berbagai acne scar (bekas jerawat),” tegas dr. Shinta.
