Mengenal Jeanine Anez, Eks Presiden Bolivia yang Mencoba Bunuh Diri di Penjara
·waktu baca 3 menit

Presiden ke-66 Bolivia, Jeanine Anez, tengah menjadi sorotan dunia usai dilaporkan melakukan percobaan bunuh diri di dalam penjara. Mantan presiden itu konon melukai dirinya sendiri dengan memotong area di sekitar pergelangan tangan kirinya pada Sabtu (21/8) waktu setempat.
Mengutip Reuters, kabar tersebut disampaikan oleh pengacara Anez, Norka Cuellar, kepada media lokal setelah polisi melaporkan tindakan yang termasuk ke dalam percobaan bunuh diri tersebut. Dalam wawancara itu, Cuellar menyebut bahwa tindakan Anez dilakukan sebagai upaya untuk meminta tolong.
“Ini adalah permintaan tolong dari sang mantan presiden. Ia merasa sangat dilecehkan,” kata Cuellar seperti dikutip dari Reuters.
“Dokter datang dan menemukan Anez dengan luka-luka sayatan. Di pergelangan tangan kirinya ada tiga luka sayatan dan telah dijahit,” tambahnya.
Mantan presiden negara Amerika Latin itu ditahan awal tahun ini, karena dituduh terlibat kudeta untuk menggulingkan pemerintahan eks presiden Evo Morales pada 2019 silam.
Namun, Anez dengan tegas membantah seluruh tuduhan tersebut dan mengatakan bahwa ia adalah korban dari persekusi politik. Saat ini, Anez masih berada di penjara sembari menunggu persidangan.
Mengenal lebih dekat Jeanine Anez
Mengutip Pagina Siete, perempuan yang memiliki nama lengkap Jeanine Anez Chaves ini lahir di kota kecil San Joaquin, Beni Department, Bolivia pada 13 Juni 1976. Ia adalah anak bungsu dari tujuh bersaudara. Kedua orang tuanya adalah seorang guru dan hidup sangat sederhana.
Anez dilaporkan pernah menempuh pendidikan di Autonomous University of the Beni Jose Ballivian, Bolivia dan lulus sebagai Sarjana Hukum dan Ilmu Hukum pada 1991. Setelah lulus, ia pun bekerja sebagai presenter sebuah media di Bolivia hingga akhirnya ditunjuk menjadi direktur di perusahaan media tersebut.
Pada 2006, Anez terjun ke politik dan bergabung dengan Democrat Social Movement atau Partai Gerakan Sosial Demokrat. Setelah itu, ia pun menjabat sebagai anggota Majelis Konstituante dari 2006 hingga 2008.
Empat tahun kemudian, tepatnya pada 2010, ia terpilih menjadi senator. Sebagai seorang senator, pekerjaan sehari-harinya berfokus pada isu seputar hak-hak perempuan, terutama menangani kekerasan terhadap perempuan.
Pada November 2019, Anez mengangkat dirinya sebagai presiden setelah Evo Morales mengundurkan diri sebagai presiden Bolivia. Pengangkatan Anez sebagai presiden itu tanpa dihadiri partai politik pendukung Morales di parlemen dan tanpa memenuhi kuorum sesuai konstitusi Bolivia, demikian seperti dikutip dari CNN.
Meski demikian, Mahkamah Konstitusi Bolivia mendukung Anez sebagai presiden sementara negara itu. Selain itu, sejumlah negara besar anti Morales juga memberikan selamat dan mengakui kepemimpinan Anez. Negara-negara itu adalah Amerika Serikat, Inggris, dan Brasil.
“Kami menyambut baik penunjukan Anez dan dia menyampaikan niatnya untuk mengadakan pemilu segera. Pemilu bebas dan adil akan membangun kembali demokrasi bagi rakyat Bolivia,” kata Kantor Kementerian Luar Negeri Inggris dalam sebuah pernyataan resmi pada 2019, seperti dikutip dari CNN.
Anez sendiri menjadi presiden sementara Bolivia selama setahun, dari November 2019 hingga November 2020. Jeanine Anez juga menjadi presiden perempuan kedua, setelah Lidia Gueiler Tejada yang memerintah sejak 1979 hingga 1980.
=======
Anda bisa mencari bantuan jika mengetahui ada sahabat atau kerabat, termasuk diri anda sendiri, yang memiliki kecenderungan bunuh diri.
Informasi terkait depresi dan isu kesehatan mental bisa diperoleh dengan menghubungi dokter kesehatan jiwa di Puskesmas dan Rumah Sakit terdekat, atau mengontak sejumlah komunitas untuk mendapat pendampingan seperti LSM Jangan Bunuh Diri via email janganbunuhdiri@yahoo.com dan saluran telepon (021) 9696 9293, dan Yayasan Pulih di (021) 78842580.
