Pengaruh Vaksinasi Covid-19 terhadap Siklus Menstruasi Perempuan
ยทwaktu baca 3 menit

Lebih dari ribuan dosis vaksin Covid-19 sudah didistribusikan ke seluruh dunia. Meski vaksin Covid-19 kini sudah tersedia, masih dibutuhkan waktu bagi sebagian besar penduduk dunia untuk mendapatkannya.
Namun, meski penting untuk melindungi diri dari virus corona, vaksin Covid-19 juga disertai dengan berbagai efek samping. Misalnya, Vaksin AstraZeneca telah dikaitkan dengan kasus pembekuan darah serius yang jarang terjadi, sementara Inggris baru-baru ini menambahkan peradangan jantung yang langka ke daftar efek samping Vaksin Pfizer dan Moderna.
Selain itu, efek samping vaksinasi juga dirasakan pada siklus dan periode menstruasi perempuan. Badan Pengatur Obat dan Produk Kesehatan Inggris menemukan lebih dari 13.000 laporan mengenai perempuan yang mengalami perubahan periode menstruasi setelah disuntik vaksin Covid-19.
Kaitan Vaksin Covid-19 dan Siklus Menstruasi
Informasi yang diperoleh The Times menunjukkan bahwa di Inggris, Medicines & Healthcare Products Regulatory Agency menerima hampir 4.000 laporan terkait perubahan siklus menstruasi setelah vaksin Covid-19 yang dilakukan pada tanggal tertentu. Dari jumlah tersebut, 2.734 kasus terjadi setelah vaksin Oxford-AstraZeneca, 1.158 terjadi setelah vaksin Pfizer-BioNTech, dan 66 terjadi setelah vaksin Moderna.
Dalam laporan tersebut, banyak yang mengatakan bahwa menstruasi mereka menjadi lebih berat dan terkadang lebih lama. Sayangnya, hingga kini belum diketahui apakah ada faktor yang terkait yang menyebabkan perubahan siklus menstruasi. Namun, para ahli sedang mempertimbangkan beberapa hipotesis.
Hipotesis dari Para Ahli
Dr Katie Lee, seorang peneliti pasca doktoral di Divisi Ilmu Kesehatan Masyarakat di Fakultas Kedokteran Universitas Washington di St. Louis, AS, juga merasakan sendiri perubahan pada siklus menstruasinya setelah menerima vaksin Covid-19.
Dikutip dari website Pharmaceutical Technology, Dr Lee menduga vaksin sebetulnya tidak mempengaruhi hormon manusia, melainkan bekerja pada sistem inflamasi atau hematologis dalam tubuh. Ia mengaitkan proses biologis dan hormon yang berpengaruh pada proses kekebalan tubuh dan peradangan lainnya. Saat menstruasi dinding rahim kita mengalami regenerasi sel dan pembentukan sehingga berpengaruh pada sistem kekebalan tubuh.
Seseorang yang sudah memiliki kelainan yang mungkin mempengaruhi pendarahan dan pembekuan atau pernah memiliki masalah dengan pendarahan dan pembekuan di masa lalu, bisa saja mengalami perubahan siklus menstruasi. Maka dari itu, jika kamu memiliki masalah terkait hal ini, alangkah lebih baik untuk mendiskusikannya dahulu dengan dokter sebelum mendapatkan vaksin.
Faktor stres juga bisa menjadi hal yang dicurigai. Hormon kortisol, yang disebut juga sebagai hormon stres, dapat mempengaruhi menstruasi dan menyebabkan perubahan siklus menstruasi.
Meski begitu, Dr Lee mengatakan kejadian pasca vaksinasi hanya berdampak sementara pada siklus menstruasi. Namun, jika kamu mengalami efek samping yang berat atau cukup mengganggu sehabis vaksin dan ini berlangsung lebih dari satu hari, jangan ragu untuk melakukan pemeriksaan di rumah sakit. Ingat jangan pernah mengabaikan kondisi kesehatan, semua hal harus ditangani dengan tepat dan cepat untuk mencegah komplikasi.
Penulis : Adonia Bernike Anaya
