Penting, Ini Alasan Overthinking Tak Baik untuk Kesehatan Mental
·waktu baca 1 menit

Sejak lama, kata overthinking cenderung dikaitkan dengan sesuatu yang negatif. Bagaimana tidak, menurut kamus Merriam Webster, definisi overthinking adalah 'thinking too much about something' atau memikirkan sesuatu secara berlebihan.
Seseorang yang melakukan overthinking akan memikirkan segala kemungkinan sebelum melakukan tindakan atau mengambil keputusan. Memikirkan sesuatu secara berlebihan bisa menyita waktu dan energi yang dapat memicu kecemasan dalam diri.
Saat overthinking, otak akan dihantui oleh perasaan apakah hal yang kamu lakukan benar atau salah. Kondisi ini bisa mengganggu kesehatan mental karena kamu tak lagi berfokus memikirkan solusi, tetapi terjebak dalam pikiran yang sama berulang kali. Jika tidak segera diatasi, overthinking bisa membuat kamu merasakan anxiety atau keresahan dan depresi.
Selain itu, ketika overthinking, kita bisa menghambat penyelesaian masalah dan tidak mencari solusi. Kondisi ini bisa mengarah pada ruminasi dan khawatir. Ruminasi sendiri merupakan kecenderungan untuk terus memikirkan hal yang sudah berlalu. Misalnya, dalam kasus ujian, kita akan berpikir bisa mendapatkan nilai bagus kalau sebelumnya sudah belajar dua kali lipat lebih giat. Sedangkan khawatir adalah kondisi di mana kita memikirkan prediksi yang negatif.
Ruminasi dan khawatir yang terus dirasakan bisa berujung menjadi catastrophizing, sebuah bentuk distorsi kognitif. Saat mengalami catastrophizing, kita akan memiliki pikiran yang kurang rasional, melebih-lebihkan sesuatu dan tidak bisa menemukan solusi.
Menurut laporan Forbes, kondisi overthinking yang sudah berlebihan akan dikaitkan dengan masalah kesehatan mental seperti keresahan dan depresi. Meski begitu, masih belum bisa diketahui pasti mana yang terjadi lebih dulu. Seseorang mengalami overthinking lalu jadi depresi, atau kita depresi terlebih dulu, kemudian berujung pada overthinking.
Namun yang bisa diketahui pasti adalah overthinking bisa menjadi lingkaran setan yang sulit terputus. Kita yang mengalami overthinking sering kali tidak menyadarinya karena merasa itu sudah merupakan kebiasaan sehari-hari.
Jika kita mengalami tahap awal overthinking dan masih bisa menyadarinya, kita bisa mengatasinya dengan mengalihkan pikiran dan melakukan berbagai kegiatan positif. Melakukan olahraga, meditasi, hingga memikirkan keberhasilan yang diraih selama ini bisa membantu kita untuk berhenti merasa khawatir dan memikirkan sesuatu secara berlebihan.
Jadi setiap kali menghadapi kegagalan dan kita tak bisa tidur di malam hari, karena memikirkan kemungkinan-kemungkinan yang bisa terjadi, segera sadari bahwa semua sudah terjadi. Satu-satunya hal yang bisa dilakukan adalah mempelajari kesalahan dan berusaha melakukan yang terbaik di lain kesempatan. Maafkan diri sendiri dan berjanji untuk tidak menyerah dalam berusaha.
