Rajin Minum Kopi Bisa Kurangi Risiko Depresi pada Perempuan

Sebagian dari kita mungkin terbiasa untuk mengonsumsi kopi setiap hari. Ada di antara kita yang meminum kopi agar terjaga di pagi hari, ada pula di antara kita yang memilih untuk minum kopi di siang hari untuk mendapatkan tenaga tambahan.
Beruntungnya, kopi ternyata tidak sekadar berfungsi untuk membuat kita terjaga. Kopi juga disebut memiliki beberapa efek yang baik bagi kesehatan perempuan, termasuk dapat mengurangi risiko demensia dan depresi. Meski tidak secara spesifik menyebutkan kandungan yang dapat membantu mengurangi timbulnya risiko penyakit tersebut, berbagai penelitian menunjukkan bahwa kopi memang memiliki manfaat bagi kesehatan.
Menurut situs resmi John Hopkins Medicine, sebuah studi menyatakan bahwa para peminum kopi memiliki kemungkinan yang lebih kecil untuk meninggal akibat beberapa penyakit yang umum menyerang perempuan, seperti sakit jantung koroner, stroke, diabetes, juga gangguan ginjal. Selain itu, penelitian lainnya menyebutkan bahwa perempuan berusia 65 tahun ke atas yang mengonsumsi 2-3 gelas kopi sehari lebih mungkin untuk terhindar dari demensia, dibandingkan mereka yang tidak.
Kemudian, menurut Business Insider Singapore, sebuah survei yang melibatkan lebih dari 50.000 perempuan menunjukkan, mengonsumsi setidaknya satu gelas kopi per minggu bisa mengurangi risiko depresi hingga 15 persen. Sementara, mereka yang mengonsumsi 2-3 gelas kopi per hari memiliki risiko 20 persen lebih rendah untuk terkena depresi.
Akan tetapi, kita juga perlu memastikan untuk minum kopi dalam dosis yang tidak berlebihan. Kita disarankan untuk tidak minum lebih dari 2-5 gelas kopi sehari, dengan maksimum 400 miligram kafein. Bila mengonsumsi lebih dari ini, dikhawatirkan akan terjadi beberapa gangguan dalam tubuh, seperti meningkatnya detak jantung, tekanan darah, terjadinya rasa cemas dan kesulitan untuk tidur. Selain itu, perempuan yang sedang hamil dan menyusui juga perlu berkonsultasi dengan praktisi kesehatan, untuk memastikan dosis kafein yang boleh dikonsumsi.
Bagaimana menurut Anda, Ladies?
