Kumparan Logo

Sarah Mullally, Perempuan Pertama yang Ditunjuk sebagai Uskup Agung Canterbury

kumparanWOMANverified-green

ยทwaktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Uskup London, Sarah Mullally. Foto: Yui Mok / POOL / AFP
zoom-in-whitePerbesar
Uskup London, Sarah Mullally. Foto: Yui Mok / POOL / AFP

Sarah Mullally ditunjuk sebagai Uskup Agung Canterbury ke-106 pada Jumat (3/10). Penunjukannya ini resmi menjadikan Mullally sebagai perempuan pertama yang mengisi peran tersebut dalam sejarah Gereja Inggris.

Melalui rilis pers Pemerintah Inggris, Raja Charles III telah menyetujui pencalonan Yang Mulia Uskup Agung telah menyetujui pencalonan Yang Mulia Uskup Agung dan Yang Terhormat Sarah Mullally D.B.E. untuk dipilih sebagai Uskup Agung Canterbury.

Mullally akan secara resmi dilantik pada upacara Pengukuhan Pemilihan di Katedral St. Paul pada Januari 2026.

Sarah Mullally akan menjadi Pemimpin spiritual Gereja Anglikan

Uskup London, Sarah Mullally. Foto: Ben STANSALL / AFP

Mullally akan memimpin Persekutuan Anglikan di seluruh dunia yang terdiri atas sekitar 85 juta anggota di 165 negara. Persekutuan Anglikan merupakan asosiasi internasional gereja-gereja yang mengikuti tata cara ibadah dan ajaran gereja Inggris.

Persekutuan Anglikan memiliki perbedaan yang signifikan dengan Katolik, contohnya dalam hal pengakuan terhadap kepemimpinan. Anglikan merupakan bagian dari persekutuan gereja-gereja yang tidak memiliki otoritas pusat. Meskipun Raja Charles III secara resmi menjabat sebagai kepala Gereja Inggris, persekutuan ini menganggap Uskup Agung Canterbury sebagai pemimpin spiritual dan Primus Inter Pares alias yang pertama di antara yang sederajat.

Sementara itu, Katolik memegang otoritas Paus. Selain itu, keduanya juga memiliki perbedaan dalam keyakinan tentang imamat. Banyak gereja Anglikan terbuka bagi laki-laki dan perempuan untuk diangkat menjadi imam, tetapi gereja Katolik menegaskan bahwa hanya laki-laki yang bisa menerima sakramen Imamat Suci.

Sebelum Mullally ditunjuk, kursi pemimpin tertinggi di Gereja Inggris kosong selama hampir setahun. Kekosongan itu terjadi karena Uskup Agung ke-105, Justin Welby, mengundurkan diri akibat skandal perlindungan anak.

Siapa itu Sarah Mullally?

Uskup London, Sarah Mullally. Foto: Ben STANSALL / AFP

Perempuan kelahiran 1962 tersebut pada awalnya membangun karier di dunia kesehatan, ia pernah menjadi seorang Kepala Perawat Inggris yakni posisi perawat tertinggi di negara tersebut pada 1999 ketika usianya 37 tahun. Melalui posisi itu, Sarah Mullally kembali mencatat rekor sebagai orang termuda yang pernah ditunjuk menjadi Kepala Perawat Inggris.

Sebelumnya, pada 1999 ia mulai mengikuti pelatihan untuk menjadi pendeta Anglikan dan ditahbiskan pada tahun 2002. Ia pun meninggalkan jabatannya sebagai Kepala Perawat untuk mengejar pelayanan penuh waktu pada tahun 2004. Lalu, pada 2018 ia ditetapkan sebagai Uskup perempuan pertama London. Selama menjabat sebagai Uskup London, Sarah Mullally dikenal dengan pandangannya yang progresif, seperti mendukung pemberkatan pasangan sesama jenis.

Penulis: Zulfa Salman

BACA JUGA: Pemimpin Tertinggi Gereja Inggris Mundur Akibat Skandal Pelecehan Seksual