Kumparan Logo

Studi Inggris: Risiko Kematian Akibat Kanker Serviks Anjlok Berkat Vaksin HPV

kumparanWOMANverified-green

·waktu baca 3 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ilustrasi Vaksin. Foto: Pormezz/Shutterstock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Vaksin. Foto: Pormezz/Shutterstock

Studi terbaru yang dipublikasikan di jurnal The Lancet mengungkap, vaksin HPV berhasil menurunkan risiko kematian akibat kanker serviks pada perempuan muda di Inggris. Bahkan, risikonya menurun drastis hingga nyaris nol kasus.

Dikutip dari The Guardian, studi tersebut dilakukan oleh peneliti dari Queen Mary University of London (QMUL) dan didanai oleh Cancer Research UK. Para peneliti menganalisis data kematian dan vaksinasi kanker pada perempuan usia 20–34 tahun. Analisis data tersebut dilakukan untuk memperkirakan dampak vaksinasi HPV pada perempuan.

Menurut studi yang terbit pada Juni 2026, perempuan yang sudah divaksinasi HPV di usia remaja awal (12–13 tahun) memiliki nol risiko meninggal dunia akibat kanker serviks sebelum usia 30 tahun. Sementara itu, risiko kematian akibat kanker serviks pada perempuan usia 30–34 tahun berada di angka 63 persen.

Ilustrasi Vaksin HPV. Foto: StanislavSukhin/Shutterstock

Studi ini juga mengungkap penemuan besar. Untuk pertama kalinya dalam sejarah, tidak ada perempuan usia 20–24 tahun di Inggris yang meninggal dunia akibat kanker serviks. Data ini dikumpulkan dari periode 2020–2024.

Lewat penelitian ini, para peneliti pun menyimpulkan bahwa vaksin HPV berhasil menyelamatkan ratusan nyawa perempuan dari kanker serviks.

“Sungguh kabar menggembirakan bahwa tidak ada perempuan berusia 20–24 tahun yang meninggal dunia akibat kanker serviks di penjuru Inggris selama 2020–2024. Pencapaian ini terjadi berkat hampir 90 persen perempuan Gen Z divaksinasi HPV lewat program imunisasi sekolah dan program tambahan,” jelas peneliti studi dan Profesor Epidemiologi Kanker di Queen Mary University of London, Peter Sasieni, dikutip dari situs resmi kampus.

Ilustrasi vaksin HPV. Foto: sergey kolesnikov/Shutterstock

Peter menekankan, ini merupakan studi pertama yang menyorot dampak vaksinasi HPV terhadap mortalitas kanker serviks.

“Selama lebih dari dua dekade, tim kami telah mengumpulkan bukti untuk menunjukkan bahwa virus HPV (human papillomavirus) menyebabkan kanker serviks dan vaksinasi dapat mencegah infeksi, perubahan prakanker, dan penyakitnya itu sendiri,” kata Peter.

Peter menjelaskan, sejak diperkenalkan di Inggris pada 2008, vaksin ini sudah mencegah kematian pada hampir 200 perempuan di Inggris.

“Namun, ini hanyalah puncak dari gunung es. Seiring dengan bertambahnya usia generasi penerima vaksinasi, kita akan melihat lebih banyak lagi nyawa yang diselamatkan dari kanker serviks. Sungguh luar biasa, satu suntikan bisa hampir mengeliminasi satu jenis kanker,” ucapnya.

Ilustrasi kanker serviks. Foto: Shutterstock

Dia menegaskan, riset ini menunjukkan betapa krusialnya vaksinasi HPV dalam melindungi lebih banyak lagi perempuan dari kanker serviks.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) sendiri memiliki strategi global dalam mengentaskan kanker serviks, yaitu per 2030, seluruh negara di dunia harus memvaksinasi setidaknya 90 persen anak perempuan dengan vaksin HPV di usia 15; melakukan skrining pada 70 persen perempuan; dan mengobati 90 persen perempuan yang mengidap penyakit serviks.