3 Obat Pusing untuk Ibu Hamil yang Aman Dikonsumsi

·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Mama Rempong tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Bagi Mama yang sedang hamil, keluhan pusing tentunya sering Mama rasakan. Mama bisa minum obat pusing untuk ibu hamil untuk meredakan gejala ini.
Gejala pusing pada ibu hamil bisa disebabkan oleh beberapa faktor yang berbeda, mulai dari dehidrasi, anemia, kekurangan nutrisi, perubahan hormon, dan kadar gula darah rendah.
Guna meredakan gejala pusing yang mengganggu, ada beberapa obat yang bisa Mama konsumsi. Namun, Mama mungkin khawatir dalam memilih obat pusing untuk ibu hamil.
Pasalnya, tidak semua obat dapat dikonsumsi oleh ibu hamil. Akan tetapi, tidak perlu khawatir, ada beberapa jenis obat pusing yang diperbolehkan untuk diminum oleh ibu hamil selama dianjurkan oleh dokter.
Di bawah ini, terdapat berbagai jenis obat pusing untuk ibu hamil yang mungkin akan diresepkan oleh dokter. Yuk simak daftarnya, Ma!
Obat Pusing untuk Ibu Hamil
Dirangkum dari berbagai sumber, berikut berbagai obat pusing untuk ibu hamil yang aman untuk dikonsumsi.
1. Obat Piridoksin dan Doksilamin
Melansir dari Parents, kombinasi obat piridoksin dan doksilamin adalah jenis obat yang aman dikonsumsi oleh ibu hamil. Obat ini biasanya diberikan untuk meredakan gejala pusing pada ibu hamil.
Tak hanya itu, obat ini bekerja efektif untuk mengurangi gejala morning sickness yang mungkin Mama rasakan selama kehamilan.
Mama perlu mengonsumsi obat ini sesuai aturan pakai yang ditetapkan dokter. Biasanya, obat ini dianjurkan untuk diminum 2-3 kali sehari.
Mama mungkin akan merasakan efek samping tertentu, seperti mengantuk, mulut kering, gangguan pencernaan, nyeri otot, dan ruam usai mengonsumsi obat ini.
2. Diphenhydramine
Diphenhydramine adalah jenis obat antihistamin atau penurun reaksi alergi. Obat ini bekerja untuk mengurangi respons imun tubuh terhadap paparan alergen, seperti serbuk sari, debu, dan lain-lain.
Mengutip dari Healthline, ibu hamil rentan terhadap alergi. Beberapa reaksi alergi yang bisa dirasakan oleh ibu hamil adalah pusing, sakit kepala, gatal-gatal, mual, dan lain-lain.
Tidak hanya digunakan untuk mengurangi pusing akibat alergi, ibu hamil juga bisa mengonsumsi obat ini jika pusing akibat di perjalanan atau ketika bergerak terlalu aktif.
Meskipun efektif dalam mengurangi gejala pusing, Mama sebaiknya tetap melakukan konsultasi dengan dokter terlebih dahulu sebelum mengonsumsinya.
3. Parasetamol
Disadur dari Mayo Clinic, parasetamol atau asetaminofen adalah obat yang bisa meredakan pusing pada ibu hamil. Mama bisa mengonsumsi obat ini selama penggunaannya tidak lebih dari 2-3 tablet selama seminggu.
Obat parasetamol juga bisa mengurangi beberapa keluhan pada Mama, seperti sakit kepala, demam, nyeri otot, dan lain-lain.
Meskipun obat ini dapat diperoleh Mama dengan mudah, Mama sebaiknya didiskusikan terlebih dahulu dengan dokter sebelum mengonsumsinya ya, Ma.
Nah, itu dia beberapa jenis obat pusing untuk ibu hamil. Sebelum menggunakannya, Mama dianjurkan untuk mendiskusikannya dengan dokter ya, Ma.
Dokter akan mengecek kondisi kesehatan Mama dan janin, mendiagnosis gejala dan penyebabnya, serta meresepkan obat yang tepat untuk Mama. Jangan lupa untuk mengonsumsi obat yang diresepkan dokter sesuai dosis dan aturan pakainya ya, Ma!
(SAI)
Frequently Asked Question Section
Apa contoh obat untuk morning sickness?

Apa contoh obat untuk morning sickness?
Obat piridoksilin dan domiksilin bekerja efektif untuk mengurangi gejala morning sickness selama kehamilan.
Bagaimana cara kerja obat antihistamin?

Bagaimana cara kerja obat antihistamin?
Obat ini bekerja untuk mengurangi respons imun tubuh terhadap paparan alergen, seperti serbuk sari, debu, dan lain-lain.
Berapa batas obat parasetamol untuk ibu hamil?

Berapa batas obat parasetamol untuk ibu hamil?
Ibu hamil bisa mengonsumsi obat ini selama penggunaannya tidak lebih dari 2-3 tablet selama seminggu.
