Konten dari Pengguna

Anak 2 Tahun Belum Bisa Bicara, Apa Penyebabnya?

Mama Rempong

Mama Rempong

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Mama Rempong tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Anak 2 tahun belum bisa bicara baisanya disebabkan oleh gangguan pada tumbuh kembangnya. Foto: Pexels.com
zoom-in-whitePerbesar
Anak 2 tahun belum bisa bicara baisanya disebabkan oleh gangguan pada tumbuh kembangnya. Foto: Pexels.com

Anak 2 tahun belum bisa bicara? Kondisi ini tentunya membuat Mama sebagai orang tua khawatir. Mengingat anak berusia 2-3 tahun pada umumnya sudah bisa mempunyai kemampuan berbicara yang sederhana.

Anak biasanya akan mengembangkan kemampuan berbicaranya seiring ia bertambah usia. Sayangnya, terdapat beberapa kondisi yang membuat anak terlambat berbicara (speech delay).

Untuk memahami terkait kondisi speech delay atau anak terlambat bicara, Mama bisa menyimak penjelasan di bawah ini.

Penyebab Anak 2 Tahun Belum Bisa Bicara

Anak berusia 2 tahun biasanya memiliki kemampuan berbicara yang sederhana. Foto: Pexels.com

Mengutip dari Mayo Clinic, anak yang berusia 2-3 tahun biasanya mempunyai kemampuan berbicara sederhana, yakni membuat 2-3 frasa atau satu kalimat. Ia telah memahami paling tidak 50 kosa kata.

Pada usia ini juga, ia sudah bisa menyebut "Papa", "Mama", dan namanya sendiri. Ia juga mampu merangkai mengekspresikan perasaan dan keinginannya, seperti "Mau susu" dan lain sebagainya.

Sayangnya, beberapa anak bisa mengalami hambatan pada perkembangan kemampuan berbicaranya akibat gangguan tumbuh kembang anak tertentu. Kondisi ini dikenal dengan speech delay.

Mengutip dari laman Healthline, berikut beberapa kondisi yang menyebabkan anak 2 tahun belum bisa bicara atau speech delay.

1. Developmental Expressive Language Disorder (DELD)

Developmental expressive language disorder (DELD) adalah kondisi yang mana anak mempunyai masalah dalam mengekspresikan perasaan dan pikirannya melalui berbicara, gestur tubuh, ataupun menulis. Sampai saat ini, belum diketahui penyebab dari gangguan ini.

2. Receptive Language Disorder

Penyebab selanjutnya adalah receptive language disorder atau gangguan bahasa reseptif. Pada gangguan ini, anak mengalami kesulitan dalam memahami bahasa dan kata yang ia dengar.

Anak juga mungkin sering mendengar kata-kata tersebut, tetapi sulit untuk menghubungkannya dengan artinya. Maka dari itu, ia menjadi sulit untuk berbicara.

3. Apraxia of Speech (AOS)

Apraksia adalah gangguan neurologis yang mempengaruhi kemampuan seseorang dalam mengendalikan gerakan tubuhnya. Salah satu jenis apraksia adalah apraxia of speech yang ditandai dengan sulitnya seorang anak dalam menggerakkan bibir, rahang, atau lidahnya dengan benar. Akibatnya, ia sulit untuk mengucapkan kata-kata tertentu.

4. Disartria

Disartria adalah gangguan motorik. Kondisi ini disebabkan oleh tubuh anak tidak mampu mengkoordinasikan atau mengontrol otot yang digunakan untuk menggerakkan mulut saat berbicara. Distratia biasanya disebabkan oleh cedera otak atau gangguan neurologis.

5. Cerebral Palsy (CP)

Salah satu penyebab anak 2 tahun belum bisa bicara adalah cerebral palsy. Foto: Pixabay.com

Cerebral palsy (CP) adalah penyakit yang disebabkan oleh adanya gangguan pada gerakan dan koordinasi otot tubuh. Tidak hanya mempengaruhi kemampuan berbicara, kondisi ini juga mempengaruhi penglihatan, pendengaran, dan peraba.

6. Gangguan Pendengaran sejak Kecil

Gangguan pendengaran sejak kecil atau dini juga membuat anak susah berbicara. Hal ini disebabkan ia tidak pernah mendengar kata-kata yang diucapkan, sehingga ia tidak bisa meniru, memahami, dan menggunakan kata-kata tersebut.

Itulah beberapa penyebab anak umur 2 tahun belum bisa bicara. Jika Mama khawatir dengan kondisi anak kamu, Mama bisa melakukan konsultasi dengan dokter. Sehingga, dokter akan melakukan diagnosis terkait kondisi yang dimilikinya.

(SAI)

Frequently Asked Question Section

Apakah anak umur 2 tahun harus bisa bicara?
chevron-down

Mengutip dari Mayo Clinic, anak yang berusia 2-3 tahun biasanya mempunyai kemampuan berbicara 2-3 frasa atau satu kalimat. Ia telah memahami paling tidak 50 kosa kata.

Apa yang dimaksud dengan Developmental expressive language disorder?
chevron-down

Developmental expressive language disorder (DELD) adalah kondisi yang mana anak mempunyai masalah dalam mengekspresikan perasaan dan pikirannya melalui berbicara, gestur tubuh, ataupun menulis.

Apa itu apraksia?
chevron-down

Apraksia adalah gangguan neurologis yang mempengaruhi kemampuan seseorang dalam mengendalikan gerakan tubuhnya