Konten dari Pengguna

Apa Itu NIPT Test? Berikut Penjelasannya

Mama Rempong

Mama Rempong

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Mama Rempong tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

NIPT test adalah salah satu pemeriksaan kehamilan. Foto: Pexels.com
zoom-in-whitePerbesar
NIPT test adalah salah satu pemeriksaan kehamilan. Foto: Pexels.com

NIPT test adalah salah satu tes kehamilan yang dianjurkan untuk dilakukan pada trimester pertama kehamilan. Mengapa demikian? Pemeriksaan ini bertujuan untuk melihat ada tidaknya masalah yang dimiliki oleh janin.

NIPT sendiri merupakan kepanjangan dari Non Invasive Prenatal Test. Sesuai dengan namanya, pemeriksaan kehamilan ini dilakukan secara noninvasif atau dilakukan dari luar tubuh.

Banyak dari ibu hamil yang mengabaikan pemeriksaan ini, padahal NIPT penting untuk dilakukan agar dapat mendeteksi ada masalah genetik pada janin.

Jika Mama tertarik untuk melakukan tes ini, ada beberapa hal yang perlu Mama ketahui. Yuk simak ulasan seputar tes NIPT di bawah ini.

Apa Itu NIPT Test?

NIPT test adalah tes kehamilan untuk mengidentifikasi kelainan genetik pada janin. Foto: Pexels.com

Dikutip dari Healthline, non invasive prenatal test atau NIPT test adalah pemeriksaan kehamilan yang dilakukan untuk memperkirakan ada tidaknya kelainan genetik pada janin yang tengah dikandung oleh ibu hamil.

Kelainan genetik yang dimaksud sendiri biasanya berupa kelainan kromosom, seperti trisomi 21, trisomi 18, dan trisomi 13 dan kondisi yang disebabkan oleh kromosom X dan Y yang hilang atau ekstra. Masalah ini sekiranya dapat menyebabkan perkembangan janin hingga dewasanya terganggu.

Pada umumnya, tes NIPT dilakukan pada trimester pertama kehamilan atau tepatnya pada usia kehamilan 10 minggu.

Siapa yang Membutuhkan Tes NIPT?

NIPT sebenarnya dianjurkan oleh dokter jika ibu hamil memiliki risiko menurunkan kelainan genetik pada bayi. Selain itu, dokter juga menganjurkan tes NIPT dilakukan oleh:

  • Ibu hamil yang berusia di atas 35 tahun ke atas saat melahirkan

  • Riwayat pribadi atau keluarga dengan masalah kelainan genetik selama kehamilan

  • Kelainan kromosom pada orang tua

Bagaimana prosedur NIPT Dilakukan?

NIPT test dilakukan dengan pengambilan darah pada ibu hamil. Foto: Pexels.com

NIPT dilakukan dengan pengambilan darah sederhana, Ma. Jadi, Mama tidak perlu khawatir terkait adanya risiko yang membahayakan kesehatan Mama dan janin.

Setelah darah Mama diambil, sampel darah akan dikirimkan ke laboratorium untuk dilakukan analisis dan pemeriksaan.

Biasanya, hasil dari NIPT akan keluar dalam waktu 8-14 hari. Hasilnya diperoleh dengan menentukan jumlah cfDNA atau sel genetik ibu dan janin.

Tes ini akan melihat kromosom spesifik untuk melihat apakah persentase cfDNA dari masing-masing kromosom ini dianggap "normal."

Jika berada pada kisaran yang standar, maka hasil yang keluar adalah negatif. Artinya, janin tidak atau berisiko rendah memiliki masalah genetik yang disebabkan oleh kelainan kromosom.

Namun, jika cfDNA berada lebih dari ukuran standar, ini bisa menghasilkan nilai positif. Ini menandakan bahwa janin memiliki risiko mengembangkan kelainan kromosom.

Penting diingat bahwa NIPT tidak selamanya akurat, Ma. Tes ini merupakan salah satu tes yang dilakukan untuk mengidentifikasi adanya kelainan genetik pada janin.

Mama bisa mengikuti beberapa tes kelainan genetik lainnya untuk mengecek keakuratan dari hasil tersebut.

(SAI)

Frequently Asked Question Section

Apa kepanjangan NIPT?

chevron-down

NIPT sendiri merupakan kepanjangan dari Non Invasive Prenatal Test.

Apa tujuan NIPT test?

chevron-down

NIPT sendiri merupakan kepanjangan dari Non Invasive Prenatal Test.

Apa saja jenis kelainan kromosom?

chevron-down

Kelainan genetik yang dimaksud sendiri biasanya berupa kelainan kromosom, seperti trisomi 21, trisomi 18, dan trisomi 13 dan kondisi yang disebabkan oleh kromosom X dan Y yang hilang atau ekstra