Bolehkah Bayi 6 Bulan Dikasih Garam? Ini Jawabannya

·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Mama Rempong tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ketika si kecil sudah bisa makan MPASI, Mama tentunya sangat ingin mengajarkan beragam cita rasa, termasuk asin dari garam. Namun, Mama mungkin bertanya-tanya bolehkah bayi 6 bulan dikasih garam.
Sebagian Mama tentunya merasa makanan tidak menggunakan garam terasa tidak enak. Namun, hal ini bisa berbeda dengan si kecil, Ma.
Pada dasarnya, si kecil dibolehkan makan makanan bergaram, tetapi hanya pada usia yang matang dan dengan takaran yang pas.
Saat si kecil mulai bisa makan, sebagian dari Mama mungkin berkeinginan untuk menambahkan garam pada menu MPASI. Lantas, bolehkah bayi 6 bulan dikasih garam?
Yuk cari tahu jawabannya dengan menyimak informasi penting terkait pemberian garam pada bayi 6 bulan di bawah ini.
Bolehkah Bayi 6 Bulan Dikasih Garam?
Natrium adalah salah satu mineral yang terdapat dalam garam. Mineral ini penting bagi siapa saja, termasuk bayi untuk mendukung fungsi organ dan menjaga kesehatan tubuh.
Ketika si kecil berusia di bawah 6 bulan, ia memperoleh asupan natrium dari ASI atau susu formula saja. Nah, saat dia beranjak usia 6-12 bulan, si kecil bisa mencukupi kebutuhan natrium hariannya dengan mengonsumsi makanan tertentu.
Meskipun demikian, si kecil yang berusia 6 bulan sebaiknya tidak diberikan natrium tambahan karena ia dapat memperolehnya dari makanan segar atau menu MPASI yang sehat, bukan makanan olahan.
Dikutip dari Healthline, maka dari itu bayi berusia 6 bulan tidak dianjurkan untuk mengonsumsi garam. Si kecil sebaiknya tidak diberikan garam selama ia berusia 12 bulan.
Pada saat usianya mencapai 1 tahun, Mama bisa menambahkan 1/2 sendok teh garam hingga ia berusia 4 tahun. Dosis ini dinilai aman demi mencegah gangguan kesehatan pada si kecil.
Apa Dampak Memberikan Garam pada Bayi 6 Bulan?
Meskipun garam mengandung mineral penting, Mama sebaiknya tidak memberi garam kepada si kecil yang 6 bulan. Mengutip dari Very Well Family, ada beberapa gangguan kesehatan pada bayi yang bisa disebabkan oleh asupan garam yang berlebih, di antaranya:
Kerusakan ginjal: Ginjal si kecil belum berfungsi dengan baik dalam menyaring kandungan garam berlebih. Jika garam terus-menerus diberikan, hal tersebut bisa berpotensi menyebabkan kerusakan ginjal
Tekanan darah tinggi: Asupan natrium yang tinggi bisa meningkatkan tekanan darah tinggi pada si kecil. Tekanan darah tinggi sejak dini bisa membuat si kecil berisiko terkena penyakit jantung,
Sistem kekebalan tubuh yang melemah: Mengonsumsi terlalu banyak garam membuat ginjal bekerja terlalu keras, melepaskan zat ke dalam tubuh yang menghambat fungsi sistem kekebalan tubuh.
Nah, itulah penjelasan mengenai pemberian garam. Intinya, jangan tambahkan garam pada MPASI bayi 6 bulan ya, Ma. Mama bisa melatihnya untuk mempelajari cita rasa baru dengan memberikan berbagai menu MPASI yang sehat.
(SAI)
Frequently Asked Question Section
Apa itu natrium?

Apa itu natrium?
Natrium adalah salah satu mineral yang terdapat dalam garam. Mineral ini penting bagi siapa saja, termasuk bayi untuk mendukung fungsi dan menjaga kesehatan tubuh.
Berapa sendok garam untuk anak di bawah 4 tahun?

Berapa sendok garam untuk anak di bawah 4 tahun?
Pada saat usianya mencapai 1 tahun, Mama bisa menambahkan 1/2 sendok teh garam hingga ia berusia 4 tahun. Dosis ini dinilai aman guna menjaga kesehatan si kecil.
Bagaimana bayi mencukupi kebutuhan natriumnya?

Bagaimana bayi mencukupi kebutuhan natriumnya?
Ketika si kecil berusia di bawah 6 bulan, ia memperoleh asupan natrium dari ASI atau susu formula saja. Nah, saat dia beranjak usia 6-12 bulan, si kecil bisa mencukupi kebutuhan natrium hariannya dengan mengonsumsi makanan tertentu.
