Bolehkah Memelihara Kucing saat Hamil? Berikut Penjelasannya

·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Mama Rempong tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ma, pasti Mama pernah mendengar bahwa ibu hamil sebaiknya tidak memelihara kucing saat hamil. Hal ini disebut-sebut dapat membahayakan kesehatan Mama dan janin yang tengah Mama kandung.
Mendengar hal tersebut, Mama yang mempunyai kucing di rumah tentunya menjadi khawatir. Lantas, benarkah memelihara kucing saat hamil bisa berbahaya bagi kehamilan?
Nah, guna mengetahui jawabannya, yuk pelajari bersama informasi seputar memelihara kucing saat hamil di bawah ini, Ma!
Bolehkah Memelihara Kucing saat Hamil?
Saat ini, ada banyak anggapan bahwa memelihara kucing saat hamil berbahaya bagi kehamilan sebab bisa meningkatkan risiko komplikasi yang mengancam kesehatan ibu hamil maupun janin dalam kandung. Lantas, benarkah seperti itu?
Menurut American College of Obstetricians and Gynecologists, pada dasarnya, ibu hamil boleh-boleh saja memelihara kucing selama kucingnya tersebut dalam keadaan sehat, terawat, serta terjaga kebersihannya.
Hal ini berbeda jika Mama sering berada di lingkungan atau di sekitar kucing yang tidak terawat ataupun kucing liar. Kucing yang tidak terawat dengan baik bisa meningkatkan risiko penularan yang membahayakan kehamilan, Ma.
Mama juga perlu berhati-hati pada kotoran kucing saat hamil. Maka dari itu, ibu hamil tidak disarankan untuk membersihkan kotoran kucing secara langsung.
Mengapa demikian? Karena kotoran kucing ditakutkan terkontaminasi atau tercampur dengan parasit yang berbahaya, yakni Toxoplasmosis gondii..
Apabila ibu hamil terpapar parasit ini melalui membersihkan kotoran hewan, ibu hamil memiliki risiko infeksi toksoplasmosis. Mengutip dari Pregnancy Birth and Baby, toksoplasmosis adalah gangguan infeksi akibat parasit yang menular dari kotoran hewan maupun tanah.
Mama yang sedang mengandung perlu menghindari hal ini karena infeksinya bisa mempengaruhi dan menyerang janin dalam kandungan.
Apabila tidak segera diobati, toksoplasmosis bisa mengakibatkan kelainan kongenital atau penyakit bawaan lahir, lahir prematur, atau bahkan meninggal di dalam kandungan.
Cara Memelihara Kucing saat Hamil yang Aman
Meskipun Mama diperbolehkan untuk memelihara kucing, ada baiknya Mama menerapkan cara merawat kucing dengan baik untuk mencegah infeksi toksoplasmosis. Caranya ialah:
Memastikan kandang kucing bersih dan terawat dengan baik. Jika kandangnya kotor akibat feses kucing, sebaiknya Mama meminta orang lain untuk membersihkannya
Hindari kontak langsung dengan tanah di sekitar rumah. Takutnya, tanah tersebut telah tercampur dengan kotoran kucing saat ia beraktivitas di luar ruangan
Jangan biarkan kucing peliharaan bermain di luar rumah. Hal ini penting agar ia tidak terinfeksi penyakit dari hewan lain
Jangan memberikan kucing peliharaan daging mentah atau setengah matang yang mungkin saja mengandung parasit. Berikan makanan khusus kucing yang banyak dijual di pasaran.
Itu dia penjelasan seputar memelihara kucing saat hamil. Apabila Mama ingin merawat kucing, cobalah untuk melakukan cara-cara di atas agar kesehatan Mama tetap terjaga dengan baik.
(SAI)
Frequently Asked Question Section
Apa itu toksoplasmosis?

Apa itu toksoplasmosis?
Mengutip dari Pregnancy Birth and Baby, toksoplasmosis adalah gangguan infeksi akibat parasit yang menular dari kotoran hewan maupun tanah.
Apa bahaya toksoplasmosis

Apa bahaya toksoplasmosis
Apabila tidak segera diobati, toksoplasmosis bisa mengakibatkan kelainan kongenital atau penyakit bawaan lahir, lahir prematur, atau bahkan meninggal di dalam kandungan.
Amankah memelihara kucing saat hamil?

Amankah memelihara kucing saat hamil?
Menurut American College of Obstetricians and Gynecologists, pada dasarnya, ibu hamil boleh-boleh saja memelihara kucing selama kucingnya tersebut dalam keadaan sehat, terawat, serta terjaga kebersihannya.
