Cara Merawat Luka Sunat yang Bisa Dicoba

·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Mama Rempong tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Siapa Mama-Mama yang masih bingung dengan cara merawat luka sunat? Informasi satu ini penting untuk dipahami, bahkan kalau bisa sebelum jagoan kecil kita disunat ya, Ma.
Nantinya, dengan perawatan yang tepat, kita bisa menghindari anak dari risiko infeksi yang bisa saja muncul, meskipun faktanya menunjukkan bahwa kemungkinan terburuk itu kecil banget.
Dari yang Mama baca di laman resmi milik Perhimpunan Dokter Spesialis Kulit dan Kelamin Indonesia (Perdoski), sunat atau khitan sendiri adalah tindakan membuang kulup atau kulit yang menutupi ujung penis.
Umumnya, pada sunat bayi atau sunat anak, bahkan sunat dewasa, penis yang disunat itu membutuhkan waktu beberapa hari untuk sembuh. Awalnya, sunat memang hanya dilakukan karena menjadi kewajiban seseorang dalam agama tertentu saja.
Baca juga: Bagaimana Cara Merawat Luka Sunat pada Bayi?
Namun, bersamaan dengan berkembangnya ilmu pengetahuan, diketahui bahwa proses ini dapat memberikan beragam manfaat pada kaum laki-laki.
Sunat membantu menghindari risiko terjadinya infeksi, mencegah kanker penis, mencegah infeksi saluran saluran kemih atau fimosis, serta mencegah pasangan atau anak dari serangan penyakit kanker serviks.
Manfaat yang penting banget kan, Ma? Dengan melakukan sunat, bisa juga sampai berdampak pada pasangan atau anak. Jadi, akan lebih baik untuk memastikan anak laki-laki kita disunat, ya. Lalu, bagaimana cara merawat luka sunatnya?
Cara Merawat Luka Sunat
Cara Merawat Luka Sunat
Masih dari Perdoski, ada beberapa cara merawat luka sunat yang bisa kita coba nih, Ma. Apa saja? Berikut uraian selengkapnya.
1. Menjaga Kebersihan
Cara pertama yang bisa dilakukan, jagalah kebersihan penis anak. Kamu bisa mencuci lembut penisnya setiap kali mandi menggunakan air bersih. Sementara pada bayi, setiap kali Mama-Mama mengganti popoknya, usap dengan lembut penisnya menggunakan kasa yang telah direndam air hangat terlebih dahulu.
2. Mengoleskan Salep
Umumnya, dokter akan memberi salep khusus yang harus diaplikasikan pada luka yang sudah dibersihkan, Ma. Hal ini berguna untuk menghindari kerak luka menempel pada popok atau celana.
3. Pakaikan Celana atau Popok yang Longgar
Setelah salep dioles, pakaikan celana atau popok yang longgar agar penis enggak terlalu tertekan. Beberapa dokter menyarankan, dalam waktu-waktu tertentu, penis yang disunat sebaiknya dibiarkan terbuka agar lukanya cepat kering.
4. Pertimbangkan Obat Penghilang Rasa Sakit untuk Bayi
Pada bayi, tentunya kita akan lebih sulit mengerti apa yang dia rasakan. Pertimbangkan dan minta saran pada dokter untuk obat penghilang rasa sakit, jika bayi kamu kelihatan kesakitan.
Umumnya, luka akibat proses sunat atau khitan akan sembuh dalam kisaran 7 sampai 10 hari. Bila enggak kunjung sembuh, Mama-Mama bisa mengamati beberapa gejala di bawah ini yang memungkinkan adanya risiko infeksi.
Perdarahan yang membasahi dan mengotori kasa, balutan luka, ataupun darah berwarna segar yang mengalir terus menerus.
Ujung penis merah dan membengkak.
Anak mengalami demam.
Timbul lecet dan bernanah.
Anak tidak buang air kecil dalam 12 jam setelah disunat.
Bila sudah ditemukan beberapa gejala itu, jangan mengulur waktu, segera bawa anak ke dokter untuk pemeriksaan dan tindakan medis lebih lanjut ya, Ma.
Meskipun nantinya luka sunat itu sudah sembuh, Perdoski juga menekankan agar kita sebagai orang tua mengajarkan kepada anak untuk tetap menjaga kebersihan alat kelaminnya itu.
Mama-Mama bisa mengajarkan mereka untuk sedikit menarik kulit punggung penis dengan lembut, lalu membersihkan area di bawahnya.
Sementara pada bayi, kitalah yang harus cermat dalam menjaga kebersihannya sampai mereka cukup umur untuk diajari dan membersihkan sendiri.
Sekian Ma, informasi yang bisa dibagikan kali ini. Semoga bisa bermanfaat, ya!
Baca juga: Ciri-ciri Luka Sunat Mau Sembuh dan Tips agar Cepat Pulih
(TMA)
