Keguguran tapi Janin Belum Keluar, Apa yang Terjadi?

·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Mama Rempong tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Apa yang terjadi ketika keguguran tapi janin belum keluar? Kondisi ini menunjukkan adanya kondisi incomplete miscarriage atau keguguran yang belum selesai.
Keguguran tentunya bukanlah kondisi yang diharapkan ya, Ma. Sayangnya, beberapa ibu hamil bisa mengalaminya akibat beberapa faktor.
Keguguran biasanya ditandai dengan pendarahan dari vagina yang tidak wajar dan diikuti dengan cairan atau jaringan janin dari rahim. Namun, pada beberapa kasus, jaringan janin bisa saja belum keluar.
Mengapa demikian? Yuk simak penjelasan selengkapnya mengenai kondisi keguguran tapi janin belum keluar di bawah ini.
Keguguran tapi Janin Belum Keluar
Keguguran kondisi ketika berhenti atau hilangnya kehamilan yang ditandai dengan kematian embrio atau janin dalam rahim.
Keguguran biasanya terjadi pada usia kehamilan di bawah 20 minggu atau sebelum 5 bulan, tetapi tidak menutup kemungkinan keguguran bisa terjadi pada trimester 3 (keguguran terlambat).
Pada umumnya, keguguran ditandai dengan keluarnya jaringan rahim dari vagina. Namun, beberapa orang tidak mengalami kondisi keluarnya jaringan rahim berupa janin dan jaringan lainnya ketika keguguran.
Keguguran tapi janin belum keluar merupakan kondisi yang menandakan keguguran tidak lengkap atau belum selesai (incomplete miscarriage).
Mengutip dari laman Parents, incomplete miscarriage adalah keguguran dengan kondisi janin telah meninggal dalam kandungan, tetapi tubuh ibu belum mengeluarkannya.
Mengapa dikatakan tidak lengkap? Karena proses pengeluaran jaringan dari rahim ketika keguguran belum selesai.
Keguguran juga dikatakan tidak lengkap karena adanya proses pendarahan dan serviks mulai melebar, tetapi jaringan dalam lahir masih tertinggal di dalam rahim.
Gejala Keguguran tapi Janin Belum Keluar
Keguguran tidak lengkap ini biasanya terjadi pada trimester pertama. Beberapa gejala dari keguguran tidak lengkap adalah:
Sakit punggung dan pinggang
Perut terasa kram dan nyeri
Hilangnya beberapa gejala yang dirasakan saat awal kehamilan, seperti mual dan nyeri payudara
Pendarahan hebat dari vagina
Penyebab Keguguran tapi Janin Belum Keluar
Mengutip dari Very Well Family, 50-70% kasus keguguran disebabkan oleh masalah genetik pada janin yang sedang berkembang.
Di samping itu, ada beberapa faktor risiko yang bisa membuat ibu hamil mengalami keguguran tidak lengkap, seperti:
Kelainan pada bentuk rahim
Amniosentesis, prosedur yang dilakukan pada wanita yang berisiko melahirkan anak cacat
Penyakit jantung bawaan
Paparan zat berbahaya dari lingkungan sekitar
Gangguan sistem kekebalan tubuh
Faktor gaya hidup yang buruk, seperti merokok, alkohol, dan menggunakan narkoba
Keguguran tidak lengkap sendiri merupakan kondisi yang berbahaya, Ma. Jika janin dan sisa jaringan dalam rahim yang tidak dikeluarkan dapat menyebabkan pendarahan hebat dan berkepanjangan, infeksi pada vagina, serta memicu munculnya kanker serviks.
Keguguran tapi janin belum keluar membutuhkan penanganan langsung dari dokter dan tenaga medis untuk mencegah kondisi yang tidak diinginkan.
(SAI)
Frequently Asked Question Section
Apa itu keguguran?

Apa itu keguguran?
Keguguran kondisi ketika berhenti atau hilangnya kehamilan yang ditandai dengan kematian embrio atau janin dalam rahim.
Apa yang dimaksud dengan keguguran tidak lengkap?

Apa yang dimaksud dengan keguguran tidak lengkap?
Mengutip dari laman Parents, incomplete miscarriage adalah keguguran bila janin telah meninggal dalam kandungan, tetapi tubuh ibu belum mengeluarkannya.
Bahayakah jika keguguran tapi janin tidak keluar?

Bahayakah jika keguguran tapi janin tidak keluar?
Keguguran tidak lengkap sendiri merupakan kondisi yang berbahaya, Ma. Jika janin dan sisa jaringan dalam rahim yang tidak dikeluarkan dapat menyebabkan pendarahan hebat dan berkepanjangan, infeksi pada vagina, serta memicu munculnya kanker serviks.
