Kenapa Bayi 2 Bulan Jarang BAB? Ini Penjelasannya

·waktu baca 4 menit
Tulisan dari Mama Rempong tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Menjadi orang tua, terlebih yang baru memiliki bayi, tentu harus siap menerima banyak kejutan setiap harinya. Semakin bayi bertumbuh kembang. Banyak hal-hal yang bisa membuat Mama dan Papa bingung, kaget, khawatir bahkan panik.
Salah satunya adalah frekuensi BAB (buang air besar) pada bayi yang jarang atau tidak lancar. BAB yang lancar merupakan salah satu tanda pencernaan yang sehat. Banyak orang tua yang mungkin khawatir dan bingung ketika si kecil tidak BAB selama berhari-hari.
Namun, Mama nggak perlu panik ya, karena hal ini normal. Seiring tumbuh kembangnya, ternyata sistem pencernaan ia pun ikut berubah yang bisa mempengaruhi frekuensi BAB nya.
Ada beberapa alasan mengapa bayi jarang buang air besar. Hal ini mungkin akan membuat Mama menjadi khawatir.
Jika si kecil pernah mengalami hal tersebut, jangan khawatir ya, Ma. Berikut penjelasan kenapa bayi 2 bulan jarang BAB yang perlu kamu ketahui.
Kenapa Bayi 2 Bulan Jarang BAB?
MengutipHealthline, bayi yang memasuki usia 2 bulan atau lebih, mengalami perubahan di sistem pencernaan bayi yang akan mempengaruhi frekuensi BAB mereka.
Jika pada fase bayi baru lahir, si kecil BAB setiap hari atau sering, kini akan mulai jarang. Bahkan bisa tidak BAB sampai lima atau tujuh hari.
Selama bayi menyusu dengan normal dan berat badannya bertambah, Mama tidak perlu khawatir tentang seberapa banyak ia BAB. Ini normal terjadi, terutama jika Mama memberikannya ASI eksklusif.
Itu karena ASI memiliki keseimbangan gizi yang sempurna untuk bayi, sehingga seringkali hanya sedikit sekali limbah yang dihasilkan darinya. Kamu tidak perlu khawatir, kecuali jika warna atau konsistensi fesesnya terlihat tidak normal.
Sementara, untuk bayi yang diberi susu formula risiko sembelit akan lebih tinggi. Ini disebabkan feses yang bergerak melalui usus lebih lambat.
Jadi, bayi yang diberi susu formula biasanya lebih jarang buang air besar. Kotoran mereka juga lebih besar dan lebih berbau daripada kotoran bayi yang diberi ASI.
Selama fase baru lahir, bayi yang diberi susu formula mungkin akan buang air besar sekitar tiga atau empat kali sehari. Kemudian, setelah beberapa bulan, frekuensi buang air besar mereka akan berkurang dari satu hingga empat kali sehari, atau bahkan dua hari sekali. Tapi, ini sangat tergantung pada sistem pencernaan unik si kecil.
Tidak BAB Selama Beberapa Hari Apa yang Terjadi?
Frekuensi buang air besar bayi cenderung melambat sekitar 6-8 minggu, baik bayi yang diberi ASI atau susu formula. Ini karena pencernaan mereka yang semakin efisien dan usus yang semakin matang.
Pada titik ini, biasanya tidak menjadi masalah jika si kecil hanya buang air besar satu atau dua kali seminggu.
Meskipun demikian, jika bayi sudah lama tidak buang air besar, Mama perlu memperhatikan hal-hal kecil yang mungkin kerap terlewat. Seperti apakah bayi nyaman terutama setelah menyusu, apakah ia rewel atau tidak nyaman.
Jika, bayi terlihat kehilangan nafsu makan, dan memiliki konsistensi feses yang keras, ia mungkin mengalami konstipasi. Adapun tanda-tanda sembelit lainnya pada bayi baru lahir termasuk pendarahan ringan setelah buang air besar, enggan untuk menyusu, dan membuat wajah tegang saat buang air besar.
Kapan Harus Menemui Dokter?
Jika bayi baru lahir di bawah usia 6 minggu tidak buang air besar sama sekali atau sangat jarang, Mama dapat segera menemui dokter. Dalam beberapa kasus, tidak buang air besar bisa menjadi tanda dari masalah kesehatan. Mama dapat memeriksakan ke dokter jika bayi menunjukkan gejala lain seperti:
Muntah.
Menolak menyusu.
Menangis yang berlebihan.
Perut kembung.
Mengangkat punggung seperti sedang kesakitan.
Demam.
Adanya darah di kotoran bayi.
Saat Mama mendapati darah di kotoran bayi, penting untuk membicarakan hal tersebut dengan dokter. Bayi yang berusia lebih dari 6 minggu terkadang akan mengalami konstipasi.
Hubungi dokter jika bayi tidak buang air besar lebih dari seminggu atau jika ia mengalami konstipasi dengan kotoran yang keras lebih dari sekali atau dua kali.
(ANS)
Frequently Asked Question Section
Mengapa bayi yang diberi susu formula berisiko tinggi mengalami sembelit?

Mengapa bayi yang diberi susu formula berisiko tinggi mengalami sembelit?
Ini disebabkan feses yang bergerak melalui usus lebih lambat. Jadi bayi yang diberi susu formula biasanya lebih jarang buang air besar.
Apakah normal bayi yang diberi ASI jarang BAB?

Apakah normal bayi yang diberi ASI jarang BAB?
Tidak perlu khawatir, ini karena ASI memiliki keseimbangan gizi yang sempurna untuk bayi, sehingga seringkali hanya sedikit sekali limbah yang dihasilkan darinya.
Kapan harus menemui dokter jika bayi jarang BAB?

Kapan harus menemui dokter jika bayi jarang BAB?
Mama dapat mengunjungi dokter jika bayi menunjukkan tanda-tanda seperti muntah, menolak menyusu, menangis yang berlebihan, perut kembung, demam, dan adanya darah di kotoran bayi.
