Pentingnya Pola Asuh Anak dan Remaja di Era Digital yang Tepat

·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Mama Rempong tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Pola asuh anak dan remaja di era digital perlu diterapkan dengan baik oleh Mama sebagai orang tua. Era digital memang sudah tidak bisa dihindari, sehingga Mama perlu beradaptasi dan memilih pola asuh yang tepat dalam terpaan digital.
Peran orang tua sangatlah krusial dalam membimbing anak di era digital kini. Salah satu perannya bisa berupa memilih tontonan atau tayangan sesuai dengan umurnya.
Jangan sampai anak Mama malah menyalahgunakan teknologi digital. Maka dari itu, penting bagi Mama untuk memiliki pola asuh yang sesuai dengan era kini.
Mama juga bisa memanfaatkan teknologi digital dalam mengembangkan dan mendukung tumbuh kembang anak hingga ia remaja.
Lantas, seperti apa pola asuh anak dan remaja di era digital? Yuk simak ulasan selengkapnya di bawah ini.
Pola Asuh Anak dan Remaja di Era Digital
Menurut Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak RI, pola asuh anak dan remaja di era digital berfokus pada pendampingan dan bimbingan kepada anak dalam memanfaatkan gadget.
Dalam menerapkan pola asuh yang tepat, Mama perlu melakukan beberapa langkah. Dirangkum dari Modul Parenting di Era Digital oleh Kemenpppa RI, berikut gaya pola asuh anak dan remaja di era digital yang tepat.
1. Mengawasi Anak dalam Penggunaan Gadget
Penggunaan gadget bisa sangat bermanfaat bagi anak selama Mama bisa mengawasinya dengan baik. Pastikan Mama mengontrol semua jenis informasi yang ia akses setiap hari.
Mama bisa mulai dengan melihat aplikasi apa saja yang ia gunakan, melihat riwayat pencariannya, serta membatasinya untuk menggunakan sosial media sebelum ia cukup umur.
Saat ini, ada banyak aplikasi yang ramah anak serta edukatif yang bisa Mama pasangkan kepada gadget-nya. Tetaplah kontrol penggunaannya agar tidak berlebihan, sehingga tidak mengganggu aktivitas belajarnya.
2. Menetapkan Jadwal Penggunaan Gadget
Meskipun terdengar kaku, Mama tetap perlu membatasi waktu anak dalam menggunakan gadget. Hal ini penting untuk dilakukan agar ia tidak lupa akan prioritasnya.
Menurut American Psychiatric Association, berikut durasi anak bermain gadget berdasarkan usianya:
0-2 tahun: tidak boleh bermain gadget sama sekali
3-6 tahun: 10-20 menit setiap hari
7-10 tahun: 20-60 menit setiap hari
11-12 tahun: maksimal 2 jam per hari
Mama bisa menggunakan acuan di atas dalam menjadwalkan waktu penggunaan gadget untuk anak.
3. Memanfaatkan Gadget sebagai Media Edukasi
Mama juga bisa mendiskusikan kebutuhan gadget pada anak. Misalnya, Mama perlu menegaskan bahwa gadget dibutuhkan sebagai sarana edukasi serta pemenuhan informasi yang dibutuhkan saja.
Mama dapat memulai dengan memanfaatkan gadget sebagai media edukasi untuk anak dalam mempelajari kosakata baru. Mama juga bisa memutar video edukasi yang dapat mengajarkan anak berbagai macam hal.
Pastikan anak terhindar dari informasi yang mengandung unsur kekerasan serta seksualitas. Mama juga bisa mengajaknya untuk berdiskusi terkait apa yang dipelajari dari media tersebut.
4. Mendiskusikan Risiko dan Dampak Penggunaan Gadget secara Berlebihan
Anak dan remaja masa kini selalu membutuhkan hal logis. Jika ia bertanya mengapa Mama melarangnya menggunakan gadget, Mama bisa menjelaskan risiko dan dampak penggunaan gadget yang berlebihan.
Mama dapat menguraikan dampaknya dari sisi kesehatan, pertumbuhan fisik, hingga gangguan perkembangan emosional dan sosialnya. Bantu ia agar memahami hal ini dengan bijak.
5. Stay Up To-Date
Agar Mama mampu membimbing dan mendampingi anak Mama selama menggunakan gadget, usahakan Mama terus belajar terkait teknologi dan informasi terbaru.
Jika tidak, Mama akan mengalami kesulitan dalam memahami kebiasaan anak dalam menggunakan gadget atau bahkan tidak bisa mengawasinya dengan baik lagi.
6. Ajak Anak untuk Melakukan Aktivitas Positif
Membiarkan anak terlalu berlama-lama di dunia maya akan menghambat perkembangan sosialnya, Mama bisa mengajaknya untuk melakukan aktivitas fisik, seperti mendaftarkannya ke kelas atau les untuk mendukung minat dan bakatnya.
7. Tetap Tegas dan Proaktif
Gadget merupakan teknologi digital yang tidak bisa lagi dihindari. Mama perlu memainkan peran penting agar anak tidak terkena dampak negatif dari hal ini.
Mama tetap perlu bersikap tegas serta proaktif dalam mendampingi anak ketika menggunakan gadget.
Itulah kiat-kiat yang perlu Mama lakukan dalam menerapkan pola asuh anak dan remaja di era digital. Semoga dapat membantu ya, Ma!
(SAI)
Frequently Asked Question Section
Apa itu pola asuh anak dan remaja di era digital?

Apa itu pola asuh anak dan remaja di era digital?
Menurut Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak RI, pola asuh anak dan remaja di era digital berfokus pada pendampingan dan bimbingan kepada anak dalam memanfaatkan gadget.
Berapa lama waktu anak menggunakan gadget.

Berapa lama waktu anak menggunakan gadget.
Menurut American Psychiatric Association, durasi anak bermain gadget dibagi berdasarkan usianya. Anak yang berusia 0-2 tahun, mereka tidak boleh bermain gadget sama sekali. Pada anak yang berumur 3-6 tahun, dianjurkan untuk 10-20 menit setiap hari. Untuk anak yang berusia 7-10 tahun, anak dibolehkan menggunakan gadget selama 20-60 menit. Anak berusia 11-12 diperbolehkan menggunakan gadget maksimal 2 jam per hari
Bagaimana cara memanfaatkan gadget untuk mendukung belajar anak?

Bagaimana cara memanfaatkan gadget untuk mendukung belajar anak?
Mama dapat memulai dengan memanfaatkan gadget sebagai media edukasi untuk anak dalam mempelajari kosakata baru. Mama juga bisa memutar video edukasi yang dapat mengajarkan anak berbagai macam hal.
