Konten dari Pengguna

Penyebab GTM pada Anak dan Cara Mengatasinya

Mama Rempong

Mama Rempong

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Mama Rempong tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi gerakan tutup mulut. Foto: Shuterstock.com
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi gerakan tutup mulut. Foto: Shuterstock.com

Gerakan Tutup Mulut atau GTM adalah salah satu masalah yang mungkin tengah Mama hadapi saat ini, apalagi jika anak mulai belajar makan.

Gerakan Tutup Mulut (GTM) sendiri merupakan kondisi ketika anak menolak makan dengan cara menutup mulutnya. Kondisi ini tentunya membuat Mama khawatir dan cemas karena ia tidak mau makan.

GTM adalah kondisi yang sebaiknya tidak dibiarkan, Ma. Pasalnya, kondisi ini dapat mengganggu tumbuh kembang anak karena kebutuhan nutrisi anak tidak terpenuhi dengan baik.

Nah, guna mengetahui cara mengatasinya, simak ulasan seputar penyebab GTM pada anak dan cara mengatasinya di bawah ini ya, Ma.

Penyebab GTM pada Anak

Salah satu penyebab GTM adalah kebiasaan makan yang tidak benar serta pemberian makanan yang tidak sesuai. Foto: Shutterstock.com

Mengutip dari laman Ikatan Dokter Anak Indonesia, penyebab GTM pada anak yang paling utama adalah kebiasaan makan yang tidak benar serta pemberian makanan yang tidak sesuai.

Di samping itu, penyebab GTM lainnya adalah sebagai berikut:

  • Kebiasaan memilih-memilih makanan atau picky eater. Hal ini membuat anak mungkin tidak mau makan makanan tertentu

  • Takut untuk mencoba makanan baru atau neophobia. Anak mungkin akan sulit untuk mencoba makanan baru.

  • Sudah merasa kenyang karena porsi berlebihan

  • Kehilangan nafsu makan akibat beberapa kondisi, seperti sembelit, demam, radang tenggorokan

  • Kelelahan dan tidak mempunyai energi untuk melakukan aktivitas fisik, termasuk makan

  • Gangguan pada lambung atau sistem pencernaan, seperti penyakit celiac dan radang usus

  • Trauma, misal mengalami tersedak makanan tertentu.

  • Avoidant Restrictive Food Intake Disorder (ARFID) adalah salah satu jenis gangguan makan pada anak yang membuat anak membatasi jumlah dan jenis makanan yang ingin ia konsumsi

Cara Mengatasi GTM pada Anak

Salah satu cara mengatasi GTM adalah memberikan porsi makan yang tepat pada anak. Foto: Shutterstock.com

Dikutip dari Healthline, ada beberapa cara yang bisa Mama lakukan untuk mengatasi GTM pada anak, di antaranya adalah sebagai berikut:

  1. Memberikan porsi makan yang sesuai. Hal ini akan membantunya untuk belajar makan sesuai dengan kemampuan anak. Ini juga bisa menghindarkannya dari paksaan yang bisa saja membuat ia stres.

  2. Jauhkan ia dari berbagai hal yang bisa mengganggu fokusnya saat makan, seperti TV ataupun gadget. Bantu ia untuk fokus melihat makanannya.

  3. Jangan atur waktu makan dan tidur secara berdekatan. Rasa kantuknya bisa saja membuat anak tidak tertarik untuk makan

  4. Hindari kebiasaan memarahi atau membentak anak ketika ia tidak ingin makan

  5. Buat suasana makan menjadi lebih menyenangkan agar ia senang ketika melahap makan

  6. Ajak anak untuk menyiapkan makanan bersama

  7. Hindari memberi anak makanan ringan atau cemilan terlalu banyak. Hal ini bisa membuatnya kenyang dan tidak ingin makan lagi

  8. Pelajari setiap kebiasaan makan anak.

Itu dia berbagai cara mengatasi GTM pada anak. Lakukan cara-cara ini jika anak memiliki kondisi ini ya, Ma.

GTM pada anak adalah kondisi yang perlu ditangani agar anak mendapatkan nutrisi yang dibutuhkan dalam rangka tumbuh kembangnya ya, Ma.

(SAI)

Frequently Asked Question Section

Apa itu GTM?

chevron-down

Gerakan Tutup Mulut (GTM) sendiri merupakan kondisi ketika anak menolak makan dengan cara menutup mulutnya

Apakah GTM berbahaya?

chevron-down

GTM adalah kondisi yang sebaiknya tidak dibiarkan, Ma. Pasalnya, kondisi ini dapat mengganggu tumbuh kembang  anak  karena kebutuhan nutrisi anak tidak terpenuhi dengan baik.

Apa itu ARFID?

chevron-down

Avoidant Restrictive Food Intake Disorder (ARFID) adalah salah satu jenis gangguan makan pada anak yang membuat anak membatasi jumlah dan jenis makanan yang ingin ia konsumsi