Konten dari Pengguna

Penyebab Lidah Pahit saat Hamil dan Cara Menanganinya

Mama Rempong

Mama Rempong

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Mama Rempong tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi ibu hamil merasakan lidah pahit saat hamil. Foto: Thinstock.com
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi ibu hamil merasakan lidah pahit saat hamil. Foto: Thinstock.com

Ma, sedang merasakan lidah pahit saat hamil? Kondisi ini memang kerap dialami oleh ibu hamil, Ma.

Lidah ataupun mulut yang pahit adalah kondisi yang normal terjadi, Ma. Kondisi ini pada umumnya disebabkan oleh perubahan hormon yang terjadi selama kehamilan.

Sayangnya, keluhan ini bisa membuat Mama kehilangan nafsu makan yang pastinya akan berdampak pula pada kesehatan janin. Oleh sebab itu, ada baiknya Mama segera mengatasinya sebelum Mama mengalami kekurangan nutrisi.

Nah, di bawah ini ada penjelasan seputar penyebab lidah pahit saat hamil dan cara menanganinya. Yuk disimak informasinya, Ma!

Penyebab Lidah Pahit saat Hamil

Lidah pahit saat hamil bisa menyebabkan ibu hamil kehilangan nafsu makan. Foto: Shutterstock.com

Saat Mama hamil, hormon estrogen dan progesteron Mama akan mengalami peningkatan secara alami. Hal ini wajar dan normal terjadi, Ma.

Perubahan hormon ini akan menyebabkan Mama merasakan beberapa keluhan selama hamil, seperti mual dan muntah selama kehamilan berlangsung. Selain itu, perubahan hormon juga bisa menyebabkan dysgeusia.

Dysgeusia umumnya adalah kondisi ketika seseorang mengeluhkan rasa logam, pahit, asin, manis, dan rasa tidak enak pada lidah atau mulut.

Dikutip dari Healthline, lidah pahit saat hamil juga disebabkan oleh beberapa penyebab, di antaranya adalah sebagai berikut:

  • Konsumsi suplemen atau vitamin tertentu selama hamil

  • Konsumsi obat-obatan tertentu, baik obat yang dijual bebas atau atas dasar anjuran dokter

  • Demam, pilek, dan infeksi pada mulut

  • Sindrom mulut kering

  • Diabetes

  • Gingivitis atau peradangan pada bagian gusi

  • Gangguan pada ginjal dan hati

  • Kanker atau menerima pengobatan kanker

  • Paparan bahan kimia dan bahan-bahan berat

Jika Mama tidak merasa keluhan lain yang menyertainya, maka Mama tidak perlu khawatir soal lidah terasa pahit saat hamil.

Cara Menangani Lidah Pahit saat Hamil

Salah satu cara menangani lidah pahit saat hamil adalah perbanyak minum air putih. Foto: Pixabay.com

Bagi Mama yang merasakan keluhan lidah pahit saat hamil, ada baiknya Mama segera menanganinya untuk mengembalikan nafsu makan Mama yang hilang karena ini.

Nafsu makan berkurang adalah kondisi yang perlu dihindari selama kehamilan karena bisa menyebabkan tubuh Mama kekurangan gizi, begitu pula dengan janin.

Mama bisa melakukan cara-cara di bawah ini untuk menangani lidah pahit saat hamil, di antaranya adalah:

  • Konsumsi permen mint atau permen karet rendah gula. Permen mint dapat menetralkan rasa pahit di lidah, sedangkan permen karet bisa merangsang produksi air liur, sehingga bisa menghilangkan rasa pahit di lidah

  • Makan makanan yang dingin, seperti es krim untuk meredakan rasa pahit di lidah

  • Konsumsi makanan pedas, asam, atau asin untuk menghilangkan rasa aneh di lidah. Namun, konsumsi secukupnya saja ya, Ma.

  • Makan-makanan yang direndam dengan cuka

  • Perbanyak konsumsi air putih untuk menetralkan rasa pahit di lidah.

Itu dia beberapa cara untuk mengatasi lidah pahit saat hamil, Ma. Jika Mama merasakan kondisi ini disertai dengan gejala yang mengganggu, segera periksakan diri ke dokter ya, Ma.

(SAI)

Frequently Asked Question Section

Apa itu dysgeusia?

chevron-down

Dysgeusia umumnya adalah kondisi ketika seseorang mengeluhkan rasa logam, pahit, asin, manis, dan rasa tidak enak pada lidah atau mulut.

Apakah normal perubahan hormon terjadi?

chevron-down

Saat Mama hamil, hormon estrogen dan progesteron Mama akan mengalami peningkatan secara alami. Hal ini wajar dan normal terjadi, Ma.

Apakah lidah pahit saat hamil normal?

chevron-down

Lidah ataupun mulut yang pahit adalah kondisi yang normal terjadi, Ma. Kondisi ini pada umumnya disebabkan oleh perubahan hormon yang terjadi selama kehamilan.