Konten Media Partner

Gunung Lokon di Tomohon Sulut Punya Riwayat Erupsi Berulang Setiap 10 Tahun

Manado Baciritaverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Pengamat Gunung Api Penyelia PVMBG, Farid Ruskanda
zoom-in-whitePerbesar
Pengamat Gunung Api Penyelia PVMBG, Farid Ruskanda

TOMOHON - Gunung Lokon di Kota Tomohon, Sulawesi Utara (Sulut), ternyata merupakan gunung berapi dengan riwayat erupsi berulang dengan siklus 10 tahunan, atau setiap 10 tahun akan terjadi letusan awal.

Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) menyebut Gunung Lokon alami erupsi dengan siklus tahun 1991, 2001, dan 2011.

Pengamat Gunung Api Penyelia PVMBG, Farid Ruskanda, mengatakan jika Gunung Lokon setiap erupsi, memiliki durasi dengan variasi berbeda.

“Pada tahun 1991 letusan berlangsung hanya beberapa bulan, kemudian istirahat sekitar sembilan tahun, baru kemudian kembali meletus pada 2001. Di periode ini, letusan Gunung Lokon berlangsung cukup panjang, yakni hingga tahun 2003 baru reda," ujar Farid.

Farid yang lama bertugas di pos pemantau Gunung Lokon ini, kemudian menjelaskan jika letusan kembali terjadi pada tahun 2011 yang aktivitasnya terus berlangsung hingga 2015.

"Siklus itu setiap 10 tahun ada letusan," kata Farid.

Sementara itu, terkait dengan aktivitas Gunung Lokon yang saat ini kembali aktif, pihaknya telah merekomendasikan adanya pembatasan aktivitas masyarakat.

“Kita imbau agar masyarakat tidak beraktivitas di radius 2,5 kilometer di area Gunung Lokon,” kata Farid kembali.

Sebelumnya, Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) melaporkan aktivitas vulkanik di Gunung Lokon, Kota Tomohon, Sulawesi Utara (Sulut), masih terus terjadi hingga Selasa (9/9) siang.

Berdasarkan pemantauan yang dilakukan, tercatat gempa vulkanik terjadi secara fluktuatif hingga 17 kali setiap enam jam. Adapun status Gunung Lokon saat ini sudah dinaikkan menjadi Level III (Siaga).