Konflik TPA Sumompo: Warga Ancam Bangun Tembok Permanen di Akses Masuk TPA
·waktu baca 2 menit

MANADO - Konflik antara warga di Sumompo dengan Pemerintah Kota Manado terkait penolakan pembangunan Instalasi Pengelolaan Lumpur Tinja (IPLT) terus berlanjut. Bahkan, warga mengancam akan membangun tembok/dinding permanen di pintu masuk TPA.
Lembaga Adat Masyarakat Bantik Buha (LAMBB) bersama warga Sumompo berencana membangun tembok permanen, di mana terlihat bahan-bahan material seperti batu dan semen mulai diturunkan di depan gerbang TPA Sumompo, Kamis (25/9) sore kemarin.
Koordinator Aksi LAMBB, Yasri Badoa, menjelaskan bahwa bahan-bahan material yang terkumpul tersebut merupakan sumbangsih warga.
“Mungkin ada warga yang berempati pada kami, merasa senasib dengan kami, jadi menyumbang batu dan semen. Mereka bilang dibeton saja supaya betul-betul menjadi benteng,” kata Yasri.
Penutupan TPA Sumompo sendiri sebagai bentuk protes terhadap pembangunan Instalasi Pengelolaan Lumpur Tinja (IPLT). Menurut Yasri, penolakan itu akan terus berlangsung hingga Wali Kota Manado datang secara langsung menemui warga.
“Akan kita lakukan hingga bapak Wali Kota Manado menemui undangan kami, dan memastikan pembangunan IPLT ini dihentikan,” katanya tegas.
Penolakan IPLT yang dibangun oleh pemerintah kota Manado bukan tanpa alasan. Yasri menyebut masyarakat keberatan karena tidak adanya sosialisasi yang jelas hingga adanya dugaan kesalahan prosedur.
“Pertama tidak ada sosialisasi, kedua prasyarat aman bagi proyek yang berdampak lingkungan tidak terpenuhi dan ketiga tidak ada kajian AMDAL,” ujarnya kembali.
