Pembangunan IPLT Batal! Diumumkan Langsung Wali Kota Manado di TPA Sumompo
·waktu baca 2 menit

MANADO - Pembangunan Instalasi Pengelolaan Lumpur Tinja (IPLT) batal dilakukan. Hal ini disampaikan langsung oleh Wali Kota Manado, Andrei Angouw kepada warga yang melakukan blokade pintu masuk TPA Sumompo, lokasi yang akan dijadikan tempat IPLT, Jumat (26/9).
Wali Kota yang tiba bersama dengan unsur Forkopimda, mendatangi warga yang masih memblokir pintu masuk ke TPA Sumompo, untuk menggelar dialog termasuk menjelaskan duduk perkara yang akhirnya menyebabkan warga di sekitar TPA Sumompo melakukan aksi pemblokiran selama beberapa hari terakhir.
“Jadi torang so nyanda mo lanjut bekeng (Jadi kami sudah tidak lagi akan melanjutkan pembuatan (IPLT)). Ini juga merupakan hasil rapat dengan Forkopimda,” kata Angouw usai berdialog dengan warga.
Di kesempatan itu, tak hanya warga yang memanfaatkan dialog dengan Wali Kota Manado, para pekerja di TPA juga menyampaikan keluh kesah mereka tentang upah yang minta dinaikkan karena pekerjaan mereka yang berisiko tinggi.
“Kalau itu (permintaan upah) mesti kita anggarkan,” ujar Wali Kota singkat.
Sementara itu, Lembaga Adat Masyarakat Bantik Buha (LAMBB) bersama warga yang melakukan pemblokiran di TPA Sumompo, menyambut sukacita pernyataan dari Wali Kota tersebut.
Koordinator Aksi LAMBB, Yasri Badoa, mengatakan pihaknya puas dengan penyampaian Wali Kota Manado itu. Namun pihaknya tetap menantikan realisasi dari pernyataan tersebut, jangan sampai hanya janji kosong dan diam-diam malah melanjutkan pembangunan.
“Kami akan tetap kawal sampai terealisasi semua yang dijanjikan (Wali Kota),” kata Yasri tegas.
Lebih lanjut, Yasri juga menyampaikan permintaan maaf kepada seluruh warga kota Manado yang terkena imbas penutupan TPA Sumompo selama kurang lebih empat hari, di mana sampah milik warga tak kunjung diangkat oleh truk sampah.
“Kami meminta maaf untuk ketidaknyamanan yang terjadi. Tetapi ini juga bagian dari perjuangan kami. Sekali lagi kami memohon maaf untuk warga kota Manado,” ujarnya kembali.
