kumparan
25 Mar 2019 11:40 WIB

Penjelasan Gerindra soal Pengakuan Prabowo Lahir dari Ibu Nasrani

Calon Presiden nomor urut 02, Prabowo Subianto, menyalami warga dari atas mobil saat kampanye di Kota Manado, Sulawesi Utara, Minggu (24/3)
Capres nomor urut 02, Prabowo Subianto saat kampanye di Kota Manado, Sulawesi Utara, Minggu (24/3), menyampaikan bahwa dirinya lahir dari ibu Nasrani sehingga mustahil untuk mendukung adanya Islam radikal.
ADVERTISEMENT
"Akhir-akhir ini banyak yang panik dan memfitnah saya. Saya dituduh akan melegalkan Islam radikal kalau saya terpilih. Bagaimana bisa, saya ini lahir dari rahim ibu Nasrani, tidak mungkin dukung Islam radikal," kata Prabowo saat kampanye di Lapangan Ternate Baru, Kota Manado, Minggu (24/3)
Ketua DPC Partai Gerindra Kota Manado, Apriano Ade Saerang, angkat bicara terkait pernyataan Prabowo tersebut. Menurutnya, hal itu menegaskan jika tidak ada paham radikalisme di tubuh Partai Gerindra.
"Yang menjadi esensi dari kampanya Pak Prabowo adalah mengkonfirmasi tudingan selama ini. Jelas jika Pak Prabowo tidak pernah mendukung radikalisme," tutur Saerang, Senin (25/3) di Manado.
ADVERTISEMENT
Dikatakan Saerang, sejak umur 18 tahun, Prabowo sudah berjanji dan bersumpah sebagai bagian dari NKRI dan Pancasila, yang tidak ingin Indonesia dicerai-beraikan, apalagi sampai mengganti ideologi Pancasila.
Sementara, terkait pernyataan bahwa Prabowo dilahirkan dari seorang ibu Nasrani, menurut Saerang justru menandakan betapa pluralismenya keluarga dari Prabowo Subianto. Bahkan, menurut Saerang, pernyataan itu adalah bentuk kecintaannya pada daerah Minahasa, sebagai bagian dari keturunannya.
"Pak Prabowo mengatakan dia lahir di rahim seorang ibu Nasrani. Itu disampaikan di depan seluruh umat Islam yang hadir, dimana beliau tetap bangga menjadi separuh darah yang mengalir dari Minahasa," kata Saerang.
ADVERTISEMENT
isa anshar jusuf
Tulisan ini adalah kiriman dari publisher, isi tulisan ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan