Ahli Hukum soal Gugatan Bayi di Album Nirvana: Konyol, Ini Perampasan Uang
ยทwaktu baca 2 menit

Spencer Elden, bayi di sampul album Nevermind yang dirilis Nirvana pada 1991, menggugat band tersebut.
Ahli hukum ikut menanggapi dan menilai gugatan ini "konyol" dan "aneh".
"Aku enggak pernah melihat gugatan sekonyol ini sepanjang karierku. Bukan cuma enggak masuk akal, tapi aku pikir pengacaranya juga akan diteliti hanya karena mengajukan gugatan ini," kata pengacara Jamie White yang pernah menangani kasus mantan dokter tim senam Amerika Serikat, Larry Nassar, dilansir Consequence of Sound.
White menambahkan, gugatan ini bukan tentang eksploitasi seksual anak komersial, melainkan uang.
"Gagasan bahwa sampul album Nirvana untuk tujuan kepuasan seksual adalah sesuatu yang sangat konyol. Ini adalah perampasan uang," lanjut dia.
Sementara, dosen Fakultas Hukum Fordham University, James Cohen bilang, kasus ini enggak bakal sampai ke pengadilan.
"Aku memprediksi kasus ini enggak bakal ke mana-mana," ucapnya.
Di sisi lain, pengacara Spencer Elden, James Marsh menyebut perlawanan terhadap gugatan kliennya itu didasari "pemujaan" terhadap Nirvana dan Kurt Cobain.
"Ini adalah sesuatu yang terjadi tanpa izin Elden dan saat dia enggak bisa memberi persetujuan. Nevermind juga album yang sangat kontroversial, bahkan sejak awal. Faktanya, pengadilan yang akan menentukan ini termasuk pornografi anak atau bukan," jelas Marsh.
Kasus Gugatan Sampul Album Nirvana
Sebelumnya, Spencer Elden yang kini sudah berusia 30 tahun, menggugat Dave Grohl, Krist Novoselic, eks drummer Chad Channing yang bergabung di 1988-1990, fotografer sampul album Kirk Weddle, desainer Robert Fisher, serta label musik Universal Music dan Geffen Records yang bertanggung jawab atas rilisnya Nevermind.
Diajukan pada 24 Agustus 2021, gugatan itu mengeklaim bahwa para terdakwa telah melanggar undang-undang federal mengenai pornografi anak.
"Elden juga menderita cedera dan kerugian seumur hidup, akibat dari eksploitasi seksual anak komersial oleh para terdakwa sejak dia masih di bawah umur, sampai hari ini," lanjut isi gugatan, seperti dilansir NME.
Elden mengeklaim dia tidak pernah menerima kompensasi apa pun setelah kesuksesan Nevermind. Kini dia mencari ganti rugi sebesar USD 150 ribu atau sekitar Rp 2 miliar per terdakwa.
Hingga kini belum ada tanggapan dari pihak Grohl, Novoselic, atau Cobain.
