Pelajar Lebih Stres Selama Pandemi, Psikolog: Mereka Butuh Dukungan Mental

Millennialverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ilustrasi. Foto: Nugroho Sejati/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi. Foto: Nugroho Sejati/kumparan

Psikolog dan dosen Universitas Gajah Mada Novi Poespita Chandra mengatakan, permasalahan yang dihadapi pelajar saat pembelajaran jarak jauh (PJJ) tidak hanya soal keterbatasan akses internet. Tapi juga kesehatan mental yang dapat mempengaruhi pencapaian akademik.

“Ternyata berdasarkan riset dari American College Health Association, 23,2 persen pelajar merasakan kecemasan, 15,4 persen lain merasakan depresi, dan 31,8 persen merasakan stres. Itu semua berdampak pada pencapaian akademis,” terang Novi dalam konferensi pers virtual Glow & Lovely Bintang Beasiswa 2021, belum lama ini.

kumparan post embed

Riset tersebut juga menunjukkan hampir 91 persen pelajar merasakan stres melebihi sebelum masa pandemi.

Maka itu menurutnya, institusi pendidikan perlu membangun dan memperkuat dukungan sosial kepada pelajar.

“Yang terpenting adalah senantiasa memperhatikan kondisi well-being pelajar dan tidak fokus pada capaian akademik saja,” lanjut Novi.

Novi Poespita Chandra, Ph.D dok Glow & Lovely

Dia menambahkan, otak bagian nalar pada manusia yang mendukung proses berpikir dan menyelesaikan masalah, akan optimal ketika individu memiliki well-being baik atau dalam kondisi yang bahagia.

Sebab ketika mengalami gangguan mental atau kesehatan mentalnya turun, seseorang tidak bisa berpikir dan menyelesaikan permasalahan dengan baik. Maka bisa mempengaruhi hal-hal lainnya seperti emosi, stres, depresi, sampai kecemasan.

“Jika hal demikian terjadi, proses belajar yang semula diharapkan dapat menaikkan kompetensi akademik pada akhirnya tidak akan berlangsung secara optimal,” ujar Novi.

Tips Jaga Kesehatan Mental bagi Pelajar

kumparan post embed

Menurutnya, ada enam tips yang bisa diterapkan pelajar agar kesehatan mental selama studi tetap terjaga, sehingga bisa meraih kesuksesan di masa depan.

“Pertama, penting sekali untuk mengenali diri sendiri karena dengan hal ini adik-adik bisa menentukan mimpi apa yang ingin dicapai,” sarannya.

Ke-2, batasi diri dari pikiran negatif dan ke-3 bersyukur dengan apa yang dimiliki.

“Coba catat setiap hari hal-hal positif apa yang sudah dilalui, seperti pengalaman dan pencapaian, sehingga bisa bersyukur apa yang dimiliki,” kata Novi.

kumparan post embed

Ke-4, jadi diri sendiri dan jadi yang terbaik dari versi diri sendiri. Ke-6, percaya dengan kemampuan yang dimiliki karena setiap manusia selalu dibekali dengan keunikan dan kelebihan.

Novi juga menilai, ketahanan dan kemampuan beradaptasi akan menjadi lebih baik jika punya optimisme tinggi.

“Terakhir, kalau misalnya mengalami kegagalan, jangan pernah takut. Karena kegagalan adalah bagian dari proses belajar,” pungkas Co-Founder dari Gerakan Sekolah Menyenangkan itu.

Laporan: Afifa Inak