Kumparan Logo

Daftar Protein yang Tinggi Zat Besi, Bagus untuk MPASI!

kumparanMOMverified-green

ยทwaktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ilustrasi Hati Ayam dan Sapi, protein yang kaya zat besi. Foto: Shutter Stock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Hati Ayam dan Sapi, protein yang kaya zat besi. Foto: Shutter Stock

Saat mulai MPASI, banyak orang tua fokus memberikan makanan yang kaya protein. Namun, tak kalah penting untuk memastikan makanan anak mengandung zat besi, salah satu nutrisi yang berperan besar dalam mendukung tumbuh kembangnya.

Zat besi dibutuhkan tidak hanya oleh bayi yang sedang menjalani MPASI, tetapi juga oleh anak-anak yang lebih besar. Nutrisi ini berperan dalam pembentukan sel darah merah, mengangkut oksigen ke seluruh tubuh, hingga mendukung perkembangan otak.

Menurut Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), zat besi berperan penting untuk meningkatkan perkembangan otak dan fungsi kognitif, menjaga daya tahan tubuh, mencegah anemia, serta membantu mencegah stunting. Karena itu, kecukupan zat besi perlu diperhatikan sejak dini.

Sebaliknya, kekurangan zat besi dapat berdampak negatif pada kecerdasan, perilaku, dan perkembangan motorik anak. Bahkan, dampak kekurangan zat besi yang terjadi pada masa awal kehidupan dapat memengaruhi kemampuan belajar anak di kemudian hari.

Selain itu, zat besi yang berasal dari sumber protein hewani (heme iron) diketahui lebih mudah diserap tubuh dibandingkan zat besi dari sumber nabati (non-heme iron). Oleh karena itu, sumber protein hewani sering direkomendasikan sebagai salah satu pilihan utama untuk memenuhi kebutuhan zat besi anak.

Pilihan Protein Tinggi Zat Besi untuk MPASI

Ilustrasi udang mentah, protein yang tinggi zat besi. Foto: Shutterstock

Berikut beberapa sumber protein hewani tinggi zat besi berdasarkan kandungan per 100 gram bahan pangan:

  • Hati ayam: 15,8 mg zat besi

  • Udang: 8 mg zat besi

  • Hati sapi: 6,6 mg zat besi

  • Telur bebek: 5,4 mg zat besi

  • Telur ayam kampung: 4,9 mg zat besi

  • Ikan teri basah: 3,9 mg zat besi

  • Telur puyuh: 3,5 mg zat besi

  • Telur ayam negeri: 3 mg zat besi

  • Daging sapi: 2,8 mg zat besi

  • Ikan bawal: 2 mg zat besi

  • Daging bebek: 1,8 mg zat besi

  • Daging ayam: 1,5 mg zat besi

  • Ikan tongkol: 1,5 mg zat besi

Meski hati ayam dan hati sapi memiliki kandungan zat besi yang tinggi, pemberiannya tetap perlu disesuaikan dengan kebutuhan anak dan tidak diberikan berlebihan.

Jangan lupa kombinasikan berbagai sumber protein hewani agar asupan nutrisi anak lebih beragam ya, Moms!