Sudirman Said: Anies-Sandi Tetap Akan Hentikan Reklamasi

Janji Anies-Sandi menghentikan kelanjutan proyek reklamasi ditentang Menko Kemaritiman Luhut Pandjaitan. Ketua Tim Sinkronisasi Anies-Sandi, Sudirman Said, menyatakan sikap Anies-Sandi tidak berubah, yakni menolak reklamasi dilanjutkan.
"Sudah jelas bahwa sikapnya Pak Gubernur dan Wakil Gubernur Terpilih ini kan tidak melanjutkan reklamasi. Nah, tugas kami adalah mengkaji bagaimana apa-apa yang sudah terjadi di lapangan itu tetap bermanfaat bagi masyarakat, bagi lingkungan dan juga tidak mengganggu lingkungan hidup," kata Sudirman di Rumah Partisipasi, Jalan Borobudur, Menteng, Jakarta Pusat, Senin (15/5).
Sikapnya sudah jelas bahwa Anies dan Sandi sebagai gubernur dan wakil gubernur terpilih memang policy-nya tidak akan melanjutkan reklamasi.
Sudirman mengatakan akan membangun komunikasi dan berkoordinasi dengan pemerintah pusat, agar kebijakan strategis Anies-Sandi bisa diterima.
Baca juga: Ridwan Saidi: Anies Jangan Khawatir Ancaman Luhut soal Reklamasi

"Kan belum mulai bekerja ya dan pastilah akan ada koordinasi begitu. Akan menata, akan membicarakan kewenangan masing-masing. Apalagi Pak Anies mantan menteri kabinet, jadi pasti punya ruang lebih leluasa untuk berdialog dengan pemerintah pusat," ucapnya.
Baca juga: Sandi: Pak Luhut Senior Kami, Tapi Reklamasi Harus Dihentikan

Sudirman menyebut tim sinkronisasi akan mengadakan sejumlah workshop untuk mengkaji nasib reklamasi ke depan. Ia mendapat pesan dari Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional Indonesia, Bambang Brodjonegoro, untuk melihat reklamasi secara lebih luas.
"Termasuk kita mendapatkan pesan dari Pak Bambang Brodjonegoro lewat media kemarin bahwa, sebaiknya urusan ini tidak fokus pada reklamasi, tapi juga pada pengendalian banjir secara keseluruhan dan itu akan menjadi perhatian dari gubernur dan wakil gubernur terpilih," tutup Sudirman.

Sebelumnya, Luhut Pandjaitan menentang rencana Anies-Sandi yang akan menghentika kelanjutan reklamasi. Luhut mengaku siap berdiskusi jika Anies-Sandi punya data kuat.
Baca juga:
Luhut: Tak Ada Alasan Reklamasi Harus Dihentikan

