Finalisasi Program UMKM Desa Karangrejo: Bukti Keberhasilan Pengabdian UINSA 114
Tulisan dari Muhamad Irsyad Hanafi tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Finalisasi Program Digitalisasi dan Legalitas UMKM Desa Karangrejo Sebagai Bukti Selesai dan Berhasilnya Program Kerja Pengabdian Masyarakat UINSA Kelompok 114 Ngawi.
Pada tanggal 20 Juli 2025 Kelompok 114 Pengabdian Masyarakat Universitas Islam Negeri Sunan Ampel (UINSA) Surabaya menyelesaikan seluruh rangkaian program kerja utama di Desa Karangrejo, Kabupaten Ngawi. Program yang berlangsung sejak akhir Juni hingga pertengahan Juli ini ditutup dengan kegiatan finalisasi berupa pembagian berkas dan akun digital kepada para pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) yang telah mendapatkan pendampingan. Finalisasi tersebut menjadi momentum penting yang menandai berakhirnya pengabdian mahasiswa yang sekaligus disambut antusias oleh masyarakat setempat.
Program kerja utama yang dijalankan Kelompok 114 terbagi dalam dua fokus besar, yaitu digitalisasi dan legalitas usaha. Kedua fokus ini dipilih sebagai bentuk respons atas kebutuhan nyata para pelaku UMKM di Desa Karangrejo yang selama ini masih mengalami kendala dalam menjangkau pasar digital maupun dalam melengkapi dokumen legal usaha. Pendampingan dilakukan secara intensif sejak 30 Juni hingga 15 Juli 2025 yang melibatkan mahasiswa dari berbagai latar belakang keilmuan.
Pada aspek digitalisasi, mahasiswa melakukan pendampingan dalam pembuatan akun Google Maps agar lokasi usaha dapat lebih mudah ditemukan oleh pelanggan. Sebanyak 68 UMKM berhasil dimasukkan ke dalam platform pemetaan digital tersebut. Selain itu, terdapat 18 UMKM yang didampingi dalam pembuatan dan pengelolaan akun Instagram sebagai sarana promosi produk dan brand awareness. Di sisi transaksi keuangan, sebanyak 9 UMKM berhasil difasilitasi untuk membuat QRIS, sehingga mereka kini dapat melayani pembayaran digital dengan lebih efisien dan aman.
Sementara itu, di bidang legalitas usaha, kelompok mahasiswa ini turut membantu proses administratif bagi para pelaku UMKM. Dari total 73 UMKM, tercatat 23 UMKM yang didampingi dalam proses pembuatan Nomor Induk Berusaha (NIB) sebagai bentuk legal formal. Selain itu, 10 UMKM berhasil dibantu dalam mengurus sertifikasi Produksi Pangan Industri Rumah Tangga (PIRT), yang menjadi syarat wajib bagi pelaku usaha makanan dan minuman. Tidak kalah penting, sebanyak 9 UMKM difasilitasi dalam proses sertifikasi halal bekerja sama dengan Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Ngawi.
Finalisasi kegiatan dilakukan pada tanggal 20 Juli 2025. Dalam kegiatan ini, mahasiswa membagikan berkas legalitas seperti NIB, PIRT, dan QRIS dalam bentuk fisik kepada para pelaku usaha. Selain itu, informasi berupa username dan password akun digital seperti Instagram dan QRIS juga diberikan agar pelaku UMKM dapat mengelola secara mandiri. Langkah ini bertujuan untuk memberikan kemandirian jangka panjang bagi UMKM dalam memanfaatkan fasilitas yang telah disiapkan.
Program ini mendapat sambutan hangat dari masyarakat Desa Karangrejo. Banyak pelaku UMKM mengungkapkan rasa terima kasih dan apresiasi atas kehadiran dan kontribusi mahasiswa UINSA yang dinilai sangat membantu dalam pengembangan usaha. Ibu Rosidah dan Bapak Sunardi, pelaku UMKM nasi goreng, menyampaikan, “Terima kasih banyak kepada mas dan mbak KKN yang sudah membantu kami. Kalau tidak dibantu, saya bingung bagaimana mengurusnya. Saya juga sangat butuh dokumen ini.” Hal serupa juga disampaikan Bapak Suratin, pelaku UMKM catering, yang mengatakan, “Semoga mas dan mbak KKN UINSA dimudahkan segala urusannya, dilancarkan kuliahnya, dan dipermudah skripsinya. Saya ucapkan terima kasih banyak sudah dibantu. Semoga dengan mempermudah urusan saya, urusan kalian semua juga dimudahkan oleh Allah.”
Mas Yudi, pelaku UMKM tempe, juga tak bisa menyembunyikan rasa syukurnya. “Saya merasa sangat terbantu dengan apa yang sudah mas dan mbak lakukan terhadap usaha saya. Saya bingung mau balas apa. Intinya saya sangat berterima kasih,” ujarnya.
Keberhasilan Kelompok 114 Pengabdian Masyarakat UINSA dalam menjalankan program ini menunjukkan bahwa peran mahasiswa tidak hanya sebatas akademis, tetapi juga mampu memberikan kontribusi nyata di tengah masyarakat. Dengan pendekatan yang berbasis kebutuhan lokal, program ini berhasil menjembatani kesenjangan antara pelaku UMKM dan akses terhadap teknologi serta legalitas usaha. Desa Karangrejo kini memiliki pondasi yang lebih kuat untuk mengembangkan potensi ekonomi lokal secara berkelanjutan.

