Apakah Benar Thailand Bebas Dari Penjajahan Bangsa Barat?

Mahasiswa aktif Semester 2 Jurusan Pendidikan Sejarah Universitas Jember
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Nabilatus Sa'adah tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan
Thailand adalah salah satu negara yang terbebas dari penjajahan Bangsa Barat. Thailand sering disebut-sebut sebagai satu-satunya negara yang tidak pernah merasakan penjajahan di Asia Tenggara. Apakah negeri dengan sebutan negara Gajah Putih ini benar-benar sepenuhnya terbebas dari pengaruh dan penjajahan bangsa Barat?

Hal ini yang akan jadi pembahasan kita dalam artikel
Dalam beberapa buku pembelajaran, entah itu sekolah dasar maupun sekolah menengah menyebutkan, jika Thailand negara yang tidak pernah dijajah. Sepanjang perjalanan pendidikan saya, kebanyakan pengajar menyebutkan hal yang serupa dengan buku ajar, tetapi pengajartersebut tidak pernah menyebutkan alasan kenapa negara ini tidak pernah dijajah atau sebenarnya negara ini pernah dijajah tapi tidak tertulis dalam buku-buku yang sudah kita pelajari.
Betul atau tidak teman-teman?
Terdapat beberapa faktor yang mendukung negara sehingga negara dengan sebutan Gajah Putih dapat bebas dari cengkraman penjajah.
Berikut faktor yang mempengaruhinya:
1. Kepemimpinan Raja Chulalongkorn
Raja Chulangkorn merupakan bapak modernisasi dari Thailand yang menerapkan beberapa kebijakan agar negaranya aman dari penjajahan bangsabarat. Salah satunya Raja Chulalongkorn membina hubungan diplomasi dengan negara-negara Barat. Selain itu, reformasi internal dilakukan baik karena raja liberal percaya mereka benar dan karena ia bahwa harus menunjukkan kepada kolonial bahwa Sian “beradab” untuk mengindari nasib negara-negara tetangga yang jatuh di bawah pemerintahan kolonial. strategi yang diterapkan oleh raja Chulalongkorn terbukti berhasil untuk melepaskan Thailand dari cengkraman kolonialisasi bangsa Barat.
2. Kekuataan militer yang Kuat
Thailand memiliki kekuataan militer yang kuat sehingga dapat menghadapi serangan-serangan yang dilakukan oleh bangsa Barat terhadap negaranya. Kekuataan militer dibentuk pada masa pemerintahan Raja Mongkut dengan tujuan untuk menghalau kolonialisasi bangsa Barat.
Pembatas wilayah Kolonialisasi Inggris dan Prancis
Selain dua faktor diatas terdapat faktor lain yang menyelamatkan Thailand dari cengkraman kolonialiasi yaitu perjanjian yang dilakukan oleh Inggris dan Prancis menganai wilayah jajahan. Thailand dijadikan sebagai pembatas negara-negara Barat yang melakukan kolonialisasi.
Namun, tidak dapat dipungkiri jika bangsa Barat turut memberi pengaruh bagi negara Thailand . Menjadi negara pembatas kolonialiasi antara Inggris dan Prancis tidak mudah bagi Thailand menghadapi tekanan dari kedua negara tersebut. Terdapat fase dimana Thailand menghadapi tekanan diantaranya harus menandatangi perjanjian yang tidak menguntungkan dan menyerahkan wilayahnya. Selanjutnya pada tahun 1893 Inggris dan Perancis hampir membaginya menjadi wilayah, beruntungnya pemerintahan Siam berhasil menggalkan rencana tersebut.
Kesimpulannya, Thailand memang tidak dijajah secara langsung oleh, namun pada kenyataannya Thailand tidak luput dari pengaruh dan tekanan dari kekuatan bangsa Barat. Mungkin Thailand tidak mengalami penjajahan secara umumnya seperti bangsa-bangsa lain tetapi secara tidak langsung mereka tetap terkena dampaknya walaupun tidak besar
Referensi:
Dauz, Abdil Herian. 2021. KOLONIALISME DI ASIA TENGGARA. Universitas Indraprasta PGRI Jakarta.
Chris Baker , Pasuk Phongpaichit. A HISTORY OF THAILAND. Cambridge University Press.
https://www.britannica.com/biography/Chulalongkorn
