Kapuspen Bantah Isu TNI Satroni Polda Metro Jaya: Kami Tak Intervensi Hukum

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 1 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
5
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Suasana di Polda Metro Jaya, Jakarta, Kamis (9/7/2026). Foto: Jamal Ramadhan/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Suasana di Polda Metro Jaya, Jakarta, Kamis (9/7/2026). Foto: Jamal Ramadhan/kumparan

Kepala Pusat Penerangan (Kapuspen) TNI Brigjen Muhammad Nas membantah kabar yang menyebut sejumlah anggotanya mendatangi Polda Metro Jaya untuk mengintervensi penanganan perkara hukum.

Hal itu disampaikan Brigjen TNI Nas merespons video yang beredar di media sosial yang menarasikan adanya personel TNI mendatangi Gedung Ditreskrimsus Polda Metro Jaya.

“Tidak benar. TNI tidak intervensi dan itu ranah hukum sesuai kewenangan kepolisian,” kata Nas saat dikonfirmasi kumparan, Kamis (9/7).

Brigjen TNI Muhammad Nas. Foto: Instagram/ @penkostrad

Saat ditanya mengenai video yang beredar beserta narasinya, Nas menegaskan informasi tersebut tidak benar.

“Hoaks. TNI tidak intervensi ranah kewenangan hukum,” tegasnya.

Polisi membawa koper berisi barang bukti kasus Blackout saat tiba di Ditreskrimsus Polda Metro Jaya, Jakarta, Kamis (9/7/2026). Foto: Dok. Istimewa

Sebelumnya, beredar video di media sosial yang memperlihatkan sejumlah anggota TNI berada di kawasan Gedung Ditreskrimum Polda Metro Jaya pada Kamis (9/7) dini hari.

Dalam narasi yang menyertai video tersebut disebutkan bahwa kedatangan personel TNI berkaitan dengan kasus dugaan penggeledahan sebuah kafe dan money changer di kawasan Cipete, Jakarta Selatan, pada Rabu (8/7).

Namun TNI memastikan narasi yang beredar itu tidak benar. Ia menegaskan TNI tidak melakukan intervensi terhadap proses penegakan hukum yang menjadi kewenangan Kepolisian.