Daftar Protein yang Tinggi Zat Besi, Bagus untuk MPASI!
ยทwaktu baca 2 menit

Saat mulai MPASI, banyak orang tua fokus memberikan makanan yang kaya protein. Namun, tak kalah penting untuk memastikan makanan anak mengandung zat besi, salah satu nutrisi yang berperan besar dalam mendukung tumbuh kembangnya.
Zat besi dibutuhkan tidak hanya oleh bayi yang sedang menjalani MPASI, tetapi juga oleh anak-anak yang lebih besar. Nutrisi ini berperan dalam pembentukan sel darah merah, mengangkut oksigen ke seluruh tubuh, hingga mendukung perkembangan otak.
Menurut Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), zat besi berperan penting untuk meningkatkan perkembangan otak dan fungsi kognitif, menjaga daya tahan tubuh, mencegah anemia, serta membantu mencegah stunting. Karena itu, kecukupan zat besi perlu diperhatikan sejak dini.
Sebaliknya, kekurangan zat besi dapat berdampak negatif pada kecerdasan, perilaku, dan perkembangan motorik anak. Bahkan, dampak kekurangan zat besi yang terjadi pada masa awal kehidupan dapat memengaruhi kemampuan belajar anak di kemudian hari.
Selain itu, zat besi yang berasal dari sumber protein hewani (heme iron) diketahui lebih mudah diserap tubuh dibandingkan zat besi dari sumber nabati (non-heme iron). Oleh karena itu, sumber protein hewani sering direkomendasikan sebagai salah satu pilihan utama untuk memenuhi kebutuhan zat besi anak.
Pilihan Protein Tinggi Zat Besi untuk MPASI
Berikut beberapa sumber protein hewani tinggi zat besi berdasarkan kandungan per 100 gram bahan pangan:
Hati ayam: 15,8 mg zat besi
Udang: 8 mg zat besi
Hati sapi: 6,6 mg zat besi
Telur bebek: 5,4 mg zat besi
Telur ayam kampung: 4,9 mg zat besi
Ikan teri basah: 3,9 mg zat besi
Telur puyuh: 3,5 mg zat besi
Telur ayam negeri: 3 mg zat besi
Daging sapi: 2,8 mg zat besi
Ikan bawal: 2 mg zat besi
Daging bebek: 1,8 mg zat besi
Daging ayam: 1,5 mg zat besi
Ikan tongkol: 1,5 mg zat besi
Meski hati ayam dan hati sapi memiliki kandungan zat besi yang tinggi, pemberiannya tetap perlu disesuaikan dengan kebutuhan anak dan tidak diberikan berlebihan.
Jangan lupa kombinasikan berbagai sumber protein hewani agar asupan nutrisi anak lebih beragam ya, Moms!
