7 Sikap Humanis dan Religius Irjen Umar Septono yang Inspiratif

kumparanNEWSverified-green

clock
comment
2
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Irjen Pol Umar Septono. (Foto: Instagram: polisi_indonesia)
zoom-in-whitePerbesar
Irjen Pol Umar Septono. (Foto: Instagram: polisi_indonesia)

Peristiwa Irjen Umar Septono bertamu ke rumah Suyatim, warga Bogor yang pernah menabrak mobil dinasnya saat memantau arus mudik Juni 2017, membuat publik teringat pada kiprah sang jenderal di masa lalu.

Semasa menjadi Kapolda NTB, Umar Septono yang kini menjabat Kakor Sabhara Baharkam Polri, juga sering menjadi buah bibir karena sikapnya yang religius, sederhana, dan humanis.

Umar Septono dan seorang nenek (Foto: Instagram @polisi_indonesia)
zoom-in-whitePerbesar
Umar Septono dan seorang nenek (Foto: Instagram @polisi_indonesia)

“Kapolda NTB Brigjen Pol Drs Umar Septono dengan gaya kepemimpinan yang humanis, selalu menjadi inspirasi bagi setiap orang. Pada setiap kesempatan dirinya selalu memberikan contoh tauladan dan menjadi panutan,” tulis akun Instagram @halo_polisi mengenai Umar yang kini telah memiliki dua bintang di pundaknya.

Berikut ini adalah 7 sikap dan tindakan Umar Septono - jenderal kelahiran Purbalingga 54 tahun lalu -- semasa menjadi Kapolda NTB yang menuai pujian, dirangkum dari berbagai sumber:

1. Membopong Korban Kecelakaan

Pada 1 Januari 2016, sepulang dari meninjau anggotanya yang berdinas mengamankan tahun baru 2016, Umar Septono melihat kecelakaan di Jalan Lingkar Selatan Mataram. Tiga orang tergeletak.

instagram embed

Umar lalu memerintahkan sopir mobil dinasnya putar balik menuju ke lokasi kecelakaan. Yang dilakukannya kemudian adalah dia turut mengevakuasi korban kecelakaan. Dia juga memerintahkan ajudannya menyetop mobil yang lewat, untuk minta tolong agar membawa korban ke rumah sakit milik Polri yaitu Rumah Sakit Bhayangkara.

Dia membopong seorang bocah korban kecelakaan dan memasukkan ke sebuah mobil yang dicegat itu. Pada sore harinya, Umar menjenguk korban kecelakaan di rumah sakit dan menanggung biayanya.

2. Naik Motor Mengejar Salat Berjemaah di Awal Waktu

Sikap religius Umar Septono ditandai dengan tindakannya yang selalu berusaha salat 5 waktu di awal waktu dan berjemaah di masjid. “Lima waktu saya di awal waktu, berjemaah di masjid, di saf depan sebelah kanan. Itu harga mati!” pidato Umar Septono yang sempat viral.

instagram embed

Sikapnya ini dia pegang teguh. Umar, misalnya, pernah buru-buru meninggalkan undangan festival di Senggigi yang dihadiri ribuan masyarakat, untuk mengejar salat berjemaah di masjid. Karena jalanan macet akibat banyaknya pengunjung festival, Umar pun meminta anak buahnya memboncengnya dengan motor menuju ke masjid terdekat agar tidak ketinggalan salat berjemaah di awal waktu.

Umar juga dikenal sering memberikan tausiyah dan tak segan untuk dekat dan mencari inspirasi yang positif dari anak buahnya.

instagram embed

instagram embed

3. Memberi Apresiasi kepada Prajurit yang Berani Menghentikan Mobilnya

Pada 27 Juni 2016, dua orang prajurit Bhayangkara dipanggil untuk berdiri di belakang Kapolda NTB Umar Septono dalam sebuah apel. Dua prajurit berpangkat brigadir itu mendapat apresiasi karena tak takut menghentikan mobil dinas Kapolda NTB 5 hari sebelumnya di kawasan bypass Bandara Internasional Lombok.

Brigadir itu menghentikan mobil dinas atasannya untuk memberikan kesempatan kepada seorang nenek pembawa kelapa untuk menyeberang jalan.

“Kenapa dia tidak takut, sebab dia mempertanggungjawabkan tugasnya kepada Tuhan Yang Maha Esa. Dia tahu, nasibnya tergantung kepada Tuhan, bukan kepada Kapolda,” ujar Umar lantang.

instagram embed

4. Memberi Apresiasi kepada Prajurit yang Membangun Pesantren

Menjelang akhir masa dinasnya sebagai Kapolda NTB, Umar Septono mendatangi anggota Bhabinkamtibmas di pelosok Bima yang mendirikan pesantren dengan menyisihkan sebagian gajinya. Umar mengaku dirinya belum mampu membuat pesantren seperti yang dilakukan prajurit tersebut, tapi itu akan menjadi motivasi baginya.

instagram embed

5. Membantu Angkat Barang

Pangkat jenderal tak membuat Umar Septono sungkan untuk angkut-angkut barang seperti di bawah ini. Prinsip yang dia pegang luar biasa: semakin kita merendahkan hati, semakin tinggi derajat kita.

instagram embed

6. Menginisiasi Gerakan Empati Seribu Rupiah Polda NTB

Umar Septono menginisiasi gerakan empati seribu rupiah di Polda NTB untuk disumbangkan kepada masyarakat yang kekurangan. Gerakan ini juga merupakan wujud nyata dari revolusi mental.

"Satu ribu rupiah tidak ada artinya. Tapi begitu kita kumpulkan, sangat besar dan manfaatnya untuk masyarakat yang membutuhkan. Inilah gerakan revolusi mental," ujar Umar.

instagram embed

instagram embed

instagram embed

7. Menemui Penabrak Mobilnya Tanpa Marah

Setelah tidak menjabat Kapolda NTB, Umar Septono mendapat promosi sebagai Kakor Sabara Kabarham Polri dengan pangkat inspektur jenderal. Fotonya menemui Suyatim yang menabraknya belum lama ini menjadi viral dan menuai pujian.

instagram embed

Netizen mengapresiasi Umar Septono yang rendah hati.

@poppy.enugraha: Pimpinan teladan...

@adirafael766I: ni baru pemimpin yg sagat" luar biasa,. Semagat trs bapa,.

@m.azkapradiptakosasih: Seorang pemimpin yg bijak dan baik hati tetaplah seperti itu pak

Selain 7 contoh di atas, masih banyak lagi pemikiran, sikap, tindakan, dan perbuatan Irjen Umar Septono yang inspiratif dan mendapat pujian masyarakat.

Bagaimana menurutmu?