Miesha Tate dan Rich Franklin Cerita soal Pengalaman Jadi VP ONE Championship

The Home Of Martial Arts
Tulisan dari ONE Championship tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Miesha Tate dan Rich Franklin merupakan dua sosok legendaris dalam dunia seni bela diri campuran (mixed martial arts). Keduanya pernah memegang sabuk Juara Dunia UFC.
Bertarung di arena, tentu sudah bukan hal asing bagi mereka. Namun sebuah tantangan baru menghinggapi saat bergabung dengan ONE Championship.
Keduanya kini menjabat sebagai Vice President di "The Home Of Martial Arts," yang berarti harus menekuni bidang baru terkait operasi perusahaan serta aspek bisnisnya. Sebagai petarung, fokus mereka adalah mendalami keterampilan berlaga dan meningkatkan sisi intelektualitas saat bertanding.
Kini, bekerja langsung di bawah CEO dan founder ONE Championship Chatri Sityodtong yang dikenal tegas, memaksa mereka untuk terus memutar otak dalam menciptakan inovasi. Selain itu, gaya kepemimpinan mereka pun turut diuji.
"Chatri memberi Anda kebebasan terkait pekerjaan yang perlu anda lakukan. Dia tidak mengatakan ini itu, tapi setuju dengan ide yang ditawarkan. Anda memiliki 100 persen kebebasan di perusahaan ini, tapi anda juga memiliki 100 persen tanggung jawab atas apa yang Anda lakukan," tutur Franklin.
Rich Franklin merupakan pemandu acara sekaligus sosok utama di balik ONE Warrior Serries, sebuah ajang reality series pencarian bakat seni bela diri dengan menjelajahi berbagai kota besar di dunia. Menurutnya, dia memiliki kebebasan untuk menggali ide, namun di saat yang sama, harus bisa mempertanggungjawabkan hasil dari usulan miliknya.
"Anda perlu bermental baja jika ingin bekerja untuk Chatri, dan jika memiliki mental seperti itu, maka anda tidak hanya akan menjadi produktif, tapi juga tumbuh dan berkembang," tambah Franklin.
"Saat ini saya tengah melakukan sebuah pekerjaan yang tak pernah terbayangkan sebelumnya. Saya memiliki sebuah proyek dan diberikan kontrol penuh serta kemampuan untuk terus memperbaikinya setiap hari, dan juga membuatnya terus lebih baik. Itulah elemen kunci yang membuat saya tetap tertarik dengan pekerjaan ini.
Chatri Sityodtong tengah mencari seorang kandidat untuk bekerja dan menjadi anak asuhnya sebagai pebisnis dalam ajang "The Apprentice: ONE Championship Edition." Kandidat terpilih akan mendapatkan tawaran pekerjaan dengan kontrak senilai USD 250.000 (Rp 3,8 miliar).
Ribuan peminat dikabarkan telah mengirimkan lamaran mereka. Kemampuan berbisnis bukan menjadi satu-satunya tantangan utama dalam serial ini, karena tantangan fisik juga akan menjadi salah satu faktor penilaian dan para atlet bela diri yang bernaung di bawah ONE Championship akan dilibatkan dalam segmen tersebut.
Namun, bukan berarti kandidat harus menguasai bela diri, karena segmen tersebut dimaksudkan hanya untuk mengetahui tingkat kebugaran mereka.
Menurut Miesha Tate, satu karakteristik yang perlu dimiliki seorang kandidat yang ingin bekerja bersama Chatri adalah semangat yang tinggi.
"Chatri mampu menerjemahkan semangatnya untuk menginspirasi Anda agar mengerahkan yang terbaik," ungkapnya.
"[Hal terberat] adalah memenuhi ekspektasinya. Namun, pada saat yang sama, dia memiliki cara yang hebat dalam meyakinkan bahwa Anda mampu memberikan sesuatu dan karena itulah anda bekerja untuknya."
Hal lain yang membuatnya merasa tertantang adalah luasnya kesempatan yang ia dapatkan di posisi barunya. Miesha telah terlibat dalam berbagai aktivitas di luar arena, seperti menjadi host acara eksklusif yang diproduksi oleh ONE, termasuk serial Beyond Beauty dan mewawancarai atlet setelah bertanding.
"[Yang saya sukai] adalah kesempatan untuk belajar dari orang-orang di sekitar saya dan bisa mengalami serta menginjak tempat-tempat baru, namun masih terkait dengan dunia seni bela diri. Itu merupakan mimpi yang nyata bagi saya," tutur perempuan asal Amerika Serikat ini.
