Konten Media Partner

Hadianto Rasyid, Edukasi Politik Sosok Harapan Baru Kota Palu

Palu Posoverified-green

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Hadianto Rasyid. Foto: Istimewa
zoom-in-whitePerbesar
Hadianto Rasyid. Foto: Istimewa

Ada harapan baru dari masyarakat untuk pasangan Calon Wali Kota Palu dan Wakil Wali Kota Palu, Hadianto Rasyid dan dr. Reny A Lamadjido sebagai pasangan yang unggul pada hitungan cepat sementara pada Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Rabu, 9 Desember 2020.

Hadianto bukan orang baru di dunia politik. Ayah 4 anak ini sudah bergabung pada 2008 dan masuk di Partai Hanura dan diangkat sebagai ketua kecamatan di Kota Palu. Hadianto kemudian menjadi anggota DPRD Kota Palu pada 2009 dan menjadi ketua DPC Kota Palu.

Selanjutnya, pada 2014 Hadianto menjadi anggota DPRD Provinsi Sulteng dan diangkat menjadi ketua DPD Hanura Provinsi Sulawesi Tengah hingga saat ini.

Keseriusannya untuk bersaing pada pemilihan wali kota Palu tampak dari keikutsertaan Hadianto hingga tiga kali mendaftar.

2010 adalah kali pertama Hadianto maju pada Pilkada calon Wali Kota Palu periode 2010-2015. Sayangnya Hadianto gagal. Pada 2015 Hadianto kembali maju pada Pilkada calon wali kota Palu periode 2015-2020, namun lagi-lagi gagal.

Dua kali tak terpilih lantas tak menjadi hambatan untuk Hadianto tetap bertarung di Pilkada untuk Kota Palu. Kali ketiga Hadianto kembali membulatkan tekadnya maju menjadi calon wali kota Palu pada Pilkada serentak 2020. Ia berpasangan dengan dr Reny A Lamadjido, mantan Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Sulawesi Tengah.

Keseriusan Hadianto bekerja untuk Kota Palu membuahkan hasil. Pada Pilkada 2020, pasangan nomor 2 ini unggul hampir di semua wilayah kecamatan di Kota Palu.

“Alhamdulillah hitungan sementara kita unggul dan saya betul-betul mau bekerja untuk Kota Palu,” kata Hadianto ditemui di ruang kerjanya, Selasa (15/12).

Pria berusia 45 Tahun kelahiran 10 Juli 1975 ini juga mendapat dukungan besar dari keluarga setelah tiga kali maju dalam Pilkada.

Lantas apa yang dilakukan Hadianto selama bertahun-tahun menunggu dengan harapan nantinya ia terpilih dan dipercayakan masyarakat Kota Palu untuk memimpin?

Hadianto terus membangun komunikasi dengan masyarakat sambil memantau bagaimana perkembangan kinerja pemerintah. Sambil menjalankan hal itu, Hadianto pun sebagai warga Kota Palu punya harapan agar pemerintah yang menjabat saat itu bisa menjalankan praktik kerja yang bersih meskipun APBD yang tidak begitu besar.

Hadianto melakukan edukasi politik dari pintu ke pintu. Cara ini ia lakukan sejak 2015 pasca kegagalannya di Pilkada kedua yang ia ikuti.

“Bagi saya memilih bukan karena apa yang diberi tetapi memilih karena kita mengetahui yang baik apa yang ditawarkan dan yakin bahwa orang yang kita pilih adalah sungguh-sungguh dengan apa yang dia sampaikan. Proses edukasi ini yang saya lalukan setiap hari, bertemu dengan masyarakat hingga sepuluh titik per hari. Walau hanya pertemuan 5 sampai 10 orang tapi berjalan terus,” cerita Hadianto.

Dua kali gagal diterima Hadianto tanpa melakukan gugat, apalagi hasil Pemilu serentak. Ada edukasi politik yang mengantarkan Hadianto menuju ke 2020. Baginya pemerintah pusat pasti menginginkan pemilihan serentak itu no gugatan.

“Saya selalu bertanya dengan Allah dan berdoa, kalau memang ini baik berikan petunjukmu dan berikan kemudahan. Dulu masyarakat menuntut untuk memberikan sesuatu, namun berjalannya waktu mereka justru bilang akan mendoakan dan minta jangan berubah jika sudah menjadi pejabat dan pemimpin Kota Palu. Bekerja untuk masyarakat bukan lagi karena sesuatu dan memberikan sesuatu. Bagi saya ini petunjuk, tinggal bagaimana saya kuat. Dengan prinsip saya harus maju no maney politic,” ujarnya panjang lebar.

Hadianto Rasyid. Foto: Istimewa

Kemudian apa rencana dan program yang telah direncanakan pasangan Hadianto dan dr Reny untuk Kota Palu?

Pasangan Hadianto dan dr Reny akan konsentrasi pada enam sektor yang akan menjadi kerangka kerja dalam membangun Kota Palu.

Enam sektor yang menjadi indikator yakni berkaitan dengan ekonomi, sosial kependudukan, lingkungan, infrastruktur, pelayanan dasar, kesehatan, pendidikan dan birokrasi.

Ada dua masalah yang dianggap Hadianto perlu menjadi perhatian pemerintah. Pertama berkaitan dengan zona rawan bencana.

Pasca bencana 28 September 2018, Kota Palu mengalami permasalahan pada perekonomian masyarakat, sehingga perlu dilakukan pemulihan perekonomian disusul dengan pembangunan dan perbaikan kembali infrastruktur dan fasilitas umum lainnya.

Fokus Hadianto juga pada hak penyintas. Diakuinya sampai saat ini belum semua hak penyintas bencana 28 September 2018 terpenuhi dengan baik. Mulai dari masalah dana stimulan maupun hunian sementara (huntara) dan hunian tetap (huntap) masih menjadi permasalahan setelah memasuki dua tahun pascabencana.

“Terkait pembangunan dan pemulihan kembali, nantinya akan dievaluasi kembali dengan merangkai strategi yang cepat dan tuntas,” sebutnya.

Permasalahan ke dua yakni pandemi COVID-19 yang juga menghantam perekonomian masyarakat.

Terkait dengan COVID-19, Hadianto mengatakan, akan menyesuaikan dengan aturan dan prosedur dari pemerintah pusat. Kebijakan yang diambil pun akan sejalan dengan pemerintah pusat dengan melanjutkan program Dinas Kesehatan Kota Palu yang telah dijalankan saat ini.

Memang COVID-19 menjadi masalah yang harus diselesaikan. Hanya saja Hadianto tidak mau pikiran dan tenaga habis pada permasalahan COVID-19.

Fokus Hadianto adalah melakukan penguatan ekonomi sehingga ketika COVID-19 selesai maka masyarakat sudah siap.

“Jangan waktu COVID-19 lewat, masyarakat kita baru mau siap-siap sebab masalah kita banyak yang menghantam ekonomi dan pendidikan,” ujarnya.

Menurut Hadianto, kedua hal ini hanya masalah besar namun masih banyak masalah lain yang juga sampai hari ini belum terselesaikan dan menjadi perhatian.

“Masalah kebersihan, infrastruktur pascabencana, pelayanan publik dan ekonomi masyarakat. Sebelum COVID-19, sudah punya rencana untuk membangun UMKM kembali. Semua program kerja yang telah dicanangkan merupakan target yang harus dicapai. Jika itu tercapai maka target besar kita tercapai. Kalau tidak sulit saya bilang target kita tercapai,” terangnya.

Baginya Kota Palu sudah cukup lambat sehingga perlu dilakukan pergerakan yang cepat. Ia pun akan melakukan evaluasi terhadap kerja yang dilakukan pemerintah pada masa sebelumnya.

“Nantinya akan melanjutkan program yang dianggap baik. Kita akan lihat, hal-hal apa yang belum terselesaikan, kita akan secepatnya mencarikan solusi,” katanya.