Kumparan Logo
Konten Media Partner

2 Lapangan di Kota Yogya Akan Direnovasi, Rumputnya Setara GBK

Pandangan Jogjaverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Kondisi Lapangan Mancasan, Kota Yogya. Foto: Pandangan Jogja/Gigih Imanadi Darma
zoom-in-whitePerbesar
Kondisi Lapangan Mancasan, Kota Yogya. Foto: Pandangan Jogja/Gigih Imanadi Darma

Dua lapangan kampung di Kota Yogyakarta, yakni Lapangan Mancasan dan Minggiran, akan direnovasi dengan standar rumput dan sistem perawatan setara Gelora Bung Karno (GBK). Pemerintah kota menyiapkan proyek ini sebagai bagian dari pengembangan fasilitas olahraga untuk Sekolah Sepak Bola (SSB) di wilayah kota.

Ketua Askot PSSI Kota Yogyakarta, Susanto Dwi Antoro, mengatakan terdapat lima lapangan milik Pemkot yang akan dikembangkan bertahap, yaitu Karangwaru, Minggiran, Mancasan, Sidokabul, dan Karang Kotagede. Dari lima lokasi itu, Lapangan Sidokabul sudah selesai direvitalisasi tahun ini, sementara Mancasan menjadi prioritas berikutnya.

“Setelah Sidokabul, kita akan lanjut ke Mancasan dulu. Setelah itu baru Minggiran. Kita menyesuaikan dengan kemampuan keuangan daerah sambil berbagi dengan cabor lain,” ujar Toro saat ditemui Pandangan Jogja, Senin (27/10).

kumparan post embed
Lapangan Minggiran, Kota Yogya. Foto: Pandangan Jogja/Gigih Imanadi Darma

Menurutnya, rancangan Lapangan Mancasan akan dibuat menyerupai Lapangan Karang Kotagede yang kini menjadi contoh lapangan representatif di Yogyakarta. Selain digunakan untuk pembinaan SSB, fasilitas tersebut juga akan dilengkapi jalur jogging dan sistem perawatan profesional agar kualitas rumputnya setara stadion nasional.

“Di Mancasan nanti akan dibuat seperti Lapangan Karang. Ada jogging track dan sistem perawatan yang lebih profesional, tidak bisa dikelola sembarangan karena standar lapangan kita sekarang sudah seperti di GBK,” jelasnya.

Wali Kota Yogyakarta, Hasto Wardoyo, menegaskan renovasi lapangan menjadi langkah penting dalam mendukung pembinaan sepak bola usia dini di kota. “Jogja ini harus mendukung PSIM, dan PSIM itu harus punya sekolah bola. Jadi tempat latihan itu harus banyak di kota Yogyakarta,” kata Hasto.

instagram embed

Hasto menambahkan, rancangan Lapangan Mancasan dan Minggiran akan diarahkan seperti Lapangan Karang, lengkap dengan taman dan pedestrian. Nilai investasi yang dibutuhkan diperkirakan lebih dari Rp5 miliar per lapangan, dengan pelaksanaan bertahap melalui APBD 2026.

“Kalau sebagus Karang itu bisa di atas Rp5 miliar, dengan berbagai kelengkapannya. Harapannya punya multiplier effect bagi ekonomi sekitar,” imbuhnya.

Dengan renovasi ini, lapangan-lapangan kampung di Kota Yogyakarta diharapkan tidak hanya menjadi pusat pembinaan atlet muda, tetapi juga ruang publik dengan kualitas rumput setara GBK yang bisa dimanfaatkan warga sekitar.