Kumparan Logo
Konten Media Partner

300 Kantong Sampah di Alun-Alun Selatan Yogya sudah Diangkut sejak Rabu Pagi

Pandangan Jogjaverified-green

·waktu baca 2 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Kawasan Alun-Alun Selatan Yogya yang sudah bersih dari tumpukan sampah pada Rabu (26/7). Foto: Arif UT/Pandangan Jogja
zoom-in-whitePerbesar
Kawasan Alun-Alun Selatan Yogya yang sudah bersih dari tumpukan sampah pada Rabu (26/7). Foto: Arif UT/Pandangan Jogja

Sampah-sampah yang menumpuk di setiap sisi Alun-Alun Selatan Yogya sudah tidak tampak lagi pada Rabu (26/7) sore. Sebelumnya, hingga Selasa (25/7) sore, sampah-sampah masih terlihat menumpuk di setiap sisi Alun-Alun Selatan.

Ketua pengelola sampah di Alun-Alun Selatan Yogya, Alam, mengatakan bahwa sampah-sampah tersebut sudah diangkut oleh petugas pada Rabu (26/7) pagi. Sebelumnya, sampah-sampah yang berasal dari aktivitas usaha di kawasan Alun-Alun Selatan tersebut menurutnya sudah menumpuk selama tiga hari.

kumparan post embed

Total sampah yang diangkut pada Rabu pagi menurutnya mencapai 300 trash bag lebih. Jumlah ini termasuk besar jika dibandingkan dengan hari-hari biasa.

“Satu hari itu kita 5 pack trash bag, 1 pack-nya isinya 22 trash bag, jadi itu 110 trash bag 1 hari. Nah 3 hari ini berarti sekitar 330 trash bag yang diangkut tadi pagi,” kata Alam saat diwawancarai Pandangan Jogja, Rabu (26/7).

“Itu belum yang plastik-plastik kecil,” lanjutnya.

Kawasan Alun-Alun Selatan Yogya yang sudah bersih dari tumpukan sampah pada Rabu (26/7). Foto: Arif UT/Pandangan Jogja

Pengangkutan sampah pada Rabu pagi menurutnya dilakukan menggunakan satu unit truk conveyor. Sampah-sampah tersebut langsung di-press dan dipisahkan menggunakan truk conveyor tersebut.

“Kalau pakai truk itu bisa empat sampai lima truk, tapi kalau pakai conveyor itu nanti jadinya cuma sedikit,” ujarnya.

Penumpukan sampah yang terjadi di Alun-Alun Selatan menurutnya terjadi karena ditutupnya Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Regional Piyungan di Bantul.

kumparan post embed

Biasanya, setiap pagi sampah-sampah di Alun-Alun Selatan selalu diangkut. Namun dalam tiga hari terakhir, sampah-sampah tersebut tak bisa diangkut sehingga mengakibatkan tumpukan di setiap sisi alun-alun.

Jika tidak ada masalah dengan TPA Piyungan, menurut Alam juga tidak akan terjadi masalah sampah di Alun-Alun Selatan. Pasalnya, setiap pelaku usaha di Alun-Alun Selatan dikenai biaya retribusi untuk pengelolaan sampah sebesar Rp 3.000 per hari.

“Jumlah pelaku usaha itu sekitar 250 orang, jadi rata-rata sehari Rp 750 ribu, kalau dikali sebulan berarti sekitar Rp 22,5 juta. Dengan dana segitu dan kalau TPA Piyungan enggak tutup, enggak mungkin sampah Alkid sampai menumpuk,” ujar Alam.

Penampakan tumpukan sampah yang pernah terjadi di Alun-Alun Selatan Yogya pada Selasa (25/7) siang sebelum diangkut petugas. Foto: Arif UT/Pandangan Jogja

Masalah sampah di Alun-Alun Selatan Yogya menurut dia juga diakibatkan oleh banyaknya pengunjung yang membuang sampah sembarangan. Karena itu, dia juga berharap kepada para pengunjung di Alun-Alun Selatan untuk bersama-sama menjaga kebersihan kawasan dengan cara membuang sampah pada tempat yang telah disediakan.

“Tolong jaga kebersihan kawasan Alun-Alun Selatan untuk kenyamanan bersama. Kalau pedagangnya sudah tertib tapi pengunjungnya sembarangan, kan semua jadi tidak nyaman,” kata Alam.