Kumparan Logo
Konten Media Partner

Berkali-kali Batalkan Konser Musik di H-1, Promotor di Yogya Akan Dipolisikan

Pandangan Jogjaverified-green

·waktu baca 3 menit

comment
1
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ilustrasi Konser. Foto: Shutter Stock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Konser. Foto: Shutter Stock

Para korban pembatalan konser musik di Yogya yang diadakan oleh promotor Juwana Creative berencana untuk melaporkan kasus tersebut ke kepolisian. Sebab tak cuma membatalkan konser, sampai saat ini proses refund tiket juga tak kunjung selesai.

Sampai saat ini, paling tidak ada tiga konser garapan Juwana Creative di Yogya yang batal digelar. Mulai dari Suara Berkala, Serasa Nada #2, dan yang paling baru adalah Jogja Koplo Fest #2.

Perwakilan pembeli tiket yang kini aktif mengadvokasi para korban konser gagal Serasa Nada #2, Nada (nama disamarkan), mengungkapkan bahwa total penjualan tiket konser Serasa Nada #2 yang tercatat di Artatix (platform penjualan tiket) mencapai Rp 1,6 miliar dari hampir 8.000 pembeli tiket.

“Yang di-refund belum sampai Rp 20 juta dari Rp 1,6 miliar,” kata Nada saat ditemui akhir pekan kemarin.

kumparan post embed

Padahal proses refund berdasarkan kebijakan Artatix maksimal diselesaikan dalam 14 hari kerja sejak 30 Mei 2023 saat proses refund mulai dilakukan.

Namun selama 14 hari kerja itu pihak Juwana Creative menurut Nada tak menunjukkan itikad baik untuk melakukan refund, bahkan sekadar untuk meminta maaf. Proses refund baru mulai dilakukan setelah sekitar sebulan usai gagalnya konser dan para pembeli tiket mengerahkan pengacara.

“Itu pun yang di-refund awalnya hanya sekitar 23 orang, sampai akhirnya sekitar 40-an orang. Masih sedikit banget dari total hampir 8.000 orang,” ujarnya.

Nada mengatakan bahwa sudah ada empat orang yang melaporkan kasus ini ke polisi. Namun laporan itu tak bisa diproses karena bukti yang dibawa dinilai prematur dan kurang kuat karena hanya berupa bukti tiket dan transaksi.

Kini, Nada sedang dalam proses pelengkapan barang bukti sehingga cukup untuk melaporkan kasus tersebut ke kepolisian.

“Bukti yang di aku ada sekitar 11 bukti, masih kurang sekitar lima bukti. Aku juga sedang coba minta tolong sama pengacara,” kata Nada.

kumparan post embed

Rencana melaporkan Juwana Creative ke polisi juga datang dari pembeli tiket Suara Berkala. Sampai saat ini, masih ada sekitar Rp 88 juta uang pembeli tiket Suara Berkala yang belum dikembalikan dari total Rp 141 juta.

Kala (nama disamarkan), perwakilan pembeli tiket Suara Berkala mengatakan bahwa pihaknya sebenarnya sudah pernah bertemu dengan penyelenggara Suara Berkala untuk mengurus masalah pengembalian dana tersebut.

Surat somasi kepada penyelenggara Suara Berkala untuk segera menyelesaikan proses refund. Foto: Widi RH Pradana

Dalam pertemuan itu, penyelenggara Suara Berkala melalui surat perjanjian menyepakati proses refund akan diselesaikan maksimal pada 31 Maret 2023. Namun perjanjian itu tidak ditepati oleh penyelenggara Suara Berkala.

“Kita juga sudah layangkan somasi, sudah tiga kali dan ditandatangani oleh keluarganya, tapi tetap tidak ada niat baik untuk menyelesaikan proses refund padahal masalah ini sudah berlarut-larut,” kata Kala.

Dengan tidak diresponsnya surat somasi tersebut, Kala dan timnya juga berencana membawa kasus tersebut ke jalur hukum. Apalagi saat ini dia mengaku kesulitan menghubungi pihak penyelenggara, apalagi menemui langsung.

“Dan sekarang sudah tambah satu event lagi yang gagal, yaitu Jogja Koplo Fest, harusnya ini bisa semakin kuat sih,” ujarnya.

kumparan post embed

Redaksi telah beberapa kali mencoba mengkonfirmasi masalah ini dengan menghubungi kontak WhatsApp official Juwana Creative, namun permintaan konfirmasi tersebut belum direspons sampai saat ini.

Redaksi juga sudah mencoba menghubungi kontak Syatia Primananda (penanggung jawab Suara Berkala dan bagian dari Juwana Creative) yang sebelumnya banyak berkomunikasi dengan para pembeli tiket untuk mengurus proses refund, namun kontak tersebut ternyata sudah tidak aktif.