Konten Media Partner
Dampak Ekonomi JAFF Market 2025 Tembus Rp130 Miliar, Naik Hampir 4 Kali Lipat
2 Desember 2025 19:36 WIB
·
waktu baca 2 menit
Konten Media Partner
Dampak Ekonomi JAFF Market 2025 Tembus Rp130 Miliar, Naik Hampir 4 Kali Lipat
JAFF Market 2025 digelar selama tiga hari di Jogja Expo Center, dari 29 November hingga 1 Desember, dan mencatatkan dampak ekonomi hingga Rp130 miliar. #publisherstory #pandanganjogja
Pandangan Jogja

ADVERTISEMENT
Jogja-NETPAC Asian Film Festival (JAFF) Market 2025 resmi ditutup di Jogja Expo Center (JEC), Senin (1/12), dengan mencatat dampak ekonomi mencapai sekitar Rp130 miliar.
ADVERTISEMENT
Perhitungan ini dihitung hingga Senin pukul 14.00 WIB dan menunjukkan kenaikan lebih dari 361 persen dibanding capaian tahun 2024 yang berada di kisaran Rp36 miliar.
Market Director JAFF Market, Linda Gozali, menyampaikan capaian tersebut dalam sambutan penutupan.
“Ada 296 media yang berpartisipasi Total dampak ekonomi selama tiga hari mencapai Rp 125 miliar. Karena perhitungan dibatasi hingga pukul 14.00 hari ini, nilai totalnya diperkirakan berada di angka sekitar Rp 130 miliar,” ujar Linda di JEC, Senin (1/12) kemarin.
“Nilai kesepakatan kerja yang tercatat dari berbagai penjuru, dari barat ke timur dan utara ke selatan, mencapai sekitar 43 miliar rupiah atau sekitar 2,5 juta dolar AS,” lanjutnya.
Sejak diperkenalkan dua tahun lalu, nilai dampak ekonomi JAFF Market mengalami pertumbuhan pesat. Pada 2024, nilai yang tercatat hampir Rp36 miliar, dan pada 2025 melonjak menjadi Rp130 miliar — atau naik sekitar 3,6 kali lipat. Tahun ini, nilai kesepakatan bisnis (deal amount) tercatat mencapai sekitar Rp43 miliar.
ADVERTISEMENT
JAFF Market 2025 juga mencatat 7.784 pengunjung, dengan kehadiran lebih dari 1.431 peserta terakreditasi, 116 exhibitor, dan 122 perusahaan. Perwakilan dari lebih dari 14 negara turut hadir, dan sepanjang penyelenggaraan terjalin lebih dari 2.433 pertemuan bisnis.
Dalam sambutannya, Linda menegaskan pentingnya struktur yang menopang perkembangan energi kreatif Asia Tenggara.
“Kami percaya energi kreatif Asia Tenggara membutuhkan struktur dan jalur yang berkelanjutan, karena kami mengubah kebisingan menjadi suara, dan dari yang tidak dikenal menjadi penemuan. Kami mendampingi para pembuat film dari rasa takut menjadi gagasan, dan mendorong proyek-proyek melampaui sesi pitch menuju ekosistem finansial yang nyata,” kata Linda.
Ia juga menyinggung laporan ekonomi internasional JAFF Market sebagai indikator perubahan posisi Indonesia dalam sinema regional.
ADVERTISEMENT
“Laporan ekonomi internasional yang kami publikasikan tahun ini menandai pergeseran sinema Indonesia dari narasi ketangguhan menuju kebangkitan sebagai kekuatan regional. Kita adalah powerhouse itu,” ujar Linda.
Dampak ekonomi yang tercatat berasal dari nilai transaksi langsung, pembelanjaan pengunjung, aktivitas industri turunan, serta perputaran ekonomi lokal selama tiga hari penyelenggaraan.
Menurutnya, dengan kenaikan 361 persen dalam satu tahun, meningkatnya nilai kesepakatan proyek, serta hadirnya delegasi internasional terbanyak sejauh ini, JAFF Market 2025 menegaskan posisinya sebagai salah satu pusat transaksi dan kolaborasi industri film Indonesia.
