Dosen Kenang Mahasiswa UMY yang Bunuh Diri sebagai Pribadi yang Menyenangkan
·waktu baca 2 menit

Sekitar 200 mahasiswa Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) menggelar doa bersama untuk SMQ, mahasiswi UMY yang menjadi korban bunuh diri pada Senin (2/10) sekitar pukul 18.30 WIB.
SMQ adalah mahasiswi Ilmu Komunikasi UMY semester I yang baru dua pekan mengikuti kegiatan pembelajaran di kampus.
Selain dihadiri para mahasiswa, sejumlah dosen juga turut hadir dalam doa bersama tersebut.
Salah satu dosen yang hadir adalah Muria Endah Sokowati, yang beberapa kali sempat mengajar korban di Kelas Internasional.
Dia mengaku bahwa sebenarnya belum terlalu banyak berinteraksi dengan korban. Sebab, baru sekitar dua atau tiga kali dia berinteraksi dengan korban di dalam forum kelas.
Meski begitu, kesan yang cukup melekat baginya adalah korban merupakan pribadi yang menyenangkan dan mudah bergaul.
“Satu hal yang saya tangkap dari kesan perkenalan dengan almarhumah, saya melihat korban sebagai pribadi yang menyenangkan, yang mudah bergaul,” kata Muria Endang Sokowati, saat doa bersama tersebut, Senin (2/10).
Dia juga melihat, korban memiliki karakter yang cukup terbuka dengan teman-temannya di kelas.
“Cukup terbuka dengan teman-temannya, saya kira itu menjadi kesan yang mendalam untuk teman-teman semua di kelas internasional angkatan 2023,” kata dia.
Diberitakan sebelumnya, SMQ diduga menjadi korban bunuh diri setelah melompat dari gedung asrama University Residence (Unires) Putri UMY pada Senin (2/10) pagi sekitar pukul 06.15 WIB.
Kasi Humas Polres Bantul, Iptu I Nengah Jeffry Prana Widnyana, mengungkapkan bahwa pada malam harinya korban juga sempat melakukan percobaan bunuh diri dengan cara meminum obat generik dalam jumlah banyak sekaligus.
Saat itu, korban sempat dilarikan ke rumah sakit untuk mendapat perawatan medis sehingga obat yang dia telah berhasil dimuntahkan lagi.
Sebelumnya, korban juga pernah menyampaikan kepada temannya untuk mengakhiri hidupnya. Dari keterangan para saksi tersebut, polisi menduga korban bunuh diri karena depresi.
“Sehingga dugaan korban bunuh diri karena depresi,” ujar Jeffry.
*
KONTAK BANTUAN
Bunuh diri bisa terjadi saat seseorang depresi dan tak mendapat bantuan. Jika Anda memiliki permasalahan yang sama, jangan menyerah dan jangan memutuskan mengakhiri hidup. Anda tidak sendiri.
Layanan konseling bisa menjadi pilihan Anda untuk meringankan keresahan. Untuk mendapat layanan kesehatan jiwa atau berbagai alternatif lainnya, Anda bisa mengecek website Into the Light Indonesia di bawah ini:
https://www.intothelightid.org/tentang-bunuh-diri/hotline-dan-konseling/
