Kumparan Logo
Konten Media Partner

Festival Soto Nusantara akan Meriahkan Hari Jadi ke-179 Boyolali

Pandangan Jogjaverified-green

ยทwaktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ilustrasi semangkuk soto. Foto: Canva
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi semangkuk soto. Foto: Canva

Festival Soto Nusantara akan menjadi salah satu agenda utama dalam rangkaian peringatan Hari Jadi ke-179 Kabupaten Boyolali.

Diagendakan pada 13 Juni 2026, festival ini tidak hanya menjadi perayaan kuliner, tetapi juga diharapkan mampu menggerakkan ekonomi masyarakat sekaligus memperkuat posisi Boyolali sebagai salah satu daerah tujuan wisata kuliner di Indonesia.

Bupati Boyolali, Agus Irawan, menegaskan bahwa Festival Soto Nusantara dirancang untuk memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat, khususnya pelaku UMKM, pedagang, dan sektor kuliner lokal.

"Festival Soto Nusantara ini bukan hanya soal makan bersama atau festival kuliner. Ada pelaku UMKM, ada pedagang, ada masyarakat yang bergerak. Kita ingin manfaat ekonominya ikut dirasakan," kata Agus dalam pernyataan tertulisnya, dikutip Rabu (3/6).

Patung Lembu Sora atau yang lebih dikenal sebagai Sapi Ndhekem, salah satu ikon Kabupaten Boyolali. foto: Kumparan/Desta Ayu Sekar P

Festival Soto Nusantara merupakan bagian dari rangkaian peringatan Hari Jadi ke-179 Kabupaten Boyolali yang mengusung tema "Boyolali Bersolek: Merawat Tradisi, Memoles Potensi".

Tema tersebut mencerminkan semangat untuk menjaga warisan budaya sekaligus mengembangkan berbagai potensi daerah agar semakin dikenal luas.

Menurut Agus, peringatan hari jadi tahun ini tidak hanya berfokus pada kemeriahan acara, tetapi juga menjadi momentum untuk mendorong kreativitas masyarakat, memperkuat identitas daerah, dan menggerakkan ekonomi lokal.

Rangkaian peringatan Hari Jadi ke-179 Boyolali akan diawali dengan kegiatan Niti Tilas pada 4 Juni 2026. Agenda ini menjadi bentuk penghormatan terhadap sejarah serta nilai-nilai yang membentuk identitas Kabupaten Boyolali.

Agus menilai kegiatan tersebut penting, terutama bagi generasi muda, agar tidak hanya merayakan hari jadi daerah, tetapi juga memahami perjalanan sejarahnya.

Selanjutnya, pada 5 Juni 2026 akan digelar Opening Merbabu Art Fest yang menjadi ruang bagi masyarakat untuk mengekspresikan seni, kreativitas, dan kebudayaan lokal.

Pada hari yang sama dengan Festival Soto Nusantara, Boyolali Night Carnival juga akan digelar sebagai wadah partisipasi masyarakat dalam menampilkan beragam potensi dan identitas daerah.

Rangkaian kegiatan kemudian ditutup melalui Selo Art Festival pada 4 Juli 2026. Festival ini diharapkan semakin memperkuat sektor seni, budaya, dan pariwisata di kawasan Selo, sekaligus memperkenalkan potensi Boyolali kepada masyarakat yang lebih luas.

Agus menegaskan, seluruh rangkaian peringatan Hari Jadi ke-179 Kabupaten Boyolali disusun dengan semangat kebersamaan, sehingga manfaatnya dapat dirasakan langsung oleh masyarakat.

"Semangatnya sederhana, Hari Jadi Boyolali ini harus menjadi milik bersama. Perayaannya tidak harus berlebihan, tetapi harus bermakna, menggerakkan masyarakat, dan memberi manfaat kembali kepada masyarakat," pungkas Agus.