GKR Mangkubumi Ingin Ada Fighter MMA Kelas Internasional Lahir dari Yogya
·waktu baca 2 menit

Untuk pertama kalinya ajang MMA paling bergengsi di Indonesia, One Pride MMA digelar di Yogya, mulai tanggal 9 sampai 10 Juni 2023. Sebanyak 75 petarung level amatir regional dan profesional level nasional turut berlaga dalam event yang mengusung tema ‘Dari Biang Onar Menjadi Tenar Berprestasi, yang Muda yang Berdaya’ ini.
Ketua Steering Committee One Pride MMA Jogja Istimewa, Gusti Kanjeng Ratu (GKR) Mangkubumi, menyambut baik digelarnya turnamen MMA paling ini. Dia berharap, dengan digelarnya One Pride MMA di Yogya akan menginspirasi anak-anak muda khususnya di Yogya untuk terlibat dalam kegiatan yang positif.
Bahkan, GKR Mangkubumi menginginkan kompetisi ini akan memicu lahirnya atlet-atlet MMA dari Yogya yang bisa menembus level internasional.
“Mudah-mudahan dari Jogja yang pertama pada malam hari ini dan kemudian akan mencetak One Pride internasional dari Jogja,” kata GKR Mangkubumi, Sabtu (10/6).
Dia berharap nantinya anak-anak muda yang memiliki potensi di bidang MMA bisa lebih terorganisir dan mendapat wadah yang lebih baik sehingga bisa menjadi atlet MMA yang hebat. Sehingga, Yogya bukan hanya jadi tuan rumah One Pride MMA, tapi sekaligus juga bisa menjadi media penjaringan bakat atlet-atlet MMA muda di Yogyakarta.
“Muda-mudahan atlet muda kita terus berlatih, didampingi oleh tim MMA untuk teman-teman warga muda yang ada di Yogyakarta,” ujarnya.
One Pride MMA 69 di Yogya ditutup dengan tiga pertandingan utama, dimana salah satunya adalah laga internasional yang mempertemukan wakil Indonesia, Rama Supandhi, dengan fighter dari India, Govind Singh. Duel internasional ini dimenangkan oleh Govind Singh yang berhasil membuat KO Rama.
Pertandingan kemudian dilanjutkan antara raja kelas Ringan, Angga melawan M Hanwa. Dalam laga tersebut, Angga berhasil menumbangkan perlawanan Hanwa sekaligus mempertahankan sabuk gelar juaranya.
Laga terakhir mempertemukan ratu One Pride MMA kelas women strawweight, Dwi Retno dengan petarung asal Sulawesi Utara, Anggie Mandagi. Pertarungan sengit selama lima ronde akhirnya bisa dimenangkan oleh Dwi Retno yang sekaligus berhasil mempertahankan sabuk juaranya.
